CSR Aqua Solok DIkunjungan FieldVisit-Learning Event Internasional

0
149

SOLOK, JN- Kunjungan FieldVisit-International Learning Event dalam rangka Kerjasama PKBI Sumatera Barat dengan CRS AQUA-Danone Pabrik Solok Untuk WASH di Nagari Batang Barus, Selasa (23/7).

Tampak hadir pada acara tersebut, Direktur PKBI Sumbar, Firdaus Jamal, Koordinator Program Air Bersih dan Sanitasi, Suci Kurnia Sari, Penanggungjawab CSR Aqua Danone Solok, Jhon Betrit dan Azra’i, Wali Nagari Batang Barus, Syamsul Azwar, Seknag Batang Barus, Yuliza.

Selain itu tampak hadir Kedutaan Belanda, Tim SNV dari Belanda, Kenya, Ghana, Netherlands, Indonesia dan Mitra CSO dari PKBI Sumbar, LP2M, YKWS Lampung dan Mitra Bentala Lampung.

Menurut Koordinator CSR Aqua pabrik Solok, Jhon Betrit dan Azrai, tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat peran CSR Perusahaan AQUA-Danone Solok, untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya dalam bidang sanitasi.

“Program Air bersih dan Sanitasi yang dilakukan di Nagari Batang Barus merupakan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh PKBI Sumatera Barat dari tahun 2014 hingga sekarang,” sebut Jhon Betrit.

Nagari Batang Barus merupakan wilayah bagian pusat Ibukota Kabupaten Solok yang berada di lereng Gunung Talang dengan jarak ±5km dan dikelilingi oleh kawasan konservasi hutan tropis. Nagari Batang Barus yang berjarak 32,7 km atau ±1 jam dari Kota Padang merupakan nagari terluas di Kecamatan Gunung Talang dengan luas 185,00 km² yang terdiri dari 3 jorong yaitu Lubuk Selasih, Kayu Jao dan Kayu Aro. Nagari Batang Barus berada pada ketinggian antara 700 sampai 900 dari permukaan laut dengan jarak tempuh 30 km dari laut, sehingga nagari ini berhawa sejuk dan cenderung dingin dengan suhu 20°C-27°C. Selain itu juga, proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah ibukota paling sedikit 30% dari luas wilayah ibukota, dimana 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka hijau privat. Dengan topografi berbukit dan berlembah karena terletak di gugusan Bukit Barisan, nagari ini adalah sebuah kawasan pertanian, perdagangan, perkantoran, serta kawasan wisata. Jumlah penduduk Nagari Batang Barus kian meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu delapan tahun terakhir yaitu sejumlah 9082 jiwa tahun 2017. Diduga hal ini diakibatkan dampak dari pemindahan ibukota Kabupaten Solok ke Arosuka yang sebelumnya berada di Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung.

“Penambahan jumlah penduduk tersebut juga meningkatkan aktivitas, mengubah sosial budaya serta menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” sebut Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar.

Sebagai perwujudan dari komitmen untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, AQUA-Danone Solok mengembangkan program-program sosial dan lingkungan berdasarkan kajian kebutuhan yang ada di masyarakat dan dijalankan dengan pendekatan berbasis masyarakat yang bekerjasama dengan PKBI Sumatera Barat semenjak tahun 2013. Salah satu program kerjasama AQUA dengan PKBI Sumatera Barat adalah program air bersih dan sanitasi. Implementasi program air bersih dan sanitasi di Nagari Batang Barus sudah berjalan semenjak tahun 2013, diantaranya pembangunan sarana air bersih di Kelok Batuang (2014) dan Tabek (2015) dan fasilitas jamban keluarga di Dusun V Kayu Aro (2016), Andaleh Dusun IV Kayu Jao (2017) dan Rawang-Jariang (2018), tahun 2019 CSR AQUADanone memberikan bantuan program air bersih di Rawang-Jariang.

