Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibunuh Ibu Kandung

0
238

SUNGAYANG, JN- Curiga gelagat RD (37), warga jorong Baruah Bukik Nagari Andaleh, Kecamatan Sungayang Tanah Datar berperilaku tidak seperti biasanya, warga laporkan ia ke Polsek Sungayang, Jum’at (20/9).

Menurut keterangan aparat kepolisian, warga menaruh curiga terhadap pelaku yang menyiram tanaman di sekitar tempat bayi tersebut dikuburkan. Padahal, sepengetahuan warga di tempat itu tidak ada tumbuh tanaman yang patut untuk disiram. Ditambah lagi warga curiga badan pelaku menjadi kurus tiba-tiba, padahal sebelumnya agak gemuk.

”Mendapat laporan, pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat dan perangkat nagari langsung menuju lokasi melakukan penggalian tepat di samping rumah pelaku dan ditemukan bayi yang telah dikafani dari dalam gundukan tanah,” ucap Kasat Reskrim AKP Purwanto melalui anggota unit PPA Polres Tanah Datar Briptu Tulus Sulistyo Pratomo.

Berdasarkan keterangan pelaku saat ditanyai petugas, ia melahirkan bayi seorang diri pada Selasa pagi (17/9). Diduga karena malu melahirkan bayi tanpa suami pelaku membekap bayi malang tersebut hingga meninggal dunia, lalu menguburkan jasad bayi tersebut tepat di samping rumahnya.

”Pelaku mengaku panik dan malu serta takut ketahuan warga saat bayinya menangis yang merupakan hasil hubungan gelap, ia membekap bayi tersebut yang sempat kejang- kejang sebelum meninggal. Ia juga berusaha hendak meminta pertolongan warga, namun tidak menemukan pada siapa hendak minta tolong hingga ia menguburkan seorang diri,” tambah Briptu Tulus Sulistyo Pratomo.

Sementara itu, pihak kepolisian juga akan memintai keterangan dari laki-laki yang telah menghamili pelaku hingga melahirkan. Hal ini dilakukan guna mencari tahu sejauh mana hubungan laki-laki tersebut dengan pelaku.

“Berdasarkan keterangan pelaku, jika ia telah 6 kali melakukan hubungan badan dengan laki-laki yang diketahui masih satu kampung dengan pelaku yang juga berstatus duda,” ujarnya.

Saat ini jasad sang bayi malang telah dibawa ke RS bayangkara untuk keperluan autopsi dan pelaku telah diamankan di Mapolres Tanah Datar sementara waktu.

“Mengingat kondisi pelaku yang masih lemah usai melahirkan, pihak penyidik akan merujuk pelaku terlebih dahulu ke rumah sakit umum daerah Batusangkar untuk cek kondisi kesehatan pelaku lebih lanjut. Setelah sembuh, baru kita mintai keterangan lebih mendalam,” tutupnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-undang pidana pasal 241, menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (Damara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda