Pemkab Solok Gelar Workshop Penyiapan Generasi Emas

0
133

SOLOK, JN- Pemerintah Kabupaten Solok, menggelar workshop untuk persiapan generasi emas, bertempat di Ruang Pertemuan Barenlitbang Kabupaten Solok, Kamis (18/4).
Acara dengan tema “Ayo Cegah Stunting Dengan Memaksimalkan Pengasuhan di 1000 Hari Pertama Kehidupan” tersebut, dihadiri oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM, Kadis PPKB dan P3A, Zulfahmi, SH. MM, Kepala Barenlitbang Kabupaten Solok, Dusral, SE. MM, Kepala BKKBN Pusat yang diwakili oleh Sekretaris Utama BKKBN, H. Nofrijal, MA, Dosen Fak. Kesmas UNAND /Ahli Gizi, Dr.Helmizar, SKM, M.Biomed, Kabid KS/PK Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Dra.Mardalena Wati Yulia, M.Si dan para peserta workshop.

Ketua pelaksana acara, Nurbaiti Djaban, dalam Laporanny menyampaikan bahwa Workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan proyek prioritas promosi dan KIE 1000 hari pertama kehidupan dalam mencegahan dan penanggulangan stunting sebagai wujud mempersiapkan generasi emas Indonesia.

Disebutkannya, untuk tahun 2019 ini, Kabupaten Solok merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Sumatera Barat yang harus mendapatkan intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting. Setidaknya Ada 10 desa/nagari sasaran di Kabupaten Solok, seperti Nagari Batu Bajanjang, Koto Laweh, Koto Hilalang, Aia Dingin, Koto Gadang Koto Anau, Sibarambang, Sariak Alahan Tigo, Taruang-Taruang, Tanjuang Bingkuang dan Paninggahan.

Di 10 nagarai tersebut, akan dilakukan sosialasi materi pengasuhan pada masa 1000 HPK kepada keluarga yang memiliki anak balita dan ibu hamil

Bupati Solok, H. Gusmal, dalam sambutannya menyambut baik workshop ini, karena juga dapat dijadikan momen untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun langkah-langkah strategis untuk memantapkan dan mempercepat keberhasilan penuntasan permasalahan stunting di Kabupaten Solok.

“Program BKKBN ini di dukung oleh pemerintah daerah dengan membentuk kampung KB di lingkungan masyarakat dan hingga tahun 2019 ini sudah ada 32 kampung KB di Kabupaten Solok,” terang H. Gusmal.
Bupati berharap agar mengoptimalkan manfaat dan fungsi kampung KB serta program KB tersebut bagi masyarakat.

“Bentuk rencana program yang baik, serta sosialisasikan ke masyarakat dan mari bersama kita minimalisir penderita stunting di daerah untuk memaksimalkan tingkat pertumbuhan dan kesehatan serta meminimalisir dampak lain dari stunting itu sendiri ” harap Gusmal.

Bupati juga berpesan agar persiapkan generasi kita menghadapi masa bonus demografi dan berbagai tantangan globalisasi (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda