Jalur Dua Dari Kantor Bupati Menuju RSUD Arosuka, Sampah Juga Menumpuk

0
132

SOLOK, JN-Setelah diberitakan beberapa waktu lalu bahwa masih banyak sampah yang menumpuk di sepanjang Jalan Sungai Nanam, kecamatan Lembah Gumanti menuju ke Kubang Nan Duo di kecamatan Payung Sekaki di Kabupaten Solok, meski di daerah itu ada mobil sampah yang melintas.

“Bagus, sebaiknya berita tentang sampah ini harus sering-sering ada di media untuk mengingatkan, agar petugas KLH dan masyarakat bisa saling introspeksi yang tujuannya untuk kesehatan bersama, ” sebut Septrismen, Wakil Ketua DPRD kabupaten Solok, Rabu (8/5)

Selain itu, reaksi positif dari masyarakat juga bermunculan bahwa selain di Jalur Sungai Nanam nenuju Kubang Duo, ternyata tumpukan sampah juga banyak terdapat di jalur dua, depan kantor Bupati Solok, menuju RSUD Arosuka.
Jalur sepanjang satu Kilometer lebih itu, disebelah kanan kiri jalan juga lokasi empuk bagi masyarakat untuk membuang sampah.

“Ini sangat tidak layak, masak dari depan kantor Bupati menuju Rumah Sakit utama sangat kotor, seharusnya lokasi inilah yang harus steril dari sampah dan kotoran. Ini kan ibukota dan menuju rumah sakit, kok Dinas KLH diam saja, ” sebut Hendri, salah seorang warga pengunjung RSUD saat melintas di Jalan itu, Rabu (8/5).

Pihaknya juga bertanya-tanya, apakah hal ini disebabkan karena kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah sembarangan atau memang bak sampah yang belum tersedia di rumah warga atau TPA yang belum ada di sekitar lokasi.

“Saya melihat, ini tidak murni kesalahan masyarakat, terapi pemerintah nagari dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok harus cepat tanggap untuk mencari jalan keluarnya masalah ini, ” terang anggota DPRD kabupaten Solok, Zulhatrijon.

Sampah yang dibuang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, menimbulkan polisi dan bau tidak sedap bila melintas di daerah tersebut.
Tumpukan sampah yang dibuang dalam berbagai tempat seperti karung dan kardus, tampak berserakan di ruas jalan tersebut, sehingga menimbulkan bau tidak sedap bagi pengendara dan warga yang melintas di sana.
“Ini sudah perlu perhatian serius KLH Kabupaten Solok dan juga pemerintah nagari dan kecamatan yang bertetangga. Kalau dibiarkan berlarut-larut, pasti akan menimbulkan penyakit,” jelas Rona (39) warga Sungai Nanam.

Tumpukan sampah sepanjang jalur tersebut, tidak hanya merusak pemandangan tapi juga akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Bahkan di jalur tersebut juga sudah ada tulisan, dilarang membuang sampah sepanjang jalan ini, namun tidak diindahkan oleh masyarakat.

Menurut Zulhatrijon, hal ini perlu kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Atau warga dihimbau untuk mebakar sampah plastik dan sampah bekas sayur atau yang lainnya. “Kalau dibiarkan begini, maka nanti yang akan kena penyakit juga masyarakat kita. Untuk itu, kita harapkan KLH Kabupaten Solok turun tangan ke sini,” terang Zulhatrijon. Bahkan menurut Kasmudi, dirinya bersama tokoh masyarakat setempat, sudah memasang spanduk dilarang membuang sampah di sana, namun masih saja ada yang membandel.

Selain di sepanjang Jalur Sungai Nanam menuju Kubang Nan Duo, tumpukan sampah juga tampak di sepanjang jalur Alahan Panjang menuju Air Batumbuk dan di ruas Jalan alternatif Sukarami menuju nagari Koto Gaek Guguk, kecamatan Gunung Talang, dan sepanjang jalan Singkarak menuju Nagari Sulit Air.

Sekretaris Dinas DLH Kabupaten Solok, Zulhendri, mengakaku bahwa pihaknya sudah menindak lanjuti pemberitaan dan laporan masyarakat tentang sampah ini.
“Kalau yang di jalur dua depan kantor Bupati menuju RSUD, akan segera kami tindak lanjuti. Tetapi kalau yang di Sungai Nanam, memang kita terkendala oleh kendaraam operasional kita belum ada yang di sana, ” jelas Zulhendri.

Pihaknya juga mengaku sudah menggelar rapat internal dengan Kepala Dinas KLH dan jajaran kemaren, terkait tumpukan sampah yang belum teratasi di Kabupaten Solok atas pemberitaan media (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda