Kepala BNPB Pusat Gelar Vidcom Dengan Gubernur dan Bupati/Walikota se Sumbar

0
311

SOLOK, JN- Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Doni Monardo, memberi arahan terkait pelaksanaan PSBB di Sumatera Barat, melalui Vidcom dengan Gubernur dan para Bupati dan Walikota se Sumbar.
Vidio converence (Vidcom), digelar Minggu dan masing-masing Kepala Daerah mengikuti Vidcom dari Kabupaten dan kota masing-masing.


Untuk Kabupaten Solok, digelar di Guest House, Arosuka, dan fihadiri oleh Bupati Solok H. Gusmal,SE.MM, Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho, SH. SIK. MSi, Sekdakab Solok Aswiman,SE.MMDandim 0309 Solok, Dandim 0309 Solok Letkol Reno Triambodo.S.sos.M.I.Pol, Ketua Pengadilan Negeri Koto Baru, Kasat Pol PP dan Damkar, Drs. Efriadi Sikumbang, MM, Kepala BPBD Armen AP, Kakan kesbang POL, Junaidi,  Kabag Umum, Syefdinon. Kabag Kesra, Ahpi Gusta Tusri S.Stp, M.Si danKabag Humas, Syofiar Syam.
Sementara di Provinsi diikuti oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan PrayitnoWagub Sumbar Nasrul Abit dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Sumbar.

Kegiatan Pengarahan tentang pelaksanaan PSBB di Sumatera Barat ini dilakukan oleh Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Doni Monard, Ketua Gebu Minang, Oesman Sapta Odang yang juga terhubung dengan Bupati/Walikota se Sumatera Barat. 
Dalam arahannya, Ketua Gugus Tugas Pusat Doni Monardo, menyampaikan ucapan terima kasih atas Kesempatan yang telah diberikan kepada saya selaku ketua gugus tugas pusat. 
 “Pada beberapa hari terakhir, ada sejumlah masyarakat dan tokoh-tokoh yang meminta saya untuk bisa meluangkan waktu untuk melakukan Vidcon dengan pemerintah propinsi dan seluruh jajaranya di Sumatera Barat karena telah memutuskan untuk memilih pembatasan sosial berskala besar atau PSBB,” sebut Doni Monardo.
Disebutkannta, bahwa Bapak presiden telah mengambil kebijakan bahwa ini adalah keputusan politik negara, maka tidak boleh lagi ada alasan dari pihak manapun yang tidak mendukung keputusan tersebut. 


“Karena ini adalah salah satu cara kita untuk menyelesaikan masalah Covid ini. Sebagaimana kita ketahui tidak semua negara memiliki pola yang sama dalam menyelesaikan Covid ini,” sebut Doni Monardo.
Negara Nagara tingkat kesehatan dan pelayanannya yang terbaik sekalipun ternyata juga kewalahan. “Strategi kita untuk dapat sebisa mungkin untuk mendapatkan data- data kasus kematian betul-betul terintegrasi. Mudah-mudahan data ini dapat dievaluasi perkembanganya, dengan data inilah kita dapat mengambil sebuah kesimpulan yang berbuah nanti pada sebuah keputusan, apa langkah berikutnya yang akan kita lakukan,” terang,” jelas Doni Monardo.

Fijelaskannya. Bu Dian dari Gugus tugas pusat telah telah menyalurkan alat kesehatan pada daerah baik itu APD dan juga masker, yang didatangkan dari beberapa negara dan pemerintah provinsi Sumatera Barat telah menjemput sendiri dengan cara yang cepat peralatan tersebut sudah ada sekarang di Propinsi Sumatera Barat.


“Kami dari gugus tugas pusat mencoba untuk merumuskan memutuskan sudah memiliki sebuah konsep yang mana perlu ada keseimbangan antara penangan medis dan penanganan psikologis. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter tidak berbanding lurus dengan jumlah masyarakat kita artinya satu orang dokter paru harus melayani 1.2 juta orang. Oleh karenanya kita jangan membebani dokter, dokter harus menjadi benteng terakhir dalam  sistem kesehatan negara kita,” papar Doni Monardo.


