Komunikasi Humanis Polisi Diantara Citra dan Reputasi Digelar Polres Padang Panjang

Kini banyak petinggi Polri di tingkat kota dan kabupaten berpikirian cerdas mampu menangkap kencangnya perubahan era kekinian.

Seperti Kapolres Padang Panjang AKBP Novianto Taryono ,S.H,S.I.K, M.H yang ingin mengubah paradigma berpikir aparatur kepolisian di bawah kepemimpinannya.

“Polisi di Polres Padang Panjang mesti bisa mengikuti arus perubahan secara dinamis, tidak cenderung apatis dan dirasakan saat memikulnya sebagai beban berat,” ujar AKBP Novianto.

Tuntutan menyandang profesi sdbagai anggota Polri menerima amanah dan pertanggungawaban dari jabatan. Menuju perubahan itu dikemas dengan konsep “Polisi Belajar”

Ini disampaikan AKBP Novianto Taryono saat membuka kegiatan edukasi digelar secara online yang bertajuk,” Komunikasi Humanis Polisi Diantara Citra dan Reputasi,” Rabu 6/4-2024 yang diikuti Wakapolres Kompol Alvira, SH, puluhan para bintara dan perwira pertama di jajaran Polres Padang Panjang.

edukasi via online ini menghadirkan narasumber Dr.(C). M.A.Dalmenda. M.Si Dt. Pamuntjak Alam, M.Si, akademisi Ilmu Komunikasi Fisip Unand dan juga Staf Ahli Rektor Unand Bidang Komunikasi dan Media.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dan kebutuhan masyarakat menuntut Polri harus mengikuti perubahan yangg satu di antaranya dalam bentuk peningkatan kemampuan diperlukan inovasi.

Oleh karena itu kata AKBP Novianto melalui program Polisi Belajar dengan memanfaatkan sarana teknologi infirmasi diharapkan dapat menjadi solusi yang bernas.

“Lintas generasi di kepolisian senantiasa harus menjadi motor penggerak bagi kemajuan di jajaran kepolisian, jangan dijadikan beban atau bahkan menjadi penghambat dalam proses kemajuan di tubuh polri. Jangan berpikir skeptis dan apatis menghadapi perubahan. Harus realistis, dinamis dan humanis. Untuk mewujudkannya diperlukan ruang edukasi secara professional, proposional dan berkelanjutan, “ jelas AKBP Novianto Taryono.

Baca Juga :
BNN Kabupaten Solok Peringati Hari BNN Yang ke 20 

Program ini, lanjut Kapolres Novianto Taryono, menjadi salah satu solusi dalam rangka meningkatkan kemampuan anggotap polri melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, para pakar dan stakeholder yag terkait dengan tugas kepolisian.

Materi program Polisi Belajar, tidak hanya masalah hukum, akan tetapi seluruh disiplin ilmu yang berkaitan dgn tugas kepolisian, seperti disiplin ilmut komunikasi, antropologi, prilaku/budaya organisasi, dan lainnya.

“Lebih diharapkan ke depannya akan ada perubahan mindset dan kultur anggota Polri yang tercermin dalam pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dalam memrikan pelayanan prima kepada masyarakat,”ujar Kapolres.

Narasumber M.A. Dalmenda menekankan watak humanis kepolisian menjadi ujung tombak institusi ini agar dapat bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat sehingganya kembali mendapat kepercayaan masyarakat dalam pengayoman.

Kemitraan kepolisian dengan masyarakat kata Dalmenda harus diperkuat. Persoalan kemananan dan kenyamanan masyarakat bukan semata menjadi tanggungjawab kepolisian, melainkan ada konstribusi dan peran tokoh masyarakat secara khususnya dan anggota masyarakat pada umummnya.

”Menuuju suatu perubahan menjadi polisi yang humanis sepatutnya diawali dengan adanya perubahan pola pikir atau sudut pandang. Paradigma dari pola pikir ini akan menggiring bagi setiap anggota kepolisian menuju perubahan dalam menjalankan Tupoksi. Ketika adanya perubahan pola pikir pada setiap insan personil polisi maka akan menjadi tradisi sebagai bentuk budaya kerja yang mumpuni dengan berkesinambungan,”ujar Dt Menda biasa Staf Ahli Rektor Unand ini disapa. banyka kalangan pers di Sumbar.

Baca Juga :
Minta Tambang Ilegal Ditutup, Ratusan Masyarakat Lolo Gelar Demo ke Kantor Bupati Solok

Dengan pola polisi yang lebih humanstik dalam berinteraksi dan membangun komunikasi publik secara efektif dengan masyarakat maka akan tercipta suatu reputasi yang positif dari masyarakat.

Biarkan kata Dtk Menda masyarakat yang memberikan penilaian terhadap pelayanan polisi sebagai pengayom masyarakat sesuai tupoksi sehinnga citra baik atau posiistif akan tercipta dengan sendirinya dengan tanpa melalui pencitraan dari internal institusi polisi.

“Di era Kapolri Jenderal Listyio Sigit telah menggiring konsep polisi yang humanis. Lokomotif yang tangguh akan gerbong besar institusi Polri sedang menggiring konsep humanisme itu dalam konteks baru pelayanan polisi pada masyarakat.

Pola humanisme akan mencetak para patriot sejati sesuai Tupoksi dalam menjalankan tugasnya,”ujar Menda yang dulu pernah jadi Kabag Humas Setdako Padang Panjang.(sumber Fix Sumbar.com/dri/menda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.