Tumpukan Sampah di Perumnas Koto Baru Timbulkan Aroma Tak Sedap

0
488

SOLOK, JN– Tumpukan sampah di Perumnas Atas Koto Baru, Kecamatan Kubung,  Kabupaten Solok,  dalam beberapa bulan terakhir sudah menimbulkan keresahan terhadap warga sekitar karena tidak terurus dan juga sudah menimbulkan bau tidak sedap.

“Ya benar,  kalau cuaca hujan begini,  bau sampah sangat menyengat kepada kita yang tinggal di sekitar lokasi Perumnas ini dan sangat berbahaya untuk kesehatan dan anak-anak, ” ucap Mardi (46), salah seorang warga Perumnas Atas, kepada Koran Padang, Minggu (20/1).

Disebutkan Mardi,  tumpukan sampah yang tidak terurus sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, dimulai semenjak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok menarik bak sampah dari lokasi Perumnas atas. Entah apa masalahnya, pihak kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, tiba-tiba menarik bak sampah dari Perumnas atas Koto Baru. “Kabarnya setoran sampah dari warga tidak lagi disetorkan ibu Jorong kepada pihak pihak KLH, sehingga pihak KLH menarik bak sampah dari Perumnas atas Koto Baru, ” tutur Mardi. 

Selain itu, dia juga melihat bangkai binatang dibuang di lokasi tersebut, sehingga banyak warga yang merasa tidak nyaman dalam rumah. “Saya meminta tolong kepada pihak terkait mencarikan tempat lain untuk menempatkan bak penampungan sampah agar bak sampah didalam Komplek Perumnas agar bau tidak sedap bisa dihindarkan,” tutur Mardi. 

Hal yang sama juga dikeluhkan warga Perumnas lainnya,  Ismar (45), bahwa bak sampah ditarik dari Perumnas oleh KLH,  karena pihak walijorong sebagai pengumpul dana tidak lagi menyetorkan uang warga kepada KLH yang jumlahnya Rp 500 setiap bulannya.  “Sementara kata buk wali,  pihak KLH meminta uang setoran sampah Rp 1 juta,  sehingga pihak KLH lepas tangan, ” jelas Ismar. Disebutkannya, uang setoran warga untuk sampah dilakukan melalui kelompok arisan yang disetorkan kepada ibuk walijorong. 

Sementara Wali jorong Perumnas,  Fifi,  ketika dihubungi media,  tidak berhasil dikomfirmasi prihal tumpukan sampah tersebut. 

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Yasral,  Kepada Koran Padang menyebutkan bahwa pihaknya belum begitu memahami komplik yang terjadi antara warga dengan pihak walijorong,  terkait setoran uang sampah ke KLH. Karena yang bersangkutan mengaku belum lama bertugas di Dinas KLH.

“Tetapi masalah itu benar terjadi,  dan kita sudah bicarakan hal itu dengan ibu Jorong serta Bapak Wali dan dalam waktu dekat akan ada penbicaraan antara warga dan pihak jorong serta K LH, ” jelas Yasral.

Sementara Walinagari Koto Baru, Afrizal, K, juga berjanji akan mencoba mencarikan solusi masalah tersebut.

“Kita akan mencoba membahas hal ini secepatnya dengan warga Perumnas dan pihak KLH agar tidak berlarut-larut, ” pungkas Afrizal (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda