Pelajaran Hidup Dari Kisah The Necklace Karya Guy De Maupassant

By: Salsabilla Aurelia Adinda Dwi Putri

========================================================= =

The Necklace oleh Guy de Maupassant adalah cerita pendek yang pertama kaliditerbitkan di majalah La Gaulois pada tahun 1884. Guy de Maupassant adalah seorang penulisterkenal asal Prancis.

Sebagian besar karyanya terkenal karena kemampuannya menciptakanwaktu, tempat, dan karakter yang ringkas namun kaya. The Necklace sendiri dikenal karena twistendingnya terhadap keserakahan dan kesombongan. Dalam “The Necklace” diceritakan bahwatokoh wanita yang bernama Mathilde adalah wanita cantik dan sombong yang bercita-cita untukmemiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi.Mathilde tinggal di sebuah flat bersama suaminya yang bekerja sebagai pegawai MenteriPendidikan. Mereka tidak hidup dalam kemewahan, tetapi mereka juga tidak miskin, merekahidup dalam kesederhanaan. Namun, Mathilde ingin hidup dalam kemewahan, dia ingin menjadikaya. Pada suatu hari, suaminya pulang dengan membawa undangan pesta dan berpikir istrinyaakan senang menghadiri pesta yang mewah tersebut, tapi Mathilde tidak terlihat senang denganhal itu.

Dia mengeluh karena tidak memiliki apapun yang cocok digunakan untuk menghadiripesta yang mewah seperti itu. Akhirnya, suaminya memberikan Mathilde uang untuk membelisebuah gaun yang dapat ia gunakan di pesta nantinya.Minggu pesta telah tiba, tetapi Mathilde masih terlihat cemas dan sedih. Ketika suaminyabertanya apa yang terjadi padanya, dia menjawab bahwa dia resah karena tidak memiliki perhiasan untuk digunakan dengan gaunnya. Awalnya sang suami menyarankannya untukmenggunakan bunga saja karena itu cukup terkenal juga saat itu, tapi Mathilde tidakmenyetujuinya karena itu terlihat murah di kalangan orang-orang kaya yang akan menghadiripesta nantinya. Suaminya pun menyarankan Mathilde untuk meminjam sesuatu dari temannyaJeanne Forestier. Mathilde akhirnya pergi ke rumah Jeanne dan meminjam kalung berlian untukdigunakan dengan gaunnya di pesta nanti. Mathilde dan suaminya menghadiri pesta dan bersenang-senang selama disana.

Baca Juga :
Jakarta Kota Sastra Dunia

Mathildeseperti pemeran utama pesta malam itu karena dia terlihat sangat cantik dan elegan. Semua priayang menghadiri pesta melihat kepada dirinya dan bertanya namanya. Mathilde benar-benarbersenang-senang malam itu di pesta. Pada pukul empat pagi, Mathilde dan suaminya pulang kerumah. Ketika mereka tiba di rumah, Mathilde menyadari bahwa kalung yang ia pinjam daritemannya hilang. Mathilde dan suaminya benar-benar panik saat tau bahwa kalung itu hilang.Suaminya pergi mencari di jalan yang mereka lalui untuk pulang dan pergi ke pesta, tetapi iakembali ke rumah dengan tangan kosong. Mathilde akhirnya mengirim surat kepada temannyabahwa dia merusak kalungnya dan sedang memperbaikinya. Mathilde dan suaminyamemutuskan untuk membeli kalung yang baru dan meminjam uang agar cukup dengan hargakalung tersebut.

Sepuluh tahun kemudian kehidupan Mathilde berubah secara drastis, ia dan suaminyapindah ke rumah yang lebih kecil. Mathilde harus bekerja sampingan dan suaminya melakukanbanyak pekerjaan untuk membayar kembali semua uang yang mereka pinjam. Setelah sepuluhtahun barulah semua uang pinjaman mereka terbayar. Pada suatu hari, Mathilde melihat Jeannedan menyapanya. Dia memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya tentang kalung itu danJeanne terkejut ketika mendengarnya. Lalu Jeanne mengatakan bahwa kalung yang dipinjamMathilde untuk menghadiri pesta adalah kalung palsu. Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Mathilde adalah bahwa mengatakan yangsebenarnya dan mengakui kesalahan kita lebih baik daripada berbohong dan kehilangansegalanya. Jika Mathilde jujur dari awal kepada Jeanne, maka dia akan tau bahwa kalung yangdipinjamnya palsu dan tidak perlu mengganti dengan kalung yang asli. Keserakahan danketidakpuasan yang dimiliki Mathilde juga tidak baik karena semua yang terjadi padanyaberawal dari sikapnya tersebut.

Baca Juga :
Ulasan Puisi “Why I Write” karya Lang Leav

Mathilde harusnya mensyukuri apa yang sudah dimilikinya dantetap percaya diri dengan penampilannya walaupun tidak memakai barang mewah***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.