Dunia Kecam Pengakuan Sepihak Donald Trump

0
703

PALESTINA, JN — Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menuai kecaman dari seluruh dunia.

Korea Utara ( Korut), yang notabene merupakan musuh AS, tidak ketinggalan mengecam langkah politik presiden 71 tahun itu.

Melalui kantor beritanya KCNA, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017), Pyongyang menyatakan tidak terkejut dengan aksi Trump yang mereka sebut sebagai dotard atau “orang tua yang punya penyakit mental”.

“Orang tua berpenyakit mental ini sudah sering menyerukan kehancuran di negara anggota PBB yang berdaulat,” sindir KCNA. Korut melanjutkan, pengakuan ini telah menunjukkan siapa sesungguhnya yang bisa dianggap sebagai penghancur kedamaian dan keamanan dunia. Pyongyang menegaskan dukungannnya bahwa Yerusalem bukanlah milik Israel, dan mereka bersama rakyat Palestina yang tengah memperjuangkan legitimasi negara mereka.

“Selamanya, dunia bakal mengingat keputusan AS yang sangat gegabah dan jahat ini,” jelas  KCNA.

Artis papan atas Amerika Serikat, Bella Hadid, juga mengecam keputusan itu. Sebagai perempuan berdarah Palestina, Bella Hadid merasakan duka yang sama dengan masyarakat Palestina di sana.

Hari yang sangat amat menyedihkan. Melihat berita dan kesedihan masyarakat Palestina membuatku menangis untuk para generasi di sana. Melihat kesedihan ayahku, sepupu-sepupuku, dan keluarga Palestinaku membuat ini semua sulit diungkapkan dalam kata-kata,” tulis Bella Hadid dalam unggahan di Instagram pribadinya, kemaren.

Bagi Bella Hadid, keputusan Trump dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak bisa dibenarkan. “Karena ini, aku merasa kita mundur lima langkah dan membuat perdamaian dunia makin sulit tercapai,” lanjut Bella Hadid.

Selain itu, dari tanah air, presiden Joko Widodo juga mengecam keras ucapan presiden Amerika Serikat yang mengakui secara sepihak ibukota Israel  Yerussalem dan dinilai sudah merusak uapaya perdamaian dunia. Selain itu, hampir seluruh partai Islam seperti PKS, PKB dan partai lainnya seperti PAN juga mengecam keras ucapan Trump. Indonesia meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor hari kemaren.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Jokowi. “Keputusan itu telah melanggar berbagai resolusi di PBB, di mana AS menjadi anggotanya, dan ini bisa menguncang stabilitas keamanan dunia,” jelas Joko Widodo.

“Keputusan Presiden (AS) merupakan langkah penting menuju perdamaian, karena tidak ada perdamaian yang tidak memasukkan Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Saya berbagi komitmen dengan Presiden Trump untuk memajukan perdamaian antara Israel dan semua tetangga kami, termasuk warga Palestina,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai, langkah Trump dilakukan sengaja untuk merusak proses perdamaian Timur Tengah.

“Langkah-langkah tercela ini merupakan perusakan yang disengaja dari segala upaya perdamaian dan merupakan sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat telah menarik diri dari peran yang telah dimainkannya selama dekade terakhir dalam mensponsori proses perdamaian,” kata Mahmoud Abbas (Ujang Jarbat/berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here