MTsN 6 Solok Dinilai Tim Sekolah Sehat Tingkat Nasional

0
352

SOLOK, JN- MTsN 6 Solok, hari Kamis siang (8/8), dinilai Tim Sekolah Sehat Tingkat Nasional, karena sekolah tersebut lolos mewakili Provinsi Sumbar ke tingkat nasional.
Acara penilaian dipusatkan di MTSN 6 yang terletak di Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti.
Tampak hadir mendampingi tim penilai nasional dari Pemkab Solok antara lain Bupati Solok diwakili oleh Sekretaris Daerah, H. Aswirman, SE. MM, Staf Ahli, Aliber Mulyadi, Plt. Kepala Dinkes Kabupaten Solok, Lida Atika, Kepala Dinsos, Yandra Prasat, Kepala BKD, Editiawarman, Kepala BKPSDM, Ferisnovel, Kakan Kemenag, Drs. H. Alizar Chan, MA, Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional, Drs. H. Syamsul Bahri beserta rombongan, Camat Hiliran Gumanti, Syafruddin, S. Sos. beserta Forkopimcam. TP UKS se Kabupaten Solok dan walinagari yang hadir.

Bupati Solok diwakili oleh Sekretaris Daerah, H. Aswirman, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada tim penilai sekolah sehat tingkat nasional dan berharap dalam penilaian bisa dilakukan secara objektif.

“UKS merupakan salah satu upaya sekolah dalam membantu pemerintah mewujudkan 4 pilar pembangunan, yaitu bidang kesehatan. Saya mengucapkan selamat kepada MTsN 6 Solok yang telah berhasi mewakili Kabupaten Solok di tingkat provinsi Sumbar serta mewakili Provinsi Sumbar untuk di tingkat nasional,” sebut Aswirman.

Disebutkan Aswirman, dengan sekolah sehat akan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan memberikan semangat belajar bagi siswa serta dampak positif pada prestasi siswa. Pihaknya berharap sekolah ini dapat terus budayakan disiplin dan budaya sekolah sehat untuk kedepan, serta mampu menjadi sekolah dan UKS percontohan bagi sekolah lainnya.
“Semoga kedepan sekolah ini makin maju dan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain, ” terang Aswirman.

Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional, Drs. H. Syamsul Bahri, dalam arahannya menyebutkan bahwa sasaran kesehatan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan sekitar sekolah.
“Semua sektor diharapkan mau mendukung terwujudnya sekolah sehat di daerah. Kita juga sedang menyusun program gerakan sarapan pagi bersama, sekolah ramah anak serta kelas sementara, untuk daerah tertentu yang rawan bencana,” sebut Syamsul Bahri.

Disebutkannya, Lomba sekolah sehat tingkat nasional ini diikuti oleh 94 sekolah di 25 provinsi se-Indonesia, yakni 21 TK/MI, 24 SD/MI, 25 SMP/MTs, 24 SMA/MA.

“Semoga kedepannya semua sekolah di Kabupaten Solok bisa menerapkan pola hidup sehat dan nantinya bisa melahirkan generasi sehat, ” terang Syamsul Bahri (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here