Danau Singkarak Akan Dikelilingi Peserta TdS Tahun 2018

0
282

SOLOK, JN- Lokasi Danau Singkarak, rencananya akan dikelilingi peserta Tour de Singkarak (TdS) ke-10 tahun 2018, yang rencananya akan dihelat pada 3 hingga 11 November mendatang.

 

“Kita sudah lakukan survey lokasi TdS bersama tim dan kita untuk Kabupaten Solok sendiri yang akan start di Dermaga Singkarak pada tanggal 13 November, seluruh peserta akan melingkari Danau Singkarak dan selanjutnya baru menuju Tanah Datar dengan panjang rute 150 Kilometer lebih,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra Prasat, kepada KORAN PADANG, Jum’at (28/9) di ruang kerjanya. Disebutkannya, rute tersebut hampir mirip dengan rute TdS pertama kali digelar dimana peserta juga mengelilingi Danau Singkarak, namun setelah itu rute ini tidak pernah lagi dilintasi.

Survey lapngan jalur TdS 2018

Disebutkan Yandra, untuk TdS ke-10 tahun 2018 ini, Kabupaten Solok akan dilintasi 3 kali etape dan salah satunya adalah start etape 3. Selain itu, TdS yang akan melintas di Kabupaten solok adalah Etape Enam, yakni yang akan start dari Kota Solok menuju kota Payakumbuh sejauh  105 KM dan Etape Tujuh yang start dari Kota  Padang Panjang menuju Kabupaten Solok Selatan sejauh 194 Km. Jalu Etape Enam ini setelah dari Singkarak, akan terus ke kota Solok, Muara Panas, Koto Anau, Batu Banyak, Bukit Sileh Salayo Tanang, Danau Kembar, Alahan Panjang, Air Dingin, dan Surian selanjutnya menuju Solok Selatan.

 

Yandra Prasat yang didampingi Kabid Promosi, Yandri, juga menjelaskan bahwa Kabupaten Solok bertekat menjadi yang terbaik pelaksanaan TdS dengan menghimbau masyarakt untuk ikut mensukseskan TdS kali ini. “Kita tentu berharap TdS akan berdampak positif bagi daerah kita. Untuk itu, kita berharap penonton bersikap ramah dan memberi semangat kepada seluruh peserta TdS untuk seluruh negara,” jelas Yandra Prasat.

Apalagi saat Etape 7 yang start dari Kota Padang Panjang, dimana Etape ini adalah Etape paling panjang dari semua Etape yakni akan menempuh jarak sejauh 194 KM dan akan menguras energi peserta, karena akan menaiki tanjakan yang tinggi dimulai dari Koto Anau hingga Danau kembar dan akan melintasi sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Solok, yakni  Kecamatan X Koto Singkarak, Kubung, Bukit Sundi, Danau Kembar, Lembah Gumanti dan Pantaiu Cermin.

Saat Survei lanjutan etape TdS 2018 yakni  jalur Etape Tujuh yang kan melintasi Bukik Sileh – Simpang Tanjung Nan  IV dengan view Danau Dibawah yang pemandangan alamnya sangat mempesona, tim survey dari UCI,  yakni Mr. Velayutham, mengaku jalur ini sangat sangat menantang dan eksotik namun yang perlu di perhatikan adalah pagar pembatas utk keamanan dan keselamatan pembalap.

 

Dengan  melintasi etape tersebut, maka TdS ke- 10 kali ini, Jalan negara Solok Padang dipastikan tidak akan dilintasi peserta TdS tahun 2018.

Sementara peserta TdS kali ini juga akan bertambah dari sebelumnya ada 21 negara, maka tahun 2018 ini meningkat menjadi 30 negara, karena banyaknya permintaan peserta dari negara-negara Eropah Timur seperti Norwegia, Swedia dan lainnya. Sementara yang saat ini harus segera ditangani adalah perbaikan lokasi jalur TdS dan Dinas Pariwisata Kabupaten Solok juga terus melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata Sumbar dan Dinas Pekerjaan Umum untuk perbaikan jalan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putiah, meminta Dinas Pariwisata untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik dengan perhitungan yang sangat matang. “Kelemahan dan kekurangan kita pada masa lalu waktu pelaksanaan TdS, mari kita benahi sekarang. Apalagi kita sudah berulang kali menjadi tuan rumah pelaksanaan TdS agar kita tidak malu dimata internasional sebab alek ini akan menjadi perhatian dunia,” jelas Septrismen. Pihaknya juga meminta agar selalu ada komunikasi antara Dinas Pariwisata dan Dinas terkait, demi suksesnya pelaksanaan TdS mendatang.
“Saya melihat Sosialisasi dari Dinas Pariwisata masalah TdS  sebelumnya masih minim, padahal ini alek internasional,”jelasnya. Disebutkan Septrismen, minimnya spanduk yang di pasang di jalur utama dan di nagari, kurangnya sosialisasi di media massa, mendandakan bahwa dinas terkait masih kurang serius menggelar TdS kali ini.
“Kalau kita mau sukses menjadi pelaksanaan TdS, maka tentu gebyar di Kabupaten Solok akan lebih terdengar. Ini seperti tidak akan ada pesta balap sepeda dunia saja. Bahkan di Arosuka spanduk dan umbul-umbul masih lengang,” pungkas Septrismen (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda