Kisah  

Erviera Syahnaz Maryam Lovienta, Memohon Dukungan Masyarakat Sumbar Pada Pemilihan Puteri Indonesia 2022

SOLOK, JN- Perempuan Minangkabau dalam modernisasi sebagai konsep dasar berfikir untuk perjuangan seorang perempuan.


Setidaknya, hal itu yang menjadi landasan ketika menyoal sosok perempuan hebat sekelas Siti Manggopoh yang dijuluki “Singa Betina di Minangkabau.Aroma kekaguman terhadap sosok Siti Manggopoh itu meluncur dari Erviera Syahnaz Maryam Lovienta, duta dari Sumbar pada kancah pemilihan Puteri Indonesia 2022.
Saat ini Viera lolos mewakili Sumbar dari 45 finalis Puteri Indonesia 2022 yang akan digelar bulan Mei mendatang.

Viera sapaan akrabnya yang bedarah Minagkabau ini lahir di Bali tahun 1988, berasal dari pasangan H. Ekky Rezal, M.SE Dt. Rajo Mudo yang berasal dari suku Parak Panjang, Jorong Sawah Sudut, Nagari Salayo, Kab. Solok, Sumbar, sedangkan sang Ibu adalah Hj.Elistiani Diah L. SE berdarah Jawa Timur kelahiran Bali.DinyatakanViera, dari berbagai literature yang dikutipnya, upaya nyata dilakukan Siti Manggopoh kelahiran di Manggopoh,, Lubuk Basung, Agam, 15 Juni 1881, disebutkan, dalam suatu penyerangan, Siti menjadikan dirinya sebagai umpan ketika menyusup ke markas Belanda. Saat itu, puluhan orang Belanda sedang mengadakan perjamuan.Siti yang menyusup ke dalam. Kemudian diam-diam ia padamkan lampu.

“Luar biasanya, dalam penyerbuan tersebut, tak seorang pun pejuang yang gugur. Bahkan, mereka berhasil membunuh 53 dari 55 serdadu Belanda. Dua serdadu Belanda yang mengalami luka serius berhasil meloloskan diri ke Lubuk Basung. Ke depannya saya akan menggali lebih dalam bagaimana heroiknya perjuangan beliau meskipun namanya belum seharum RA, Kartini. Upaya mengungkap kesejarahannya adalah tangunggjawab anak negeri Minangkabau” sebut alumnus Sunway University (Malaysia) dan Lancaster University (UK) di bidang Public Relations.Sisi lain, Viera tertarik mengulik menyoal perempuan bantu perempuan. Pada kebanyakan masyarakat berstigma tentang perempuan yaitu perempuan merupakan kaum lemah yang menjadi sasaran kekerasan, akses yang terbatas, diskriminasi, pendidikan rendah dan lain sebagainya.

Baca Juga :
Di Solok, Mayat Pemuda Ditemukan Sudah Membusuk  di Dalam Kamar

Perempuan seringkali dianggap sebagai manusia lemah dan hanya dianggap sebagai pelengkap saja dan naifnya dianggap sebagai aksesories belaka dalam rumah tangga.Anak muda memerlukan sosok inspiratif yang mampu menjadi suritauladan mengantarkan masadepan yang lebih baik.. Generasi saat berupaya kerja dan berpikir keras bahu membahu menghadirkan perempuan-perempuan tangguh dalam kepemimpinan mereka.

Erviera Syahnaz Maryam Lovienta

“Perempuan memacu karier kerap dianggap ambisius karena ditenggarai ingin mengalahkan laki-kali atau para suami dan dianggap mempermalukan laki- laki karena  dituding mempermalukan harkat, martabat dan derajat laki-laki dalam keluarga. Sejatinya, perempuan itu adalah mitra dari-laki-laki atau para suami,  Ini tantangan perempuan ke depannya yang perlu disikapi secara cerdas dan berkualitas“ sentil peraih gelar akademik S1 dengan dual gelar Bachelor of Arts  pada jurusan Public Relations and Project Management pada 2019, pungkas Viera sang peraih juara penulisan esai se Provinsi Bali.

Menyoal perempuan Minangkabau sambung Viera, kedudukan tertinggi perempuan di Minangkabau adalah Bundo Kanduang dan juga dijuluki dijuluki limpapeh rumah nan gadang. Kedua label yang melekat bernuansa kehormatan atau suatu mahkota bagai perempuan tidak sertamerta menempatkan peremuan menjadi wanita rumahan sebagai isrti untuk merawat anak-anaknya.
Karena lolos masuk finalis Puteri Indonesia 2022, Viera memohon  dukungan kepada orang kampungnya di Salayo dan Sumbar. Bahkan dirinya sudah sowan dan minta dukungan ke Wagub Sumbar Audy dan Umi Herlina, sebab dalam waktu dekat ia akan mewakili Sumbar dalam ajang tahunan begengsi oleh Yayasan Puteri Indonesia tersebut.

Baca Juga :
Alumni SMP Negeri 3 Gunung Talang Angkatan 2000 Bantu Indra Yeka Yang Buta dan Tidak Bisa Mendengar Lagi

“Saya memohon dukungan Bapak Audy Joinaldy dan Umi Herlina, serta seluruh masyarakat Sumbar karena dalam waktu dekat saya akan maju ke ajang nasional mewakili Sumatera Barat dalam Pemillihan Puteri Indonesia 2022 ini,” cetus wanita cantik itu.

Menutup perbincangannya, Viera sosok yang mewakili Sumatera Barat di pentas nasional pemilihan Puteri Indonesia 2022 berharap dukungan semangat dan doanya agar dirinya untuk dapat meraih sukses sebagai pemenangnya(jn01/men)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.