Aqua Solok dan Yayasan FIELD Indonesia Gelar Acara Field Day Dalam Rangka Penutupan Program Tahun 2020

0
391

 SOLOK, JN PT. Tirta Investama pabrik Solok yang bekerjadama dengan Yayasan FIELD Indonesia, hari Selasa (15/12), menggelar serangkaian acara penutupan program tahun 2020 yang biasanya disebut dengan Hari Temu Lapangan (Field Day).

Menyusul diawal Desember lalu tepatnya tangga 4 Desember 2020, program STBM juga sudah diserahkan kepada masyarakat dan pemerintah nagari Batang Barus. 
Menurut Pimpinan PT. Tirta Investama Pabrik Solok (TIV Solok ), Endro Wibowo yang diwakili oleh Kepala CSR PT. Tirta Investama Jon Betric yang didampingi Humas PT Tirta Investama Pabrik Solok atau Stakeholder Relation PT.TIV Solok Azra`i, bahwa pada acara Field Day ini juga mengundang dinas-dinas terkait seperti Koperindag, Pertanian, Kehutanan dan pemerintah nagari Batang Barus.

“Kegiatan Field Day ini merupakan ajang informasi dimana masyarakat menginformasikan kepada seluruh stakeholder terkait mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah mereka lakukan dan bagaimana hasil yang sudah mereka peroleh,” terang Jon Betric.

Disebutkannta, sesuai dengan komitmen pendiri AQUA, Tirto Utomo yang menselaraskan bisnis harus seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sejak tahun 1973, Aqua telah memberikan sumbangsih yang baik terhadap masyarakat sekitar operasional pabrik. Komitmen ini dibuktikan sebelum pabrik AQUA Solok berdiri dimana program tanggung jawab social perusahaan (CSR) telah dilakukan sejak tahun 2010 seperti pembangunan sarana akses air bersih dan penyehatan lingkungan,” tutur Jon Betric.

Seiring dengan berjalannya waktu sampai sekarang program CSR AQUA Solok terus dilakukan sebagaimana yang sudah diatur dalam kebijakan pemerintah PP nomor 47 tahun 2012. 


Selain memberikan sarana akses air bersih dan penyehatan lingkungan yang sudah diterima manfaatnya oleh ribuan jiwa masyarakat, AQUA Solok juga melakukan program-program pemberdayaan lainnya seperti Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Pertanian Ramah Lingkungan, Pengembangan Ekonomi Masyarakat dan Program Konservasi Air. Pemilihan lokasi program tentunya disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan sebelumnya sudah didiskusikan dengan pemerintah nagari serta hasil dari assessment.
 Namun untuk keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan dikembalikan kepada masyarakat itu sendiri untuk dapat memelihara dan pengelolanya dengan baik agar bisa terus diterima manfaatnya secara berkelanjutan. Perusahaan tidak mungkin memperbaiki kembali jika fasilitas yang sudah dibangun rusak karena fasilitas tersebut sudah menjadi milih masyarakat yang sepatutnya dijaga dengan baik. 


Menurut Jon Betric, berjalannya program CSR ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah setempat yang sudah memberikan support dan sumbagsih mulai dari pra pelaksanaan, pelaksanaan hingga pasca pengerahan program kepada masyarakat yang harus dimonitor dan dievaluasi.
” AQUA menyadari, belum semua lapisan masyarakat di nagari Batang Barus menerima mafaatnya. Kondisi tersebut dikarenakan oleh adanya keterbatasan-keterbatasan perusahaan dan tidak mungkin semuanya hanya dikelola oleh AQUA saja,” tambah Jon Betric.

Beberapa hari lagi tahun 2020 akan berakhir dan akan memasuki tahun baru 2021 hijriyah. 
Artinya beberapa program sosial AQUA juga akan berakhir untuk tahun 2020 ini. Program Konservasi dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat (economic development) yang dimulai sejak pertengahan tahun 2020 lalu. 

Adapun kegiatan konservasi yang sudah dilakukan bersama masyarakat adalah pengembangan budidaya tanaman kopi, membangun sumur-sumur serapan, membuat lubang-biopori untuk menghambat laju run off saat hujan sehingga humus tanah tidak hanyut dan bisa mengurangi resiko banjir. Program ini bisa dikatakan salah satu kegiatan mengantisipasi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Selain penanaman kopi arabica yang sudah ditanam sebanyak 12.800 batang oleh kelompok masyarakat dampingan mereka juga sudah membangun 5 unit pembibitan yang terletak di jorong Lubuk Selasih dan Kayu Aro.

Harapan masyarakat dengan adanya pembibitan tersebut mudah-mudahan tahun 2021 masyarakat sudah memiliki 38.000 bibit kopi yang siap mereka tanam di lahan seluas 30 hektar lebih. Di samping itu kelompok masyarakat juga sudah dilatih menanam sayuran dengan system aquaponic, budidaya lebah madu namun dari kondisi lokasi yang factor pendukung mereka mencoba mengembangkan budidaya galo-galo yang mana dari sisi ekonomi galo-galo lebih menguntungkan dari pada lebah madu.



Dari kelompok ibu-ibu, 2 kelompok sudah mengikuti pelatih membuat beraneka kue dan keripik diantaranya kelompok Dapoea Bundo di Kelok Batuang yang sudah memproduksi
Keripik Bondang/Talas Aneka Rasa seperti Jagung Bakar, Barbeque, Sambalado, Original.Keripik Pisang Aneka Rasa seperti Strobery, Coklat, Green Tea, Tiramisu, Capucino, Panila, Balado, Original.Aneka Donat seperti Donat Original, Boboloni, Donat Blackforest, Donat Coklat, Donat Strobery.Aneka Stick seperti Stick Ubi Ungu, Stick Kentang, Stick Wortel, Stick Bawang. 
Sementara kelompok Dapoea Ninu di Kayu Aro membuat :
Peyek Udang,Peyek Kacang,Risoles Burger,Kue Dadar GulungPempek. 


Aneka produk yang diproduksi oleh kelompok ibu-ibu ini kini sudah dijual dibeberapa tempat dan sudah menerima pesanan untuk keperluan meeting seperti di kantor wali Nagari. Saat ini kelompok masih kesulitan untuk memasarkan produk mereka meskipun mereka sudah lakukan promosi di media social. Agar kelompok ini bisa terus berkembang diharapkan pihak-pihak terkait bisa membantu mereka untuk peningkatan qualitas dan pemasarannya (jn01/humastiv/wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here