Pemkab Solok dan Warga Saniang Baka Bahas Masalah Tambang Galian C di Nagari Paninggahan

0
676

SOLOK, JN- Pemerintah Kabupaten Solok, menggelar Rapat dan Diskusi Politik tentang masalah tambang Galian C di Nagari Paninggahan , Kecamatan Junjung Sirih, bertempat di Guest Hause Arosuka, Selasa (19/5).
Rapat dihadiri Bupati Solok, H.Gusmal,SE,MM, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, Dandim 0309 Solok Letkol.Reno Triambodo, Kapolres Solok Kota Ferry Suwandi,SIK, perwakilan Kejari Solok Mewakili, Ketua Pengadilan Koto Baru, Sekda Aswirman, SE,MMKabag Ops Polres Arosuka, Kepala SKPD Terkait, Wali Nagari Saniang Bakar, Anggota forum diskusi Politik dan lainnya.
Walinagari Saning Baka, Dasrizal Chandra Bahar dalam laporannta menyebutkan bahwa Rapat pada hari ini adalah dalam rangka mencari solusi permasalahan tambang perbatuan (Galian C) di Nagari Paninggahan Kabupaten Solok, Kecamatan Junjuang siriah yang mana kendaraan yang perusahaan  tersebut melewati daerah Saniang Baka dan membuat jalan menjadi rusak.
“Kita semua sepakat untuk mencari jalan keluar agar  tambang ini bisa beroperasi lagi dan masyarakat pengguna jalan tidak merasa terganggu dan  secara prinsip tidak ada masalh lagi jika sosialisasi bisa menyentuh sampai ke masyarakat,” sebut Dasrizal Chandra Bahar.

Disebutkan Walinagari, kami dari pihak pemerintahan nagari Sudah mengundang pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan masyarakat untuk berdiskusi tetapi masih belum tercapai kesepakatan.

“Disarankan kepada pemerintah Untuk membangun jalan Baru di pinggir Danau yang tembus Singkarak, sehingga tidak mengganggi aktivitas warga dan merusak jalan,” sebut Dasrizal Chandra Bahar.

Untuk sementara perusahaan boleh melintasi jalan  nagari sampai perusaan  maupun pemerintah membuat jalan  baru  di pinggir Danau.

Kepala Dinas Lungkungan Hidup Kabupaten Solok, dalam laporannya menyebutkan bahwa di Kecamatan Junjung Sirih ada 6 perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun 2014.
Pada tahun 2016 terjadi permasalahan dengan masyarakat karena jalan rusak akibat mobilisasi kendaraan yang akan mengangkut hasil tambnag

Salah satu nagari belum bisa menerima lalu lintas atau mobilisasi kendaraan yang akan mengangkut hasil tambang melewati jalan nagari mereka, karena dapat merusak kondisi jalan yang ada

“Kami menghimbau seluruh investor untuk melengkapi dokumen perusahaan dan sampai saat ini baru ada 2 perusaaan yang sudah melengkapi dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL) atau dokumen pengelolaan lingkungan hidup bagi rencana usaha dan atau kegiatan yang tidak wajib.

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon F Pandu, dalam sambutannya menyebutkan bahwa harus ada ketegasan pemerintah daerah dalam menyikapi permasalahan tambnag ini.
Diminta kepada wali nagari untuk menelusuri kembali masyarakat yang menolak kegiatan  tambang ini
“Kita di DPRD akan mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sebut Jon Firman Pandu.
 Sedangkan Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyarankan untuk Pemberhentiaan Sementara kegiatan tambang Galian C karena adanya permasalahan dengan masyarakat Nagari Saniang bakar.
“Dalam melaksanakan kegiatan ini harus ada kesepakatan dengan semua unsur, dan mencari jalan keluarnya agar perusahaan bisa beroperasi dan masyarakat tidak komplen,” sebut H. Gusmal.
Bupati meminta perusahaan untuk menjalin kesepakatan dengan masyarakat yang menolak kegiatan tambang ini, karena  tidak semua masyarakat menolak kegiatan tambang tersebut.
“Semua pembangunan yang dilakukan pemerintah itu untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok. Untuk itu, diminta semua pihak untuk mendukung kegiatan ini dan mencari solusi dari permasalahan yang terjadi,” terang H. Gusmal.
Kemudian Bupati meminta agat perusahaan segera sosialisasikan kepada masyrakat kalo memang masalah izin nya sudah selesai (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here