Fasilitas Besi Penyangga Tirai RSUD Arosuka Ambruk, Pasien Jadi Shock

0
605

SOLOK, JN- Diduga Pekerjaan Fasilitas RSUD Arosuka yang rendah pengawasan, sehingga terlihat beberapa pasangan yang asal jadi dan kurang kokoh pada beberapa titik pembautan dinding kamar.

Terlihat juga baut yang digunakan untuk memasang besi penyangga di beberapa bagian Rumah Sakit yang menggunakan kualitas dibawah standar, dimana tampak baut sekrup ukuran pendek dan kecil, yang diduga tidak kuat menahan beban tirai kain pembatas tempat tidur pasien.

Malam Rabu sekira jam 22.30 Wib, di Ruangan Asoka III yang dihuni Pasien Sakit Jantung dikejutkan oleh insiden robohnya Fasilitas Besi Penyangga Tirai yang menimpa Pasien & keluarga pasien.

Ruangan dengan kapasitas 3 bad ini diisi penuh oleh pasien BPJS yakni atas nama Ismawati (57) pasien Jantung Asal Lolo Pantai Cermin, pasien BPJS JAMKESMAS Kelas III, Syamsimar (60) Pasien Jantung BPJS Mandiri, Kelas III, dan Jusmarni (60), pasien demam tinggi typus, BPJS JAMKESMAS.

Karena kaget, Pasien segera dievakuasi ke kamar sebelah, sehingga terlihat kasak-kusuknya keluarga pasien yg harus merapikan barang pribadinya.
Sementara waktu yang sama, yang bersangkutan juga harus mengurusi keluarga yang shock atas kejadian itu.

Seorang pengunjung rumah sakit, Alilintar (36), yang sedang membesuk orang tua temannya, mengaku kaget dengan kejadian tersebut.
“Saya menyaksikan langsung kejadian fatal diluar dugaan ini. Ketika saya membezuk orang tua teman saya yang dirawat inap karena menderita typus, saya berada di ruangan itu,” jelas Alilintar.

Disebutkannta, Saat itu ibu temannya tersebut berusaha memejamkan matanya untuk beristirahat untuk pemulihan kesehatan beliau, tiba tiba Gubrak Jegar Fasilitas Penyangga itu Roboh. “Saya saja yang dalam keadaan sehat merasakan Shok atas kejadin itu, apalagi mereka yang jantungan, “! terang Alilintar.

Alilintar juga menyebutkan bahwa entah apa yang akan dirasakan mereka sampai pagi ini.. bisa saja kesehatan mereka semakin menurun, mereka terlihat Shock berat seketika.

Sementara menurut salah seorang Pasien yang bernama Ismawati (57) yang sedang menderita Jantung, Asal Lolo Pantai Cermin, pihaknya mengaku kaget. “Astagfirullah, takajuik wak pak, kecek wak tadi kok runtuah Rumah Sakik ko,” sebut Ismawati.
Dia mengaku tarasa sesak di dada sangat kaget karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan roboh.

Sedangkan menurut pasien Jusmarni,
“Raso ka lari kalua ibu nak..! Tapi karano badan dak badayo, pasrah sambia istgfar terhadap suratan nan ka ibu tarimo.! Alhamfulillah Allah masih melindungi kami,” sebutnya dalam bahasa Minang.

Disisi lain menurut Alilintar, juga ditemukan juga dugaan penggunaan kekuasaan jabatan oleh salah seorang pejabat RSUD untuk memecahkan rekor perekrutan THL besar besaran sepanjang sejarah berdirinya RSUD Arosuka.

Hal itu masih berbanding terbalik dengan kualitas layanan publik yang diharapkan mampu menjamin kenyamanan masyarakat yang membutuhkan profesionalisme saat menghadapi kendala kesehatan.

Anehnya lagi, ketika anggran Gaji /Upah THL, masih belum memenuhi kebutuhan hidup yang layak Kabupaten Solok sesuai penetapan standar UMK 2019.

“Dan yang paling kejinya adalah ketika belum dibayatkannnya Hak atas jerih payah THL hingga April 2014 ini,” sebut Alilintar. Dia juga menyebut, THL juga manusia dan seakan hanya ASN yang berhak untuk hidup layak.

Sementara Dirut RSUD Arosuka, saat dihubungi di ruang kerjanya sedang tidak berada di tempat (01/jn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda