RSUD Arosuka Kembali Akan Dibuka Pada Rabu 27 Mei 2020

SOLOK, KP- Setelah ditutup untuk umum sejak tanggal Sabtu tanggal 16 Mei 2020 lalu, karena terkait dengan adanya satu orang warga Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, yang terkonfirmasi Positif Covid-19,maka Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka akan kembali akan kembali dibuka pada Rabu tanggal 27 Mei 2020.

Surat Edaran Bupati Solok tentang pembukaan kembali RSUD Arosuka

Pembukaan kembali RSUD Arisuka, berdasarkan Surat Edaran Bupati Solok Nomor: 4451/324/TU-RS/V/2020 dimana setelah dilakukan Swab test terhadap pegawai Rumah Sakit oleh Laboratorium Unand Padang dan hasilnya dinyatakan negatif, maka mulai tanggal 27 Mei hari Rabu 2020, RSUD Arosuka Kabupaten Solok, kembali dibuka untuk umum.
“Setelah berkoordinasi dengan Bapak Bupati Solok, maka beliau mengizinkan RSUD dibuka tanggal 27 Mei 2020 tersebut,” terang Dirut RSUD Arosuka, drg. M. Yones Indra, Sabtu (23/5).
Dijelaskan drg. M. Yones Indra, penutupan RSUD Arosuka sebelumnya sejak Sabtu lalu, berdasarkan keluarnya hasil tes swab yang didapat hari Jumat 15 Mei 2020, yakni dengan adanya seorang laki-laki warga Koto Baru, yang berumur 69 tahun atas nama ‘BS’ dinyatakan positif covid-19. 

Hal itu juga diperkuat oleh Juru Bicara Penanganan virus corona (Covid-19) Kabupaten Solok, Syofiar Syam,S, Sos, M,Si, yang menyampaikan, bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan penutupan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka, sejak Sabtu pagi (16/5/2020) lalu, karena riwayat almarhum pasien positif Covid-19 yang sebelumnya dirawat di RSUD Arosuka.
“Penutupan Rumah sakit tersebut dilakukan karena ada 31 petugas rumah sakit yang pernah kontak langsung dengan pasien positif termasuk dokter,” terang Syofiar Syam.
Pada haru Sabtu itu juga, terhadap Rumah Sakit sudah dilakukan penyemprotan dengan desinfektan serta mengambil tes swab terhadap seluruh petugas rumah sakit, serta 31 orang petugas yang kontak langsung dengan pasien.
“Semua petugas Rumah Sakit yang berjumlah 31 orang yang kontak langsung dengan pasien positif menjalani karantina di Confention Hall Alahan Panjang dan ada yang dirumah. Setelah dilskukan Swab test, semua hasilnya negatif,” sebut Syofiar Syam.

Baca Juga :
Klub Jantung Sehat Bersilaturrahmi Dengan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok


Ditambahkan Syofiar Syam, sedikitnya 79 orang pegawai di Pemkab Solok, termasuk satu orang Kepala Dinas dan satu oranh Kabag, juga dilaporkan berinteraksi kangsung dengan almarhum BS, sesuai surat yang beredar di grup Pemda. “Yang terbanyak memang pegawai di RSUD Arosuka, kemudian pegawai di Barenlitbang dan Kominfo karena anak yang bersangkutan kerja di sana. Selain itu ada di Sekretariat Daerah dan lainnya,” sebutnya.
Oenutupan RSUD Arosuka waktu itu, dilakukan sampai hasil tes swab petugas keluar, dan hal ini dilakukan pihak rumah sakit guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok. 


Sementara pasien yang ada sudah waktu itu juga dipindahkan ke Rumah Sakit terdekat seperti RSUD M.Natsir dan RST Solok di kota Solok
Seperti diberitakan sebelumnya, Almarhum BS (69) sebelumnya merupakan pasien dalam pemeriksaan (PDP) dan dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19), berdasarkan hasil tes swab dari Labor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Padang, pada Jumat kemaren (15/5). 

Almarhum BS yang meninggal pada hari Kamis (14/5/), pernah dirawat di RS M. Natsir Kota Solok, di Semen Padang Hospital dan terakhir di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok. Sebelumnya, BS pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan hasil kedua tes, negatif.

Baca Juga :
Bupati Gusmal Hadiri Pelaksanaan Upacara HUT TNI Ke-75 Secara Virtual di Kodim 0309 Solok


Dari catatan RSUD Arosuka, BS masuk ke IGD RSUD Arosuka pada Rabu (13/5/) sekira pukul 10.00 WIB, dengan keluhan penyakit paru-paru. BS kemudian dirawat di ruang interne. Karena kondisi terus menurun sepulang dari Semen Padang Hospital, BS direncanakan menjalani tindakan operasi pengeluaran cairan pleura. Pihak RSUD Arosuka menganjurkan dilakukan tindakan isolasi. Namun, pihak keluarga meminta tidak diisolasi, dengan alasan sudah menjalani dua kali rapid test Covid-19 dengan hasil negatif. Sehingga pasien akhirnya dirawat di Ruang Paru Interne.


Pada Kamis pagi (14/5/), kondisi pasien drop (menurun). Tindakan nebu yang dilakukan tim medis tidak berhasil. Sekira pukul 08.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal. Salah seorang dokter di RSUD Arosuka menganjurkan pengambilan sampel swab. Setelah dilakukan swab, pihak RSUD Arosuka berkeputusan untuk penyelenggaraan jenazah dengan protokol Covid-19. Namun, pihak keluarga menolak.
Dari keterangan keluarga, almarhum dimandikan oleh keluarga mamakai alat pelindung diri (APD) seadanya. Yakni berupa mantel plastik dan hanscoen (sarung tangan). Namun, tidak semua yang memandikan jenazah memakai APD, apalagi APD khusus. Pemakaman almarhum juga tidak dilakukan dengan protokol pemakaman Covid-19 (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.