Promosi Kesehatan Rumah Sakit Melalui Media

0
73

PROGRAM promosi kesehatan merupakan program yang sangat strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberian informasi kesehatan agar dapar berperilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Program Promosi Kesehatan tidak hanya menjadi tugas Puskesmas saja, namun juga Rumah Sakit dengan istilah PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) yang diatur dalam Permenkes 04 tahun 2012 dan juga Permenkes 44 Tahun 2018. Dalam Permenkes tersebut dijelaskan bahwa PKRS dapat disampaikan melalui berbagai strategi, diantaranya pemberdayaan yang didukung oleh Bina Suasana, Advokasi, serta Kemitraan yang menggunakan berbagai metode dan media yang tepat.
Saat ini di Kota Padang terjadi krisis kesehatan masyarakat yang dibuktikan dengan beberapa peningkatan trend kasus kesehatan, diantaranya penyakit Tuberkulosis (TB), menurut Dinas Kesehatan Kota Padang bahwa kasus TB mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pada tahun 2012 kasus TB hanya berjumlah 628 kasus namun menjadi 2.029 kasus pada tahun 2018. Kasus lainnya juga terjadi pada HIV/AIDS , kasus HIV meningkat menjadi 370 pada tahun 2017 yang sebelumnya berjumlah 300 kasus pada tahun 2016. Tidak hanya itu, kasus Demam Berdarah (DBD) juga mengalami peningkatan trend kasus kesehatan. Pada bulan Januari 2019 ditemukan sebanyak 256 kasus DBD, sementara pada Desember 2018 kasus ini berjumlah 189 kasus (Digital Media Padang Ekspres, “Kasus DBD meningkat Tajam”, 15 Februari 2019). Berbagai peningkatan kasus berbahaya tersebut berkaitan dengan kurangnya informasi kesehatan yang mereka akses. Hal ini juga disampaikan oleh Liliweri dalam bukunya Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan (2013) yang menyatakan bahwa berbagai penyakit yang diderita individu maupun masyarakat pada umumnya berasal dari ketidaktahuan atau kesalahpahaman tentang informasi kesehatan yang mereka akses. Kurangnya informasi serta ketidaktahuan masyarakat tentang informasi kesehatan membuat tidak ada jalan lain untuk menyukseskan kesehatan kecuali dengan memanfaatkan jasa komunikasi, salah satunya yaitu dengan melakukan program PKRS yang maksimal.
PKRS termasuk kedalam kegiatan yang paling tepat dalam memberikan informasi dan edukasi seputar kesehatan, sebab Rumah Sakit merupakan tempat dimana seseorang akan lebih peduli terhadap kesehatannya kedepan, ditambah lagi waktu yang dihabiskan di Rumah Sakit bagi orang-orang yang melakukan rawat jalan biasanya hampir seharian, mulai dari antri dibagian pendaftaran, kasir, poliklinik, bahkan antri saat pengambilan obat. Melihat hal tersebut, Rumah Sakit perlu memperkuat promosi kesehatan kepada pasien ataupun pengunjung Rumah Sakit yang disampaikan melalui media. Menurut Permenkes 04 tahun 2012, berbagai strategi dapat diterapkan dalam promosi kesehatan Rumah Sakit, salah satunya melalui Bina Suasana, dimana pada Permenkes tersebut dijelaskan bahwa, bina suasana juga dapat disampaikan melalui pemanfaatan ruang atau sudut-sudut Rumah Sakit yang sangat dekat dengan para pasien ataupun pengunjung Rumah Sakit. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemasangan Poster, penyediaan Leaflet dan juga VCD/DVD player yang menayangkan informasi kesehatan.
Diperkuatnya PKRS Rumah Sakit melalui media membuat kejenuhan para pasien untuk antri lama dapat bermanfaat dengan membaca ataupun menonton tayangan yang sangat informatif. Saat ini, belum semua Rumah Sakit yang memaksimalkan PKRS melalui media, bahkan beberapa Rumah Sakit hanya menjadikan PKRS yang diatur dalam Permenkes tersebut sebagai syarat wajib saja, sehingga PKRS tidak berjalan maksimal, hal ini bisa terlihat dengan penyediaan Leaflet yang sering kosong dan tidak begitu diperhatikan. Saat ini, di Kota Padang Semen Padang Hospital menjadi rumah sakit yang cukup maksimal dalam menyelenggarakan PKRS melalui media. Pemanfaatan ruang yang menjadi titik kumpul pasien dan pengunjung pasien di manfaatkan secara maksimal, seperti Ruang Pendaftaran untuk BPJS, ruang ini merupakan ruang yang sangat padat setiap harinya, bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan pasien umum, sehingga ini bisa menjadi salah satu tempat yang sangat strategis dalam menyampaikan promosi kesehatan Rumah Sakit. Penayangan informasi kesehatan yang menarik berupa video animasi untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dapat dinikmati oleh para pasien yang sedang antri. Berbagai video ditayangkan pada LCD tersebut dikemas dengan menarik, sehingga informasi unik dan menarik tersebut dapat terpatri kepada para pasien. Begitu juga dengan poliklinik dimana para pasien antri sebelum dipanggil menuju ruangan praktik dokter.
PKRS dapat disampaikan melalui leaflet yang dapat dibaca oleh para pasien dan pengunjung Rumah Sakit, sehingga waktu kosong pasien ataupun keluarga dapat dimanfaatkan dengan informasi kesehatan yang mereka dapatkan. PKRS yang dapat menyentuh semua orang di Rumah Sakit adalah PKRS yang disampaikan melalui media, akan tetapi pada kenyataannnya belum semua Rumah Sakit memaksimalkan hal tersebut, beberapa Rumah Sakit di Kota Padang tidak begitu memperhatikan promosi kesehatan melalui media. LCD yang terpajang di Rumah Sakit yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan informasi kesehatan namun hanya berisi informasi nomor antrian dan informasi layanan di Rumah Sakit, bahkan ada beberapa Rumah Sakit yang telah tersedia LCD namun dimanfaatkan untuk menonton Televisi.
PKRS melalui media sangat perlu dimaksimalkan sebab, menurut pakar komunikasi yang menjelaskan tentang beberapa teori komunikasi massa seperti teori jarum hipodermik, mengatakan bahwa pesan yang disampaikan melalui sebuah media seperti sebuah jarum yang disuntikkan kepada khalayak, sehingga ketika sebuah pesan disampaikan secara berulang-ulang, maka akan menimbulkan efek, seperti iklan-iklan yang ditayangkan ditelevisi membuat para penonton ingin memiliki dan melakukan hal yang serupa.
Kekuatan media inilah yang seharusnya diperhatikan dan diperkuat oleh pihak Rumah Sakit yang menyentuh banyak orang. Ketika seseorang melakukan pengobatan maka yang akan mendapatkan promosi kesehatan berupa edukasi melalui Professional Pemberi Asuh (PPA) seperti Dokter hanyalah pasien yang masuk kedalam ruang praktik dokter, namun bagi para keluarga ataupun pengunjung Rumah Sakit yang hanya berada diluar dan menunggu proses pengobatan selesai tidak mendapatkan hal tersebut, sehingga penggunaan media menjadi salah satu PKRS yang efektif untuk menyentuh banyak orang agar dapat berperilaku hidup bersih dan sehat.
(Penulis: Meldia Syaputri, Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unand))

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda