Terpesona Dengan Kampung Wisata Budaya Jawi-Jawi Guguk, Bule Betah Jadi Gadis Desa dan Pemuda Kapung

0
3786

SOLOK, JN- Benar-benar terpesona dengan keramahan dan keindahan alamnya serta kagum dengan kehidupan asri di desa yang masyarakatnya masih mempertahankan tradisi leluhur dari nenek moyang seperti keramah-tamahan dan suka bergotong royong, puluhan turis asing yang terhimpun dalam program Association For The Internasional Exchange Of Students In Economics And Commerce (AIESEC), yang  merupakan organisasi mahasiswa internasional yang beranggotakan sebanyak 130 negara di dunia, kagum dan terpesona dengan keramah-tamahan penduduk kampung wisata budaya Jawi-Jawi Guguk, saat mengunjungi daerah itu selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan Maret 2018 kemaren.

Nagari Jawi-Jawi Guguk, Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, sejak ditetapkan sebagai Kampung Wisata Budaya pada bulan Oktober tahun 2017 silam, selalu ramai dikunjungi wisman dari mancanegara. Bahkan awal bulan Januari 2018 ini, 70 orang wisatawan dari Malaysia juga mengunjungi daerah ini. Terakhir pada Sabtu dan Minggu kemaren, puluhan bule itu juga datang dan membaur dengan masyarakat setempat, serta mempelajari tradisi budaya masyarakat Jawi-Jawi Guguk. Selain itu juga mengikuti tradisi masyarakat, seperti mandi di batang aia, memasak, ikut permainan kampung, serta juga memakai pakaian asli masyarakat di sana, seperti perempuan memakai tangkuluak dan laki-laki pakai sarung dan peci. “Mereka sekilas tampak seperti warga disini, saat membaur dengan warga. Apalagi pelajar yang dari Asia, seperti Jepang, Cina, Thaialand, Filipina tampak seperti penduduk lokal,” jelas Ahda Yanuar (50) tokoh masyarakat Nagari Jawi-Jawi Guguk. Dia juga menambahkan bahwa para uda dan uni dari luar negeri itu tampak seperti penduduk lokal serta mudah berbaur dengan warga.

Sedangkan para turis ini tampak merasa senang dengan senyum melebar kepada warga lokal “Kami betah disini dan benar-benar luar biasa rasa persahabatannya dan alamnya juga beautiful. Wow benar-benar suprise pokoknya,” ucap Tereza Vejdova dari Republik Ceko. Dia berharap akan bisa mengunjungi nagari ini lagi setelah menamatkan sekolah dan berjanji akan mengajak keluarganya untuk kembali ke Indonesia. Ucapan yang hampir sama juga dilontarkan oleh Angela Caroline dari Chile, dimana di negaranya kehidupan sangat keras dan masyarakatnya lebih suka hidup secara individu. “Saya suka Indonesia dan Ranah Minang, ini benar-benar tiada duanya di dunia. Saya akan mengisahkan perjalanan saya ke Kampung ini kepada teman-teman dan keluarga di Chile,” tambah Angela.

Kedatangan bule yang merupakan mahasiswa Association For The Internasional Exchange Of Students In Economics And Commerce ini, disambut oleh masyarakat setempat dengan ramah dan tari piring serta alek bajamba. Mereka disambut di Kapalo Koto dengan berbagi antraksi tari dan berjalan kaki menuju Homestay Rumah Gadang Melayu dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra Prasat, Walinagari Jawi-Jawi Guguk, Laswir Malin Putih, para niniek mamak dan bundo kanduang serta para pemuda setempat dibawah bimbingan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Siangnya mereka mandi ke kali, ikut membajak di sawah, duduk-duduk di lapau sebagai tanda pelepas lelah usai bekerja dan juga ikut permainan tradisionil. Selain itu juga mereka mengambil video kehidupan masyarakat di sana untuk disebarkan di negara masing-masing sekaligus memperkenalkan Kabupaten Solok ke Mancanegara.

Walinagari Jawi-Jawi Guguk, Laswir Malin Putih menyebutkan bahwa pihaknya sangat senang didatangi para wisaman mancanegara dan berharap kedepannya semakin banyak yang mengunjungi nagari ini. “Harapan kita, usai mahasiswa ini belajar tradisi budaya di nagari ini, mereka bisa menceritakan kepada keluarga dan teman-teman mereka di negaranya masing-masing tentang nagari kita. Tujuannya jelas agar kedepannya makin banyak turis yang datang kesini, sehingga ekonomi masyarakat makin membaik, sebab mereka akan berbelanja di kampung kita,” jelas Laswir. Pihaknya juga berpesan agar adik-adik mahasiswa ini bisa ikut membantu menjelaskan kepada kelurga dan teman-temannya di negara asal tentang Jawi-Jawi Guguk terutama tentang tradisi dan budaya yang ada di nagari yang dikunjungi.

Sementara Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Yandra Parasat, menyebutkan bahwa pihaknya segaja mensetting kunjungan tersebut disesuaikan dengan tradisi masyarakat lokal. “Pokoknya apa yang dilakukan masyarakat sehari-hari, itu pula yang akan dipelajari oleh para pelajar ini. Seperti contoh tradisi tidur bersama dalam satu rumah yang melambangkan dalamnya ikatan rasa persaudaraan antara sesama dalam satu keluraga,” jelas Yandra.

Selain itu, Yandra juga mengingatkan bahwa turis juga diwajibkan menjaga kebersihan dan berbaur dengan masyarakat serta malamnya tidur di Homstay yang sudah disediakan, dimana perempuan di rumah gadang dan yang laki-laki juga tidur secara bersama juga di dalam rumah gadang yang lainnya. “Pokoknya mereka tampak menikmati sekali perjalanan mereka ke nagari ini,” sambung Yandra.

Pada hari Minggu ini sebelum meninggalkan Jawi-Jawi Guguk, mereka ikut permainan anak nagari, seperti mandi di batang aia, menanam padi di sawah, ikut manongkang atau panen ala daerah setempat, ikut main tradisionil yang ada, seperti sepak tekong, koa, domino, main puput batang padi serta makan dan minum ala daerah setempat. “Pokoknya mereka merasa pusa dan senang serta ada yang mau menambah libur disini,” jelas Yandra

Adapun turis asing yang mengunjungi kampung Wisata Budaya Jawi-Jawi Guguk antara lain adalah, Luke Mc.Milan dari Australia, Yuki Iwata dari Jepang, Tereza Vejdova dari Republik Ceko, Beata Sipos dari Hungaria, Asma Sayed Abdel Ghani dari Mesir, Tran Thi Uyen dari Vietnam, Raza Tojo Harimalala dari Madagaskar, Angela Caroline dari Chile, Muhammad Alee Nalee dari Thailand, Anis Slaemae dari Thailand, Hem Kim Hong dari Kamboja, Tran Phuoc Qui dari Vietnam dan Ngoc Tu dari Vetnam (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here