Di Kunjungan Wabup Solok: Puluhan Warga Muara Pingai Diserang DBD

0
74

SOLOK, JN –Puluhan Warga Muara Pingai, Kecamatan Junjuang Siriah,  Kabupaten Solok, terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang diduga akibat penyebaran nyamuk aedes aegypti.
Saat ini,  beberapa orang warga Muara Pingai tersebut, sudah dirawat di beberapa Rumah Sakit di Solok dan juga ada yang di Puskesmas. 
Senin malam (11/2), usai mendapat laporan dari warga Muaro Pingai, Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, langsung mengunjungi warga Muara Pingai yang masih di rawat di Rumah Sakit seperti RS.  M. Natsir dan Rumah Sakit Tentara Solok (RST)  Solok. 

“Tadi saya mendapat laporan dari salah seorang warga Muaro Pingai bahwa ada warga kita yang terserang DBD dan di rawat di Rumah Sakit sini. Jadi saya langsung meluncur ke sini, ” jelas Wakil Bupati Solok,  kepada awak media di RS M. Natsir, Solok. 
Dalam kunjungannya yang didampingi bersama perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, H. Yulfadri Nurdin langsung melihat dan berdialog dengan padien DBD dan juga nkeluarga pasien. 
“DBD adalah penyakit berbahaya dan menular. Untuk itu harus segera diatasi secepatnya, ” terang H. Yulfadri Nurdin. Dalam kesempatan itu,  Wabup Solok mendapati warga Muara Pingai yang dirawat di RS M. Natsir antara lain Dinda Putri Mulya (10), Rama Yuda Pratama (4), Alif (19) dan sikembar Salsabila Qaireen (6) dan Salsabila Qeiran (6). 
Usai mengunjungi RS. M. Natsir,  Wabup Solok langsung mengunjungi RS. Tentara (RST) kota Solok. Di sana Wabup juga mendapatkan pasien DBD asal Muara Pingai yang sedang dirawat seperti Esa Ramadhani (14) dan Rahmatul Azzy (4).Selain itu menurut warga,  masih banyak warga Muaro Pingai yang diduga terserang DBD dan dirawat di Puskesmas Muaro Pingai dan ada juga yang di rumah masing-masing. “Warga menganggap ini penyakit demam biasa,  sehingga banyak yang tidak mau diajak ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit. Padahal ini sangat berbahaya, ” jelas Fajri (39), salah seorang warga Muaro Pingai. 

Usai mengunjungi kedua Rumah Sakit secara mendadak karena orang nomor 2 di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu baru saja pulang dari Kota arang Sawahlunto,  untuk menyaksikan Turnamen Minangkabau Cup 2 karena tim perwakilan Kecamatan Kabupaten Solok berlaga. 
Wabup Solok,  langsung mengintruksikan agar Dinkes Kabupaten Solok segera bertindak cepat agar penyakit DBD tidak menular. Bahkan Wabup juga berjanji akan turun secara langsung ke Muaro Pingai, untuk melihat warga yang terjena DBD. “Dinas Kesehatan harus segera turun untuk mencegah agar DBD jangan sampai meluas,  karena ini penyakit menular, ” jelas Yulfadri Nurdin. 
Untuk itu,  Wabup juga memerintahkan agar Dinkes Kabupaten Solok, Puskesmas, Camat Junjung Sirih dan Wali Nagari serta Wali Jorong di Muaro Pingai untuk berkoordinasi, agar DBD bisa dicegah di Muaro Pingai. Bahkan Wabup Solok itu juga berjanji akan turun langsung ke Muaro Pingai untuk memonitor DBD tersebut. Pihaknya juga meminta agar semua data pasien yang terdampak DBD untuk didata dan segera lakukan pengasapan atau fogging di lokasi DBD. 

“Mari kita sama-sama periksa lingkungan di sekitar kita. Pastikan tidak air yang menggenang dan pastikan tidak ada jentik-jentik nyamuk yang tumbuh dan lainnta, ,” himbau Yulfadri Nurdin. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Solok, dr. Aida Herlina, menyebutkan bahwa sebanyak 14 warga Kabupaten Solok sudah kmenjalani perawatan akibat terjangkit kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) periode Januari 2019, belum termasuk yang di Muaro Pungai. Beruntungnya tidak ada korban meninggal dalam kasus infeksi akibat virus dengue itu.

“Sepanjang Januari ini di beberapa daerah Kabupaten Solok sedang musim hujan. Cuaca juga bisa menjadi salah satu penyebab berkembangnya wabah DBD,” ujar dr. Aida Herlina. 
Disebutkannta,  tahun 2018 lalu, tercatat sebanyak 140 kasus DBD di Kabupaten Solok. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 98 kasus.

Penyebat DBD menurut Aida Herlina karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
“Pada saat musim hujan yakni pada November dan Desember hingga bulan Februari 2019 ini,  perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti ini sangat cepat.
Kasus DBD terbanyak tercatat di Puskesmas Selayo, Tanjung Bingung, dan Talang, dengan jumlah kasus masing-masingnya 31, 27, dan 25 penderita. Kebanyakan masyarakat yang terjangkit berada direntang usia 5-14 Untuk itu program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan.

Berikut ini adalah nama-nama pasien yang diduga terserang DBD dan dirawat di RS M. Natsir dan RST Solok asal Nagari Muaro Pingai

RS. M. Natsir Solok1. Dinda Putri Mulya 10th. Alamat jorong tapi Aia. Demam sejak 6 hari lalu, mimisan(-)Berobat ke Puskesmas tgl 11-2-19. RL (+)Dirujuk2. Rama Yudha Pratama (4,5th)Demam sejak 10 hari lalu.3. Salsabila Qaireen (6 th)4. Salsabila Qeiran (6 th)Demam sejak seminggu, positive DBD. 

RST Solok:
5. Esa Ramadhani (14 th) alamat  Jorong Tanjung Murapi Utara, positive DBD dan6. Rahmatul Azzy (4 th) positive DBD 
(wandy) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda