Kejati Sumbar Gelar Temu Ramah Dengan Bupati Solok


SOLOK, JN- Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M.Mar, hari Rabu sore (28/12), menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Yusron, S.H.,M.H. beserta jajaran, bertempat di Balairung Rumah Dinas Bupati Solok dalam rangka Ramah Tamah dengan pemerintah Kabupaten Solok.


Tampak hadir nendampingi Kejati yakni Kepala Kejaksaan Negeri Solok Andi Metrawijaya, Sekretaris Daerah Medison, S.Sos., M.Si, Asisten I Drs. Syahrial, M.M, Asisten II Syaiful, S.T.,M.T, Asisten III Edityawarman, S.Sos.,M.Si, Staf Ahli Bidang Ekbang Kesra Eva Nasri, S.H., M.M, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan SDM mulyadi marcos, SE, MM, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Solok mengucapkan terimakasih dan merasa terhormat atas kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat beserta jajarannya ke pemerintah Kabupaten Solok dalam rangka silaturahim serta memaparkan dan menyikapi apa-apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang.


 “Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa memberikan kami pedoman untuk melaksanakan tugas sebagai PNS dan sebagai Kepala Daerah serta bertanggungjawab di seluruh lini di Kabupaten Solok,” sebut H. Epyardi Asda.
Bupati juga berharap, agar seluruh Kepala Daerah agar bisa mencermati akibat dari kenaikan BBM, yang menimbulkan dampak Inflasi yang tinggi, sehingga mengakibatkan semua harga menjadi naik.
Bahkan menurut Bupati, ada Peraturan Menteri Keuangan, agar melakukan Re-Focusing anggaran sebanyak 2% dari sisa anggaran mulai dari bulan Oktober, November dan Desember 2022.

Baca Juga :
Salahgunakan Narkoba, Warga Talang Ditangkap di Koto Baru


Berkat bantuan Kajari dan timnya, Pemda Kab. Solok selalu mendapat arahan dan kerjasama yang baik, sehingga pemerintah daerah melalui Koperindag bisa menghadirkan Pasar Murah untuk masyarakat Kabupaten Solok yang telah di adakan pada tanggal 24 Desember 2022.

Menyambung hal tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Yusron mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu (29 September 2022) Presiden telah mengundang seluruh Gubernur, Kapolda, Kajati, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia di Jakarta.

 Presiden menyampaikan dampak dari kenaikan BBM. Ada 3 hal yang perlu di kritisi dari pertemuan tersebut yakni Menekan angka Inflasi, Harus menggunakan Produk dalam Negeri, dan Menekan angka kemiskinan yang akan terjadi.
” Setelah pertemuan tersebut, terdapat surat dari Jaksa Agung, yang menginstruksikan jajaran Kajati seluruh Indonesia untuk menyikapi hal-hal yang di sampaikan Presiden,” papar Yusron, S.H.,M.H.

Dalam anggaran pemerintah Kab/Kota ada Dana tak terduga dan Dana Transfer Umum, sehingga secara intens Kajati Sumbar mengikuti apa yang terjadi di dalam anggaran tersebut. Bahwa untuk kabupaten penggunaan anggaran tersebut masih 22,26% dan Kota 12,6%.

Baca Juga :
Sat Res Narkoba Polres Solok Tangkap Pemuda Saat Bawa Sabu di Salayo

“Dalam anggaran tersebut ada Peraturan Menteri Keuangan yang sudah jelas dan instruksinya juga jelas. “Saya mengajak rekan-rekan semuanya, bahwa mengapa kita harus ragu dalam merealisasikan anggaran jika itu memang untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Solok,” papar Yusron, S.H.

Pihaknya berpendapat Kajari juga akan mendukung dan tidak akan membuat sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari jika semua saling terbuka dalam menyikapi apa-apa yang di sampaikan Presiden. (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.