Menurut Kepala pabrik Aqua, Joitun Sidabutar, pembelajaran dalam memfasilitasi pembangunan sarana air bersih dan sanitasi di Dusun Kelok Batuang dan Dusun Rawang, Jorong Lubuak Selasiah. Diantaranya adalah yang pertama Program Pembangunan Sarana Air Bersih – Dusun Kelok Batuang, Jorong Lubuk Selasih Tingginya animo masyarakat ketika disampaikan informasi rencana untuk pembangunan sarana air bersih oleh Wali Jorong (Irman Rajo Gandan). Sebelumnya masyarakat harus melewati lembah dengan jarang ±500m untuk mendapatkan air, kemudian air tersebut dibawa dengan ember ke rumah. Ketika masyarakat mendapatkan informasi akan dibangunkan sarana air bersih, mereka sangat senang, terbukti dari partisipasi seluruh pihak baik perempuan dan laki-laki, tua atau muda ikut bersama-sama terlibat dalam berbagai tahap pembangunan sarana air bersih. Gotong royong yang melibatkan puluhan hingga ratusan orang berlangsung setiap minggu, mulai dari fase pertemuan regular, pembersihan, pembangunan intake, penggalian dan pemasangan jariangan pipa hingga terbentuknya kelompok pengelola sumber air bersih (KPSAB). Pembangunan dapat terealisasi dalam waktu lebih cepat dari perkiraan semula. Daya dongkrak dan pengaruh kepemimpinan Kepala Jorong Irman Rajo Gandan, dirasakan sangat membantu kerja-kerja fasilitasi yang dilakukan PKBI Sumatera Barat. Pengalaman dan kemampuan teknis otodidak beliau beberapa waktu lalu dalam pengembangkan sarana air bersih di Lubuk Selasih yang dilaksanakan secara swadaya, menjadi guide line untuk mengembangkan kerja kelompok yang dibentuk secara sustainable. Beberapa warga Kelok Batuang yang diberikan amanah oleh warganya untuk menjadi pengurus kelompok pembangunan sarana air bersih, melakukan proses belajar sambil bekerja dengan pengalaman Kepala Jorong. Hingga kini pengelolaan dan pemeliharaan sumber air bersih di Kelok Batuang terjaga dengan baik.

Kedua, Pemberdayaan melalui program STBM – Rawang Lubuk Selasih. Berbeda dengan lokasi diatas, pemberdayaan yang dilakukan di Rawang Lubuak Selasih adalah Penyadaran perilaku hidup bersih dan sehat melalui STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). STBM khusus pilai 1 (Stop BABS) dilaksanakan guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya berperilaku sehat dan dampaknya bagi kesehatan. Beberapa kegiatan dilakukan untuk menyadarkan masyarakat diantaranya diskusi berkala tentang isu sanitasi dan dampaknya, pelatihan PHAST dan CHAST dan praktek pemberdayaan yang partisipatif dalam rangka membangun kesadaran bersama pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Di transformasikan oleh para fasilitator dengan menganut prinsip belajar bersama, partisipatif dengan metoda pendidikan orang dewasa, mengguggah masyarakat di Rawang untuk melihat sendiri perilaku keseharian mereka. Melalui proses tersebut mereka menemukan sendiri bagaimana potret PHBS yang dilakoni setiap hari dilingkungan tempat tinggal mereka, akan membahayakan terhadap kesehatan mereka dan lingkungannya.

Kerjasama yang dibangun antara PKBI Sumatera Barat dengan AQUA Solok memberi pengaruh positif baik bagi perusahaan, pemerintahan daerah, pemerintahan nagari maupun bagi masyarakat, diantaranya:

1. Alokasi anggaran APBDes sebagai stimulan untuk pengadaan akses jamban dan pemberdayaan perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat miskin.

2. Alokasi anggaran APBDes untuk perawatan sarana air bersih.

3. Surat pemberitahuan nagari kepada masyarakat untuk Stop Buang Air Besar Sembarangan.

4. Terbitnya Surat Edaran Bupati Solok nomor 443.5/540/Dinkes/IV/2017 tentang permintaan percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan di nagari melalui peran kecamatan dan pemerintahan nagari (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda