KOMPOR merupakan suatu alat yang digunakan masyarakat untuk memasak. Bahan bakar yang digunakan kompor yang pernah dijumpai selama ini berupa gas elpiji ataupun minyak tanah, gas elpiji. Namun kelangkaan minyak tanah sudah terjadi mulai dari beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu untuk mendapatkan minyak tanah masyarakat harus membayar dengan sangat mahal dan bahkan harus rela melakukan antrian yang sangat panjang untuk mendapatkan beberapa liter minyak tanah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka sudah selayaknya kita memikirkan energi alternatif pengganti minyak tanah berupa sekam padi. Hal ini tentunya akan memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan pencemaran limbah sekam padi sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Disamping itu, bahan yang digunakan dalam pembuatan kompor sekam cukup mudah didapatkan, cara pembuatannya sederhana dan mudah serta bahan bakarnya bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Melalui pembuatan kompor sekam tentu akan penghematan terhadap bahan bakar minyak dan gas.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan ini, dilatarbelakangi oleh banyaknya sisa hasil pertanian yang banyak ditemukan di daerah Kinali. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa petani di daerah ini banyak limbah hasil pertanian yang hanya dibuang bahkan tidak sedikit terdapat sisa hasil panen padi berupa jerami/ sekam padi yang banyak menumpuk di penggilingan dan di pinggir-pinggir sawah. Petani hanya membiarkan limbah yang dihasilkan oleh panen mereka, terkadang juga hanya dibakar sehingga menimbulkan polusi udara.
Pembakaran limbah hasil pertanian ini akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan lingkungan. Padahal limbah ini jika dikelola dengan benar bisa mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan bahkan bisa memberikan manfaat secara ekonomis. Oleh karena itu, masyarakat di daerah ini perlu diberikan penyuluhan dan demontrasi mengenai penanggulangan bahaya limbah pertanian, guna menanamkan kesadaran kesehatan lingkungan.
Tahapan selanjutnya diberikan penyuluhan dan praktik bagaimana memanfaatkan limbah tersebut menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual. Pada aktivitas ini penyuluhan dilakukan oleh Dosen dan mahasiswa Unand. Penyuluhan dilakukan tidak hanya secara teori tetapi juga secara praktik. Kemudian masyarakat dibekali kemampuan secara prosedural dan teknis dalam mengolah limbah sekam padi menjadi kompor sekam (bahan bakar alternatif). Selain itu untuk menunjang keberlanjutan aktivitas ini, mayarakat difasilitasi dengan alat cetak, kompor sekam beserta alat pengemasannya.

Gambar 1. Kompor Sekam Gambar 2. Demontrasi Kompor Sekam untuk Memasak

Dari kegiatan yang telah dilakukan terlihat masyarakat dan petani telah mampu membuat kompor sekam dan mengolah limbah sekam padi menjadi bahan bakar kompor sekam. Disamping itu, kompor gasifikasi sekam padi merupakan perangkat baru yang dikembangkan untuk memasak secara domestik memanfaatkan sekam padi sebagai bahan bakar. Kompor dirancang untuk membakar sekam padi menggunakan jumlah udara terbatas untuk pembakaran yang menghasilkan api bercahaya biru, yang hampir mirip dengan kompor LPG.
Lebih lanjut, proses kompor gasifikasi sekam padi terdapat beberapa komponen utama antara lain yaitu:
a. Gasifier Reaktor
Reaktor adalah suatu alat proses tempat di mana terjadinya suatu reaksi berlangsung, baik itu reaksi kimia atau nuklir dan bukan secara fisika. The Gasifier Stove Reactor adalah komponen kompor dimana sekam padi tersebut ditempatkan dan dibakar dengan jumlah udara yang terbatas. Reaktor ini berbentuk silinder dengan diameter 0,10 sampai 0,30 m, tergantung pada output daya yang dibutuhkan untuk kompor. Tinggi dari sislinder bervariasi dari 0.4 m sampai 0.1 m, tergantung dari waktu operasi yang dibutuhkan. Silinder terbuat dari plat besi gauge no. 18 yang digalvanisasi pada bagian luar dan baja tahan karat gauge no. 20 pada bagian dalam. Silinder ini menyediakan ruang annular sebesar 2 cm, dimana sekam padi yang dibakar atau material lainnya diletakkan sebagai insulasi yang bertujuan mencegah panas hilang dari gasifier.
Pada bagian bawah ujung reaktor terdapat fuel grate yang terbuat dari baja tahan karat, yang digunakan untuk menahan sekam padi selama gasifikasi. Grate ini diposisikan sedemikian rupa sehingga dapat cenderung mudah melepaskan arang setiap setelah pengoperasiannya. Grate di kontrol dengan menggunakan pegas atau pengunci diletakkan pada posisi yang sesuai selama pengoperasian. Pada bagian luar reactor terdapat cincin bulat yang ditahan pelindung aluminium untuk menjaga tangan secara tak sengaja menyentuh reaktor yang panas selama operasi.

