SOLOK, JN- Disaat anggota DPR RI masih menyusun wacana Draf RUU tentang Ketahanan Keluarga, dimana yang akan dibahas salah satunya adalah mengimbau pelaku usaha (swasta) untuk memberi cuti selama enam bulan untuk pekerjanya.

Namun sebelum Draf RUU tersebut diundangkan, salah satu perusahaan air minum ternama di Indonesia, yakni PT Danone Indonesia, sudah sejak lama menerapkan cuti 6 bulan bagi karyawannya yang melahirkan. Hal itupun berlaku untuk pabrik Aqua Pabrik Solok, yakni PT. Tirta Investama (TIV), Donone Grup. Perusahaan yang membawahi Aqua, Sarihusada, Nutricia, dan Nutricia Advanced Medical Nutrition itu juga memberikan cuti untuk karyawan pria yang istrinya melahirkan selama 10 hari.

Menurut Humas PT. Tirta Investama Aqua Danone Pabrik Solok, Azra’i, bahwa PT. TIV pabrik Solok sudah menerapkan hal itu semenjak beberapa tahun lalu.

“Ya, sesuai himbauan manajemen dari pusat, maka kita di Aqua Solok juga sudah menerapkan hal itu, ” sebut Azra’i, Jum’at (21/2)

Menurut Azra’i, Danone merupakan perusahaan pertama yang memberikan Cuti Hamil dan Melahirkan Hingga 6 Bulan.

Menurut Azra’i, salah satu program Danone yang perlu mendapatkan acungan jempol adalah usahanya menyukseskan kebijakan untuk mendukung tumbuh kembang anak di 1000 Hari Pertama Awal Kehidupan mulai dari anak di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun.

Kebijakan perusahaan yang ramah keluarga (family friendly) diwujudkan tidak hanya dengan pemberian tunjangan kesehatan dan fasilitas kerja yang nyaman untuk karyawan dan karyawati, namun juga diwujudkan dengan pemberian cuti hamil dan melahirkan selama enam bulan bagi karyawan perempuan serta 10 hari bagi karyawan pria yang istrinya melahirkan.

“Sejak awal diberlakukan, kebijakan ini mendapat tanggapan positif dari karyawan. Kami ingin menjadikan perusahaan kami sebuah perusahaan yang ramah keluarga,” sebutnya.

Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengemukakan, Danone di Indonesia merupakan salah satu perusahaan swasta yang mempelopori pemberian cuti hamil dan melahirkan selama 6 bulan bagi karyawati serta 10 hari bagi karyawan yang istrinya sedang melahirkan. Kebijakan yang sudah berjalan 1 tahun ini (mulai diberlakukan Agustus 2016) Tujuan utamanya adalah untuk memberikan waktu intensif kepada ibu yang baru melahirkan sehingga bisa menemani buah hatinya yang baru lahir.

Draf RUU tentang Ketahanan Keluarga akan segera dibahas di DPR. Salah satu pasal ini mengimbau pelaku usaha (swasta) untuk memberi cuti selama enam bulan untuk pekerjanya.

Dalam pasal 131 menyebut masyarakat berperan serta dalam ketahanan keluarga sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil. Salah satu pihak yang dianggap berperan ialah pelaku usaha.

Karena itu, pelaku usaha diminta untuk menerapkan kebijakan ramah keluarga di lingkungan usahanya. Beberapa di antaranya seperti hak cuti melahirkan enam bulan hingga jam kerja ramah keluarga

Berikut ini bunyi pasal 134, pelaku usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131 ayat (2) huruf h berperan dalam penyelenggaraan Ketahanan Keluarga melalui Kebijakan Ramah Keluarga di lingkungan usahanya antara lain:

a. pengaturan aktivitas jam bekerja yang ramah keluarga;
b. dapat memberikan hak cuti melahirkan selama 6 (enam) bulan kepada pekerjanya, tanpa kehilangan haknya atas posisi pekerjaannya;
c. penyediaan fasilitas fisik dan nonfisik di lingkungan usahanya untuk mendukung pekerja perempuan dalam menjalankan fungsinya sebagai ibu;
d. penyelenggaraan aktivitas bersama berupa pertemuan keluarga di lingkungan usahanya;
e. berpartisipasi dalam penyelenggaraan Ketahanan Keluarga melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan;
f. memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk mengikuti bimbingan pra perkawinan, pemeriksaan kesehatan pra perkawinan, mendampingi istri melahirkan, dan/atau menjaga Anak yang sakit.

Memang di Indonesia, para ibu bekerja umumnya mendapatkan cuti melahirkan selama tiga bulan.

Di bawah program tersebut, para karyawan juga dapat mengajukan tambahan cuti selama enam bulan berikutnya. Namun, selama masa cuti melahirkan tambahan tersebut, karyawan tidak akan mendapatkan gaji bulanan seperti biasa (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here