SOLOK,  JN-
Terserang tumor ganas selama hampir dua tahun,  nasib Pak Amrianto Am (57), warga Taratak Pauh,  Nagari Sungai Nanam, Kec. Lembah Gumanti,  Kabupaten Solok, benar-benar sangat memprihatinkan. 


Selain tinggal di rumah tidak layak huni,  Pak Amrianto juga tinggal seorang diri. Untuk kebutuhan sehari-hari,  pak Amrianto menunggu belas kasihan dari tetangganya.  Kadang dibantu adiknya yang tinggal agak jauh dari kediaman Pak Amrianto. 
Sabtu (16/10), rumah pak Amrianto dikunjungi pengurus Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam dan persatuan Perantau Sungai Nanam yang tergabung dalan wadah IKKSN.
Sejak berdiri,  yayasan ini sudah banyak melakukan kegiatan sosial di Sungai Nanam. Yayasan ini berdiri tidak terepas dari peran seorang Babin TNI yang bertugas di Sungai Nanam, yakni Bapak Mulyono Supratmal Candra yang saat ini menjabat sebagaiKetua Dewan Pembina dan Pendiri Yayasan dan aktivis Sosial Masriwal.M. Bg.S.AP.


Mereka mendatangi rumah pak Amrianto bersama Wakil Ketua IKKSN, Syafrijon atau ⁨Jhon Sei yang sehari-hari berdomisili di Jakarta⁩.

“Ya, Nagari Sungai Nanam ini sangat luas dan penduduknya juga lebih dari 30 ribu jiwa. Selain padat penduduk, masalah sosial tentu juga tumbuh disini. Jadi kita tergerak hatinya untuk membuat yayasan sosial dari kita untuk kita, agar bisa membantu sesama,” sebut Ketua Yayasan Generasi Peduli Sungai Nanam, Masriwal.
Yayasan dan IKKSN serta pemerintah Nagari Sungai Nanam juga sudah membuat surat permohonan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Solok.


“Kabarnya saat ini beliau tidak memiliki istri dan anak. Beliau terpaksa menikmati masa tuanya sebatang kara.Parahnya lagi,  beliau tidak bisa beraktivitas dan untuk makan minum menunggu belas kasihan orang lain,” terang Mulyono. 
Pada kunjungan itu,  pengurus Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam ,wakil ketua IKKSN saudara Syafrijon, menyerahkan bantuan sembako dan tongkat jalan serta uang tunai kepada pak Amrianto. Bantuan itu merupakan sumbangan  infak, sadaqah, wakaf dermawan yang berada di rantau maupun di kampung halaman. 
“Kaki saya sudah membusuk dan tidak bisa beraktivitas lagi. Kondisi seperti ini sudah hampir 2 tahun saya alami,” terang Amrianto. Beliau juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam ,wakil ketua IKKSN.

“Saya sangat ingin sehat, namun apalah daya, biaya pun tak ada. Untuk bekerja keladangpun saya sangat kesulitan,” papar pak Amrianto. 
Beliau juga bercerita bahwa pernah 3 hari tidak makan, hanya minum air putih dan roti, karena tidak ada beras yang akan dimasak.
Selama hampir 2 tahun menahan sakit,  sementara menurut beliau perkiraan biaya untuk pengobatan dan perawatan menghabiskan sekitar 20 juta rupiah.
“Namun itu seakan hanya mimpi, untuk sehat dan berobat bagi saya, tidak tau uang itu dari mana,” tutur Pak Amrianto.

Sementara bagi dermawan yang ingin membantu pak Amrianto, siilahkan kirimkan melalui Rek No.5542-01-027990-53-8.A.n Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam.Kecamatan Lembah (wandy)

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version