b. Fan
Kipas adalah komponen dari kompor yang menyediakan udara yang dibutuhkan oleh bahan bakar selama proses gasifikasi. Kipas ini biasanya selalu terikat dengan ruang arang baik pada pintu ataupun pada ruang itu sendiri yang mana secara langusng mendorong udara ke dalam ruangan sekam padi di dalam reaktor.
c. Char Chamber
Ruang Char berfungsi sebagai penyimpanan untuk char yang dihasilkan setelah setiap operasi. Bagian ini terletak di bawah reaktor agar memudahkan untuk menangkap char yang jatuh dari reaktor, ruang ini dilengkapi dengan pintu yang dapat dibuka untuk memudahkan pembuangan char dan pintu tersebut harus tetap selalu tertutup saat mengoperasikan gasifier. Ruang char dipasang erat di semua sisi untuk mencegah udara yang dilepaskan oleh kipas dari melarikan diri ruang tersebut maka, meminimalkan kerugian yang berlebihan dari rancangan dalam sistem di gasifikasi bahan bakar.

d. Burner
Burner berfungsi sebagai tempat untuk pembakaran terhadap syngas yang dihasilkan. Pembakar mengkonversi gas yang keluar dari reaktor dalam bentuk api kebiru-biruan. Ini terdiri dari lubang seri berdiamater 3/8 inchi, dimana gas pembakaran dibolehkan melewatinya. Lubang kedua di letakkan disekeliling pembakar digunakan untuk menyuplai udara yang penting untuk pemabakaran gas. Bagian atas pembakar dipasang penahan kuali (atau sejenisnya) untuk menahan kuali pada tempatnya selama proses memasak. Pembakar ini bisa dilepas untuk memudahkan pengisian bahan bakar ke reaktor dan diatur peletakkannya selama operasi.
Selanjutnya, kompor sekam ini banyak memberikan manfaat sebagai bahan bakar alternatif baik dalam rumah tangga, perdagangan, dan industri. Pada pelaksanaan kegiatan ini sebelumnya masyarakat diberikan bagaimana cara menggunakan kompor sekam tersebut sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Kegiatan penggunaan kompor sekam ini difasilitasi oleh dosen dan mahasiswa Unand dan dapat terlaksana dengan baik. Harapannya sekam padi dan jerami sisa panen dapat bermanfaat menjadi bahan yang bermanfaat bagi masyarakat yaitu kompor sekam dan bernilai ekonomi.
Tak kalah pentingnya, penggunaan kompor sekam ini dapat menghemat pengeluaran untuk membeli gas elpiji ataupun minyak tanah. Disamping itu, bahan yang digunakan dalam pembuatan kompor sekam cukup mudah didapatkan, cara pembuatannya sederhana dan mudah serta bahan bakarnya bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat dapat memahami cara pembuatan dan penggunaan kompor sekam dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menghemat biaya dan mengatasi kelangkaan dan mahalnya gas elpiji maupun minyak tanah.
(Dr. Ferry Lismanto Syaiful, S.Pt
Dosen Universitas Andalas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here