dr.Aida Herlina: Rubella Menyerang Ibu Hamil

0
155

SOLOK,  JN- Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, dr.  Aida Herlina menyebutkan bahwa bahaya penyakit campak dan Rubella jika tidak segera dicegah dengan imunisasi maka sangat berbahaya. “Penyakit campak yang disebabkan oleh virus Rubella sangat berbahaya, terutama bila menyerang wanita yang sedang hamil. Mungkin bisa saja tidak meninggal, namun cacatnya luar biasa, bisa mengalami ketulian dan kebutaan. Untuk itu mari kita cegah hal ini dengan cara imunisasi,” tutur dr. Aida Herlina,  Kamis (7/2).

Aida Herlina juga menekankan bahwa pentingnya imunisasi sebagai antibodi dan proteksi dari penyakit. Wanita cantik ini juga mencontohkan bahwa terjadinya kasus yang luar biasa (KLB) di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua beberapa waktu lalu adalah akibat rendahnya tingkat imunisasi di wilayah itu. “Kita berharap agar para orang tua dan masyarakat agar tidak meributkan persoalan ke halalan vaksin Rubella. Sebab produsen vaksin Bio Farma merupakan produsen vaksi terbesar nomor empat yang sudah mengekspor vaksin ke 133 negara di dunia dan sebagian besar ke negara muslim,” terang Aida Herlina. 

Di Kabupaten Solok,  Dnas Kesehatan sedikitnya menemukan tiga kasus Congenital Syndrom Rubella (CSR) dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Bahkan Satu bayi asal Kecamatan Pantai Cermin meninggal dunia akibat diserang rubella. Bayi tersebut juga sudah terserang Rubella sejak masih dalam kandungan. 

“Hal semacam itulah yang paling kita cemaskan dan harus kita antisipasi secepatnya, ” tambah Aida Herlina. Pihaknya juga menjelaskan bahwa secara medis penyakit rubella menyerang para kaum Ibu yang sedang hamil serta akan berdampak langsung kepada jabang bayi yang dikandungnya, kalau tidak segera diberikan vaksin atau imunisasi. 

“Imunisasi Measles Rubella sangat penting untuk anak usia 9 bulan hingga usia 15 tahun serta untuk ibu hamil. Karena penyakit campak dan rubella bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian,” sambung Aida Herlina. 
Pihaknya sangat berharap dan meminta masyarakat dan orangtua untuk tidak lagi menolak pemberian vaksin MR pada anaknya.

Pencapaian target lebih dari 95 persen diperlukan untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan melindungi kelompok umur yang tidak mendapatkan imunisasi tetapi rentan terhadap Campak dan Rubella seperti bayi, anak-anak dengan penyakit berat dan ibu hamil.

Sih mentara data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, capaian imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Solok hingga akhir tahun 2019 masih dikisaran 60 persen  (wandy) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda