Dinas Sosial Kunjungi Keluarga Erisman di Koto Gaek Guguak Yang Sempat Viral di Medsos

0
398

SOLOK, JN- Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kabupaten Solok, menindak lanjuti keluarga penghuni gubuk yang berlantaikan tanah dan beratapkan plastik bekas yang sempat viral di medsos dalam Seminggu terakhir.

Keluarga yang tinggal di Nagari Koto Gaek Guguk Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok ini, hari Kamis (26/12), dikunjungi langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Yandra Prasat bersama staf dan perangkat nagari Koto Gaek Guguak. Sebelum ke lokasi, rombongan dari Dinas Sosial, mengunjungi kantor Walinagari Koto Gaek Guguak.

“Kita datang ke rumah keluarga tersebut atas perintah Bapak Bupati Solok dan beliau memerintahkan untuk mencari keberadaan dan segera menyiapkan bantuan darurat sosial untuk keluarga tersebut, ” jelas Yandra Prasat, Jum’at (27/12).

Rombongan dari Dinsos dan juga melibatkan Aparatur Pemerintahan Nagari Koto Gaek Guguak, dan beberapa orang awak media, menelusuri jejak keberadaan penghuni pondok plastik bekas beserta keluarganya.
Meski menempuh jarak dan jalan setapak sekitar 2 Kilometer dengan berjalan kaki sambil memikul barang bantuan, namun tim dengan semangat tinggi menyisir lokasi tempat dimana keluarga tersebut berada.

Sesampai di lokasi dengan menelusuri jalan setapak, rombongan disambut oleh Erisman (32) dan isteri Desrika (30) serta anak dan orang orang tuanya.

Pada arahannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Yandra Prasat menjelaskan bahwa tindakan prilaku netizen yang memposting di media sosial keadaan seperti tersebut, tentu akan berdampak buruk terhadap citra Pemerintahan Kabupaten Solok. Apalagi Bupatinya orang Guguak sendiri dan seakan tidak peduli terhadap warganya yang miskin.
“Para pembaca medsos akan berasumsi bahwa Pemkab Solok melakukan pembiaran pada warga yang terlantar dan tidak peduli nasib orang miskin,” sebut Yandra.

Sementara yang memposting fhoto-fhoto mereka adalah mamak mereka, dengan maksud foto gubuk plastik dan rumah beralaskan tanah ini, sengaja diviralkan oleh kerabat dekatnya, dengan harapan, pasangan ini bisa memperoleh bantuan dari Dinas terkait berupa bantuan bedah rumah.

Apalagi apa yang dioisting di medsos dan setelah ditelusuri, ternyata tidak sesuai dengan fakta yang ada.
“Kondisi keluarga Erisman tidaklah separah yang dibayangkan netizen di Medsos, dimana pasangan keluarga ini menempati pondok beratapkan plastik sekaligus untuk menunggui ladang yang ditanam jagung dan cabe,” sebut Yandra.
Dijelaskan Yandra, pasangan Erisman, sudah sering berpindah pindah tempat tinggal, ini lokasi tersebut sudah semenjak 3 bulan terakhir. Bahkan tanah yang ditempati juga tanah sewa masih milik orang lain.
Awalnya keluarga ini tinggal di rumah layak huni, namun karena tidak merasa nyaman dan harmonis karena ada masalah dengan orang tua mereka, pasangan Erisman dan Deriska, pergi meninggalkan rumah orang tuanya dan tinggal di kebun milik warga lainnya.

Menurut Yandra, bahkan sebelum kejadian ini viral di medsos, pihak Pemerintahan Nagari pernah menyarankan agar keluarga ini pindah kerumah yang lebih layak, demi anak-anak mereka yang masih kecil.

Kepada Tim dari Dinas Sosial, orang tua Deriska menyebutkan bahwa tidak ada mereka mengusir anaknya. Bahkan menurutnta anaknya saja yang mungkin tidak merasa nyaman tinggal di rumah orang tuanya. “Padahal rumah orang tua mereka besar untuk mereka tempati. Namun mungkin mereka ingin hidup mandiri,” sebutnya.

Dijelaskan Yandra, Fakta yang ditemuan di lapangan, pasangan ini dasarnya bukan dari keluarga miskin, cuma karna hidup merek tidak menetap dan berpindah pindah juga tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Padahal kalau mereka mau menetap, mungkin ekonomi mereka akan stabil.

Hasil investigasi di lapangan, kondisi kehidupan mereka sangat kekurangan. Untuk itu, Dinsis langsung membawa bantuan darurat sosial kejadian luar biasa yang sudah disiapkan untuk disalurkan. Adapun bantuan yang dibawa antara lain peralatan rumah dan dapur selengkapnya, sandang serta sembako, juga pakain sekolah dan lainnya.

“Rencananya pada tahun anggaran 2020 nanti, keluarga ini akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan dari PKH berupa program rumah tidak layak huni. Bahkan pemerintah nagari juga bisa,” sebut Yandra Prasat.

Walinagari Koto Gaek Guguak, terpilih Mardi Handerson menyebutkan bahwa rumah yang diviralkan netizen, bukanlah rumah hunian, namun hanya gubuk di ladang.
“Mungkin keluarga Erisman malas pulang karena menungguin panen jagung takut diganggu hama babi dan lainnya, ” terang Mardi Handerson.

Sementara Bupati Solok, H. Gusmal berharap bahwa dengan adanya tim investigasi dari Dinsos ke lapangan, maka diharapkan masyarakat tidak salah mentafsirkan fhoto-fhoto di medsos sebelumnya.

“Semoga hal ini kedepannya tidak terjadi lagi, ” sebut H. Gusmal (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here