 Kita berupaya bagaimana caranya meningkatkan imun masyarakat dengan cara meningkatkan olahraga, jaga stamina, makanan yang bergizi tidak boleh panik istirahat yang cukup, hati kita senantiasa harus gembira. Sehingga kita bisa menjaga supaya tetap sehat yang kurang sehat harus menjadi sehat dan yang sudah terlanjur sakit harus diobati sampai sembuh.
“Strategi yang telah dilakukan oleh propinsi Sumatera Barat dengan melakukan testing yang masif melakukan tracing yang optimal serta isolasi yang ketat. Dan ini kalau sudah dilakukan maka kita akan optimis kita ke bisa mengatasi Covid19 ini,” tutur Doni Monardo.


Sementara Oesman Sapta Odang, dalam sambutannya mengaku  bangga pada Bapak Doni Monardo yang yang telah ikhlas merelakan waktunya demi kepentingan bangsa. 
“Hal Ini perlu kita apresiasi dan perlu kita tiru oleh masyarakat Sumatera Barat. Kita doakan bersama semoga Covid 19 ini cepat berlalu. Kampung saya Sulit Air yang setiap lebaran pasti akan pulang kampung, untuk saat ini ditahan dulu, jangan pulang kampung kita berikan doa dari jauh,” sebut Oesman Sapta Odang.
Pihaknya mengucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Barat dan kepada semua pengurus gebu Minang yang telah berpartisipasi dalam penanganan Covid 19 ini. Khusus kepada Bupati Solok dan wali nagari Sulit Air yang juga kampung saya dan semua daerah terima kasih telah bekerja keras dalam melawan Covid 19.


 Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dalam sambutannta menyebutkan bahwa melakukan PSBB di Sumatera Barat harus kompak secara bersama-sama. “Sumbar satu-satunya propinsi di indonesia diluar DKI yang telah melaksanakan PSBB tingkat Propinsi dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19.  Kami selalu melakukan koordinasi dan rapat melalui Vidcon.  pada hari ini masuk yang ke-11 masa PSBB kita sudah melakukan pengecekan secara selektif,” terang Irwan Prayitno.

Pada tiga hal yang menjadi catatan kemarin kita rapat, dimana jalan raya sudah menurun aktifitasnya, jalan jalan sudah dibatasi dan Pasar satelit masih buka untuk kebutuhan bahan pokok masyarakat, tapi tetap melakukan anjuran pemerintah pusat sesuai protokol kesehatan. Sementara untuk masjid, kalau daerahnya yang banyak positifnya di larang untuk sholat ke masjid untuk sementara waktu seperti masjid yang ada di tepi jalan dekat pasar sesuai dengan peraturan pemerintah. 
Sementara Bupati Solok, H. Gusmal, dalam sambutannya mengaku bangga dan ucapan terima kasih ada pertemuan dengan Ketua Gugus Tugas Pusat pada hari ini. “Kami tau beliau adalah urang sumando Solok dan Bapak Oesman Sapta Odang juga orang Solok dan memberikan penghargaan yang setingi-tingginya,” tutur Gusmal.
Pelaksanaan PSBB di Kabupaten Solok Sumatera Barat selalu kita laksanakan dibawah koordinasi bapak Gubernur. semua keputusan yang di ambil oleh kab/kota berdasarkan koordinasi dengan gubernur. Sehingga perjalanan PSBB di Sumatera Barat berjalan baik dan insya Allah pada tgl 5 mei 2020 nanti Gubernur akan mengadakan vidcon kembali dengan Bupati/walikota terkait dengan PSBB apakah di perpanjang atau diselektifkan,” papar Gusmal
Dijelaskannyapa yang disampaikan bapak Doni Monardo tadi bahwasanya yang rentan terpapar Covid 19 masyarakat yang berumur lansia dan mempunyai riwayat penyakit. Perlunya kita buat himbauan, bagi masyarkat yang berumur 60 tahun untuk tetap dirumah saja.
Dan perlu kita cukupi APD dalam penanganan PSBB ini bagi petugas kesehatan. Sampai saat ini APD masih kurang bagi petugas kesehatan di Solok.

“Perlu juga kami laporkan bahwa Kabupaten Solok mempunyai 1 rumah sakit umum dan memiliki 19 puskesmas yang di operasionalkan setiap hari,” jelas Bupati.
Warga Solok yang terpapar covid 19 ada 5 orang yang positif semuanya berasal dari perantau atau keluarga yang ada di Jakarta itu berada di kecamatan Pantai Cermin nagari Surian sekarang dijadikan kecamatan zona merah kita lakukan pengaturan khusus semuanya kita serahkan pada camat, forkopincam dan walinagari setempat. pasarnya akan kita atur sesuai dengan anjuran pemerintah (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here