Pemerintah Diminta Datangkan Ahli Pertanahan ke Kabupaten Solok

0
265

SOLOK, JN- Kondisi lahan pertanian di Alahan Panjang, Sungai Nanam dan sekitarnya, dinilai sudah mulai kurang subur, karena masyarakat tidak pernah berhenti memberi pupuk dan insektisida, sehingga lahan pertanian sudah mulai kurang subur.

Untuk meningkatkan hasil produksi tanaman kentang, kol, bawang, tomat, markisa dan lain sebagainya, Dinas Pertanian Kabupaten Solok, diminta harus serius memperhatikan dan membina petani kentang yang ada di Kabupaten Solok, khususnya yang berada di kecamatan Lembah Gumanti, Danau Kembar, Air Batumbuk, Bukit sileh dan sentra penghasil kentang lainnya di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Solok, Marsal Syukur, yang juga seorang petani sukses dalam mengembangkan tanaman kentang, bawang dan kol di Alahan Panjang, kepada KORAN PADANG, Senin (13/5) di Alahan Panjang.

“Permerintah jangan hanya pandai diatas kertas dan bertiori saja, namun harus secara terus menerus memperdayakan petani dan kelompok tani yang ada di Kabupaten Solok, agar mutu dan produksi hasil tanaman kentang bisa meningkat,” tutur Marsal Syukur.

Pihaknya juga berharap agar Dinas Pertanian atau Pemkab Solok, bisa mendatangkan tim ahli pertanahan, untuk mengetahui jenis kesuburan tanah yang secara berulan-ulang dan berpulupuluh tahun dimanfaatkan oleh petani, khususnya di daerah Alahan Panjang dan Sungai Nanam sekitarnya.

Meski diakuinya, saat ini ada alat pengukur lahan kesuburan tanah dengan cara menguji kesuburan tanah dengan cara sederhana, namun sekitar 85 persen petani tidak memahami dan hanya mengandalkan pupuk dan berbagai jenis racun agar tanaman mereka bisa subur.

“Masyarakat tidak mengetahui keadaan biologi tanah, fisik, dan kimia menentukan kesuburan tanah. Keadaan biologi tanah meliputi pengikatan nitrogen udara dan aktivitas mikroba merombak bahan organik dalam humifikisasi. Keadaan fisik tanah meliputi tekstur, kelembapan, struktur, kedalaman, dan tata udara. Keadaan kimia tanah meliputi kejenuhan basa. KTK, bahan organik, unsur hara, reaksi tanah, ketersediaan tumbuhan tanaman, dan cadangan unsur hara. Namun apakah semua petani memahami hal itu?,” terang Marshal Syukur. Untuk itu, dirinya berharap agar Dinas Pertanian mendatangkan ahli pertanahan dari IPB atau ITB dan memberi penyuluhan ke masyarakat tentang kondisi tanah dan tanaman apa yang cocok untuk dikembangkan.

“Hampir setiap rumah tangga di Sungai Nanam dan Alahan Panjang iji memakai zat kimia yang sangat berbahaya untuk tanaman mereka. Sebab kalau tidak pakai pupuk dan zat kimia, tanaman tidak akan tumbuh karena sudah puluhan tahun dipakai secara tersus menerus dan harus ada solusi dari Pemkab Solok,” tutur Riki Namzal, salah seorang tokoh masyarakat Sungai Nanam. Pihaknya sependapat dengan anggota DPRD Kabupaten Solok, Marshal Syukur agar harus ada upaya dari Pemkab Solok untuk mendatangkan ahli pertanahan ke Kabupaten Solok agar masyarakat petani tidak menggunakan zat kimia terlalu berlebihan.

“Kalau tidak, tanaman yang dihasilan merupakan produk kimia yang kita berikan kepada anak cucu kita, makanya orang sekarang gampang terserang strouk,” pungkas Riki Namzal (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda