Kisah

Kapolres Solok AKBP Apri Wibowo, Bersilaturrahmi Jangan Pandang Bulu

×

Kapolres Solok AKBP Apri Wibowo, Bersilaturrahmi Jangan Pandang Bulu

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN- Kapolres Solok, AKBP Apri Wibowo, S.Ik, memang dikenal dekat dengan siapapun dan bergaul tanpa pandamg bulu, pangkat atau jabatan.


Menurut AKBP Apri Wibowo,  bersilaturrahmi dengan siapa saja dan jangan membeda-bedakan orang karena bersilaturrahmi adalah ibadah dan memperpanjang umur.

“Perbedaan pejabat atau pegawai dengan masyarakat lainnya hanya dibedakan oleh pakaiannya saja. Selebihnya kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan dan yang penting sifatnya,” sebut AKBP Apri Wibowo, Jum’at (30/9), saat terciduk ngobrol santai dengan tukang kebersihan Kantor Polres Solok, Mak Geh atau Win di Lubuk Selasih.
Mak Geh yang merupakan warga Kayu Jao, Nagari Batang Narus itu sudah lebih 15 tahun bekerja jadi tukang kebersihan di Polres Solok, atau semenjak Polres Solok mulai berdiri.

Baca Juga :
Miliki Kelainan Kelamin, Syahidah Rasyid si Bocah Malang Warga Koto Gadang Guguak Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Pada pembicaraan tersebut, Mak Geh tampak tanpa sungkam bercerita kepada orang nomor Satu di Polres Solok tersebut tentang suka dukanya bekerja di Polres Solok. 
Mak Geh  yang saat ini sudah berusia lebih dari 70 tahun ini, sekarang tinggal sebatang kara, tidak punya isteri dan anak.

Mak Geh juga mengaku bangga memiliki Kapolres yang tidak sombong. Bahkan disela-dela waktu santai Kapolres, Mak Geh sering diajak berdiskusi oleh Kapolres.

Baca Juga :
Warga Muara Panas Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Tergantung Dipohon Mahoni


“Kerja saya hanya membersihkan kantor dan membersihkan ruangan. Tapi Bapak Kapolres tidak memandang itu. Pesan beliau kerja apa saja halal. Asal tidak mencuri dan melanggar hukum,” terang Mak Geh, memuji kebaikan Kapolres Solok, AKBP Apri Wibowo.
Bahkan Mah Geh sering mendo’akan agar Kapolres selalu sehat agar lancar dalam bertugas.


“Saya hanya berpesan kepada pejabat lain, agar meniru sifat Bapak Kapolres kita, tidak sombong dan tidak membeda-bedakan orang,” pungkas Mak Geh (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *