Akses Jalan Menuju Kecamatan Tigo Lurah Masih Sangat Memilukan

0
416

SOLOK, JN-Kondisi jalan Kabupaten Solok menuju Lima Nagari yang ada di kecamatan Tigo Lurah, sungguh sangat memilukan. Kondisi ini diperparah, apabila musim hujan tiba. Dihampir beberapa titik jalan, akan terlihat seperti Kubangan Kerbau, licin dan becek.

Selain itu, di sepanjang jalan yang dimulai dari Nagari Sirukam di Kecamatan Payung Sekaki, mau menuju Kecamaran Tigo Lurah, kita harus berjuang menempuh akses jalan yang buruk dan kanan kiri jalan juga ditumbuhi semak belukar setinggi 2 hingga 3 meter yang menjorok ke bahu jalan. Hampir tidak tampak pinggir jalan, karena memang semak belukar menutup jalan kiri kanan.

Jalan yang bisa ditempuh 3 sampai 4 jam menuju nagari terdekat di Tigo Lurah yakni Simanau, sekarang bisa ditempuh 5 jam.

Sepanjang jalan, klakson kendaraaan harus selalu dibunyikan, kalau tidak akan fatal, bertabrakan dengan kendaraan lain, seperti sepeda motor.
Selain semak belukar menghampit jalan, setiap 5 sampai 10 meter, akan ada jalan meningkung, ke kanan dan kekiri. Sementara kalau terlalu ke kiri dari arah Sirukam, akan dicemaskan ban kendaraan akan slip masuk jurang.
Intinya, kondisi jalan itu sangat menyedihkan! Padahal jalan itu menjadi jalan utama keluar masuk bagi ribuan masyarakat yang akan ke keluar dari Tigo Lurah atau sebaliknya.

“Seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, memberikan perhatian khusus kepada daerah Tigo Lurah, terutama kondisi dan akses jalan masuk ke daerah ini, apalagi usia Kabupaten Solok sudah lebih 100 tahun, ” tutur Jon Garda (52), salah seorang warga Simanau, kepada KORAN PADANG, Rabu (12/6).

Hasil investigasi wartawan Koran Padang bersama Wabup Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, yang langsung menyetir mobil sendiri menelusuri jalan tersebut, benar-benar sangat memilukan.

Jika dibandingkan dengan beberapa gang di kecamatan Gunung Talang, Kubung, X Koto Singkarak dan kecamatan lainnya, jalan-jalan terlihat coran dan mulus. “Ini jalan menuju ke kecamatan saja sangat parah dan kanan kirinya juga ditutupi semak belukar,” Walinagari Batu Bajanjang, Tigo Lurah, Dahrul Asri.

Pihaknya sangat berharap agar anggota DPRD dan Pemkab Solok, khususnya Dinas PUPR, fokus ke Tigo Lurah, agar daerah itu bisa keluar dari keterisolasian. Bahkan sampai saat ini, seluruh nagari di Tigo Lurah masih masuk daerah tertinggal.

Menurut Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, pihaknya juga mengaku merasa sangat prihatin dengan kondisi jalan yang merupakan satu-satunya akses jalan masuk menuju Tigo Lurah yang bisa dilintasi kendaraan. “Padahal jalan ini sudah sering dilintasi pejabat, tetapi kok tidak diperhatikan,” tuturnya. Selain itu, hampir setiap Minggu terjadi kecelakaan di daerah itu.

Pihaknya berharap, agar pemerintah segera melakukan perbaikan akses jalan ke nagari Tigo Lurah dan membersihkan pinggiran jalan dari semak belukar, sehingga memudahkan akses masyarakat untuk melintas di jalan itu.

Wabup Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, segera akan membicarakan masalah jalan tersebut dengan Bupati dan akan memanggil Dinas PUPR agar jalan itu bisa segera dikerjakan dengan dana pemeliharaan jalan yang jumlahnya jutaan rupiah setiap tahunnya.

“Nanti akan kita bicarakan dengan Dinas PU, kalau bisa dana pemeliharaan jalan ini, khusus untuk Tigo Lurah biar dilimpahkan ke Nagari atau ke kecamatan agar bisa setiap saat digunakan, ” ucap H. Yulfadri Nurdin, yang tampak fokus menyetir mobil dan menekan tombol klakson setiap saat agar pengendara yang datang dari arah berlawanan tetap waspada.

Pihaknya berjanji akan segera membucarakan masalah ini dengan Bupati dan Dinas PUPR kabupaten Solok.
“Semoga kedepannya Tigo Lurah menjadi prioritas bagi kita, ” pungkas H. Yulfadri Nurdin (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda