Pasien Positif Virus Corona Dari Jambi Lari ke Junjung Sirih Kab. Solok

0
5030

SOLOK, JN – Satu pasien positif virus corona (Covid-19) asal Kecamatan Muaro Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, melarikan diri dari tindakan karantina yang dilakukan Pemkab Batang Hari Senin (18/5/2020). Pasien berinisial FD (45), tersebut lari ke Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sontak, kabar tersebut membuat heboh jagat media sosial Junjung Sirih dan Kabupaten Solok.

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Junjung Sirih yang terdiri dari Camat, Kapolsek dan Danramil langsung turun ke lokasi. FD (45) akhirnya ditemukan menjalani “isolasi mandiri” di sebuah gubuk di Kawasan Puncak Gagoan, Nagari Paninggahan, Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Kapolsek Junjung Sirih Iptu Satrialis bersama Camat Junjung Sirih Herman, SH, dan Danramil Junjung Sirih, memberikan pemahaman kepada FD tentang aturan dan kondisi isolasi mandiri.

“Dari pengakuan FD, dirinya lari dari upaya karantina oleh Pemkab Batang Hari, karena takut. Dalam pemahamannya, karantina disebut seperti pengucilan. Lalu, kami berikan pemahaman kepadanya, bahwa karantina Covid-19, tidak seseram itu. Tapi adalah tindakan perawatan sesuai protokol kesehatan,” ungkap Kapolsek Junjung Sirih, Iptu Satrialis.

Satrialis juga menjelaskan, awalnya FD dengan upayanya berhasil lolos dari sekian banyak check point di wilayah provinsi Jambi dan Sumbar di bagian timur. Hingga akhirnya sampai di Nagari Paninggahan pada Senin malam (18/5/2020). Setibanya di Junjung Sirih, FD kemudian menemui mamak-nya (paman), MT dan mengaku dirinya positif Covid-19. Pengakuan ini, membuat MT cemas dan menyarankan agar FD untuk ke perbukitan di dekat kawasan Puncak Gagoan.

“Saat lari dari upaya karantina, Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19 Batang Hari menyebar kabar melalui grup Whatsapp dan media sosial. Diperkirakan FD menuju Paninggahan. Saat kami cek, ternyata benar,” ungkapnya.

Setelah diberikan pemahaman dan penjelasan detail, akhirnya FD dibawa ke lokasi karantina di BKPSDM Sumbar, pada Rabu sore (20/5/2020), sekira pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya, Kabupaten Solok sudah mencatatkan 7 pasien positif Covid-19. Terbaru, pasien dalam pemeriksaan (PDP) asal Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berinisial BS (69), dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Berdasarkan hasil tes swab dari Labor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Padang, Jumat (15/5/2020). BS yang meninggal pada Kamis (14/5/2020), pernah dirawat di RS M Natsir Kota Solok, Semen Padang Hospital (SPH) dan terakhir di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok. Sebelumnya, BS pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan hasil kedua tes, negatif.

Juru Bicara (Jubir) Penanganan virus corona (Covid-19) Kabupaten Solok, Syofiar Syam, menyatakan pihaknya telah melakukan tracking terhadap yang melakukan kontak erat dengan BS. Serta melakukan pengambilan sampel swab yang bersentuhan langsung dengan almarhum.

Tambahan satu pasien positif ini, membuat Kabupaten Solok sudah mencatatkan tujuh warganya positif Covid-19. Yakni lima pasien positif asal Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin dan satu pasien positif asal Nagari Bukik Kanduang, Kecamatan X Koto Diateh. Dari jumlah itu, dua meninggal, satu dirawat di Semen Padang Hospital dan satu orang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Terjangkitnya BS, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sebagian masyarakat Kabupaten Solok. Pasalnya, Nagari Kotobaru yang pernah menjadi ibukota Kabupaten Solok sebelum pindah ke Arosuka, merupakan kawasan padat. Dibandingkan dengan 5 pasien positif di Nagari Surian yang termasuk kawasan selatan dan Nagari Bukik Kandung di kawasan utara, Nagari Kotobaru terletak di wilyah tengah, sekaligus wilayah perlintasan antarkota di Sumbar dan Pulau Sumatera. Nagari Kotobaru, juga merupakan nagari dengan penduduk terbanyak di Kabupaten Solok.

“Kita terus melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 di seluruh wilayah Kabupaten Solok. Sesuai dengan program dan kebijakan penanganan Covid-19 dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” ungkapnya. (Rijal/ JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here