Polres Solok Gelar Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Antisipasi Dampak Kenaikan BBM

SOLOK, JN- Kepolisian Resor Solok, Sumatera Barat hari Rabu (5/10), menggelar simulasi pengamanan aksi unjuk rasa antisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), bertempat di halaman kantor Polres Solok di Lubuk Selasih.

 “Simulasi ini dilakukan agar semua anggota memahami tugas fungsi masing-masing jika nanti terjadi aksi unjuk rasa,” kata Kepala Polres Sokok, AKBP Apri Wibowo, S. Ik, SH, MH. Kegiatan simulasi pengamanan aksi unjuk rasa ini diawali dengan menggelar simulasi menggunakan Tactical Floor Game (TFG) di Aula Bhayangkara Polres Solok yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Solok,  kimpol Irwan Zani. Menurutnya kegiatan simulasi menggunakan Tactical Floor Game tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum dalam pengamanan aksi unjuk rasa dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) khususnya di wilayah hukum Polres Solok agar tetap aman dan kondusif.
Aksi demo dimulai saat Kapolsek Gunung Talang melaporkan ke Kapolres Solok bahwa ada sekitar 150 kelompok masa yang akan menggelar aksi demo ke kantor Bupati Solok terkait kenaikan BBM. Selanjutnya Kapolres menghubungi Kasat Samapta tentang aksi demo tersebut.

Baca Juga :
Bupati Gusmal Resmikan Yayasan Syekh Zaldi At Thahiry dan Polpes Raudhatul Ulun Sirukam

“Kita mensimulasikan objek yang akan kita amankan ini melalui media TFG, agar para perwira pengendali di lapangan memahami secara luas mengenai tugas dan tanggungjawab dalam pengamanan aksi unjuk rasa sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam penyampaian pendapat dimuka umum,” sebut Kapolres Solok, AKBP Apri Wibowo, S.ik, SH, MH.
 Simulasi TFG tersebut dipandu langsung oleh Wakapolres Solok serta pemaparan rencana pengamanan (Renpam) oleh oleh Kabag Ops selaku pengendali operasi di lapangan. Setelah kegiatan simulasi TFG di Aula Bhayangkara, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi secara langsung pengamanan aksi unjuk rasa dengan menghadirkan personel Dalmas awal, tim Negosiator, Dalmas lanjut, tim Raimas, tim tindak, tim kesehatan, serta tim pendemo.  Sebelum kegiatan dimulai Kapolres melakukan pemeriksaan meliputi kelengkapan diri dan alat penunjang dalam pengamanan aksi unjuk rasa.  

“Ini perlu kita lakukan agar seluruh personel selalu siap dalam menghadapi kejadian-kejadian yang tidak bisa kita duga dalam pengamanan aksi unjuk rasa ini, dan juga keselamatan personel menjadi poin penting dalam kegiatan ini,” kata Wakapolres Solok, Kompol Irwan Zani Anggota Dalmas diperlukan kerjasama tim, dalam gerakan Dalmas bukan gerakan perorangan tetapi merupakan kerjasama sebuah tim yang terbentuk dalam suatu formasi Dalmas. “Pelatihan ini diharapkan seluruh personel paham dan mengetahui tahapan dalam pengendalian masa serta mampu menerapkannya di lapangan,” tambah Irwan Zani.

Baca Juga :
Usai Sertijab, Bupati Solok Epyardi Asda Ajak ASN dan Masyarakat Bersatu Membangun Kabupaten Solok


Pada pelaku masa pendemo, tampak Kasaat Narkoba, Oon Kurnia Ilahi, menjadi koordinator aksi demo bersama anggota lainnya dan beberapa orang intel Polres berdiri dibeberapa titik lokasi untuk memantau situasi (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.