Bupati Gusmal Ikuti Rakor PERSI Wilayah Sumbar Dengan IDI dan Gubernur Irwan Prayitno

0
155

SOLOK, JN– Bupati Solok, H. Gusmal, hari Rabu (23/9), mengikuti Rakor Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumbar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Sumbar, Gubernur Irwan Prayitno.

Rakor dilaksanakan secara virtual dan diikuti juga di Guest House Arosuka oleh Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM, Kepala Dinkes Kab. Solok, dr. Maryeti Marwazi, Mars, Kalaksa BPBD Kab. Solok, Armen AP dan Dirut RSUD Arosuka, drg. Yones Indra.
Sementara ikut bergabung dalam vidcon antara lain Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Kepala Dinkes Prov. Sumbar, Arry Yuswandi, Skm. Mkm, Kalaksa BPBD Prov. Sumbar, Erman Rahman,SE,M.Si, Ketua PERSI Sumbar, Dr. dr. Yusirwan, SpB. SpBA. (K) Mars, Wakil Rektor II Unand, Dr. dr. Wirsma Arif Harap, SpB (K), Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand (Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Dirut RS pemerintah dan swasta se-Sumbar, Ketua IDI wilayah dan cabang se-Sumbar.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakor ini kita laksanakan bertujuan membahas perkembangan dan penanganan covid-19 di Sumbar.


“Dari rakor ini kita harapkan adanya hasil yang bisa ditindaklanjuti untuk kedepannya dalam rangka meminimalisir erupsi pasien covid-19 dan kesiapan Rumah Sakit menanganinya,” sebut Irwan Prayitno.
Disebutkan Gubernur, kita akan terus maksimalkan RS yang ada di Sumbar, karena kita semua ikut terlibat dalam menangguylangi wabah covid-19 ini.
Untuk menanggulangi covid-19 di Sumbar ini, akan ada kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang diharapkan juga dapat dimaklumi oleh unsur terkait dan pemrintah kab/kota di wilayah Sumbar.
“Saya mengajak untuk kita semua agar selalu menghimbau masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Untuk pelaksanaan isolasi kita juga sudah siapkan mulai dari provinsi hingga tingkat nagari,” sebut Irwan Prayitno.
Gubernur berharap agar seluruh dirut RS di Sumbar selalu mengaja komunikasi dan koordinbasi dalam menangani covid-19, terutama berkaitan dengan pasien .

Pemerintah daerah menurut Gubernur sudah melakukan beberapa upaya pencegahan dan penanggulangan diantaranya menegluarkan beberapa Perda mengenai covid-19, peningkatan kapasitas testing dan percepatan waktu tunggu, pembatasan antar daerah bahkan provinsi, skrening ketat dibeberapa fasilitas umum seperti bandara serta peningkatan partisipasi nagari.

Paparan ketua PERSI Sumbar, Dr. dr. Yusirwan, dalam sambutannya menyebutkan bahwa hingga saat ini masalah erupsi pasien penderita pandemi wabah covid-19 ini meningkat hingga 300%.
PERSI mengajak pemerintah daerah dan RS agar mampu mencari solusi sehingga kasus pandemi covid-19 ini dapat diatasi / diminimalisir.
Pihak RS / PERSI juga akan melakukan settingan ulang terhadap kondisi atau sistem pada RS di lapangan. Sistem rujukan pasien covid-19 juga akan dipelajari dan dievaluasi kembali. “Saya berharap agar PERSI tidak ada lagi isolasi, sebab hal tersebut hanya akan menambah kluster baru atau kluster rumah,” terang Dr. dr. Yusirwan.
 Isolasi mandiri dinilai memiliki potensi yang lebih kuat dalam menyebar covid-19, sebab kurang terkontrol dan kontak dengan lingkungan sekitar juga masih berpotensi.Pihaknya berharap agar beberapa unsur terkait dapat memberdayakan tenaga mahasiswa kesehatan yang sudah tingkat akhir di beberapa RS / tempat yang disediakan untuk isolasi. Sebab hingga saat kini seluruh RS sangat kekurangan tenaga medis / yang berkompeten dalam menangangi pasien covid-19.
Kasus yang ada sampai saat ini masih belum puncaknya, itu artinya masih akan berlanjut dan belum diketahui akhirnya. SDM di RS juga harus kita tingkatkan dan maksimalkan.


Paparan Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, dr. Andani Eka Putra, menyebutkan bahwahingga saat ini pengendalian dan penanganan yang kurang optimal / maksimal hanya akan menghasilkan angka kematian yang bertambah tinggi.

Kontro yang kurang pada pasien terkonfirmasi juga akan menyebabkan penyebaran yang semakin luas. 
“Dalam menangani wabah dan pasien saat ini, kita sangat membutuhkan tenaga kesehatan yang cukup banyak. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut juga cukup susah kita lakukan dalam waktu dekat,” sebut dr. Andani Eka Putra.
Peningkatan kasus masih akan terus kita hadapi, tidak hanya di wilayah Sumbar namun juga Indonesia bahkan dunia.  Masalah yang juga dihadapi RS saat ini ialah peralatan intensif yang terbatas, sebaran pasien yang tidak terpola antar RS, obat yang terbatas, infeksi penularan di internal RS, APD dan kecemasan petugas kesehatan.
Usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah merupakan upaya pencegahan yang mampu mengatasi kecepatan penyebaran.
Sedangkan Bupati Solok, H. Gusmal, dalam arahannya bahwa Pemerintah daerah (kab/kota) akan terus berusaha melakukan berbagai instruksi dan arahan dari pemerintah provinsi dan pusat dalam rangka menanggulangi wabah covid-19.
“Untuk di RS Kabupaten Solok sendiri kita sudah memiliki ruang isolasi, namun masih belum terlalu memadai dan mencukupi,” sebut Gusmal.
Bupati juga berharap agar pemerintah provinsi, PERSI atau instansi terkait lainnya dapat mengevaluasi kembali sistem rujukan pasien terkonfirmasi agar lebih jelas dan memudahkan RS daerah untuk melakukan rujukan.
“Kita juga akan terus melakukan koordinasi dan kerjasmaa dengan seluruh unsur terkait dalam menangani covid-19 ini agar dapat diatasi  atau diminimalisir lebih cepat dan baik,” tutur Gusmal (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here