SOLOK, JN- Seorang warga Sungai Abu, Syafrizal alias Pui (48), dikabarkan hanyut di Sungai saat menjala ikan sejak Munggu dinihari (9/2), sekira pukul 03.00 Wib. Hingga Rabu (12/2), Pui juga belum ditemukan.

Kepala BPBD kabupaten Solok, Armen, AP, kepada Koran Padang, Selasa (11/2), menyebutkan bahwa korban yang bernama Syafrizal (48), atau akrab dipanggil Pui, merupakan warga, Lubuk Muaro, Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok hilang terseret arus sungai. Pui hilang sejak Sabtu (8/2) di Sungai Barameh Batang Gumanti, Sungai Abu, hingga sekarang belum ditemukan.

Saat ini menurut Armen, pihak BPBD dan Tagana serta relawan sudah berada di lokasi kejadian untuk menelusuri keberadaan korban dengan menulusuri Sungai Batang Gumanti yang membelah hutan Bukit Barisan.

Meski penyebab hilangnya Pui masih simpang siur dan cerita yang berkembang ditengah masyarakat bahwa Pui hanyut bukan karena mencari ikan, namun sedang menyeberangkan BBM untuk mesin Ekskavator yang sedang melakukan penambangan liar di daerah itu, namun ada juga yang mengatakan sedang naik
ondan bersama temannya M. Sidiq, dan tiba-tiba datang air bah dan menghantam M. Sidiq dan korban Pui.

“Informasi di lapangan bermacam-macam, perahu yang ditumpangi Pui terbalik dibawa arus air yang kencang, ” sebut Kepala BPBD kabupaten Solok, Armen, AP.

Sementara Camat Hiliran Gumanti, Romi Hendrawan, kepada media ini Selasa sore menyebutkan bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Asisten 2 dan kepada Sekretaris Daerah.

“Sesuai informasi dari Walinagari Sungai Abu, Bapak Padriwanto, korban memang terseret arus deras.
Kabarnya, perahu yang ditumpangi korban terbalik dibawa hanyut arus deras,” cetus Romi Hendrawan.
Selain utu pada saat kejadian, cuaca di lokasi juga sedang hujan lebat. Beruntung, M. Sidiq berhasil selamat, meski mengaku sudah berupaya membantu menyelamatkan korban. Selanjutnya M. Sidiq mengabarkan kejadian ini ke masyarakat di nagari.

Upaya pencaharian korban Pui, belum membuahkan hasil. Pihak BPBD Kabupaten dibantu tagana sudah berupaya sekuat tenaga untuk menemukan korban.

Pihak keluarga juga tetap berharap Pui bisa ditemukan. BPBD Kabupaten Solok bersama masyarakat terus melakukan pencarian, berharap korban bisa segera ditemukan.
Istri korban, Nida, juga berharap suaminya bisa ditemukan. Bahkan Nida tak henti-hentinya menangis bersama tiga orang anaknya, yang masih membutuhkan bantuan dari orang ayahnya.

“Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan sehat, ” pungkas Romi Hendrawan

Pencarian Korban Dihentikan

Pada pertemuan di kantor Wali Nagari Sungai Abu Kecamatan Hilir Gumanti Kabupaten Solok, Selasa malam, yang dihadiri oleh Walinagari Sungai Abu, Padriwanto, BPBD, Tagana Kabupaten dan kota Solok, Basarnas dan masyarakat,
pihak pemerintah nagari sepakat pencarian dihentikan atau ditutup di karenakan permintaan dari Pihak keluarga.

“Keluarga telah menerima secara ikhlas atas kejadian yg menimpa keluarga mereka. Dan meminta kepada tim untuk tidak melakukan usaha pencarian lagi.
Karena segala upaya unsur tim gabungan bersama masyarakat tidak menemui hasil. Selain itu begitu jauhnya TKP dari pemukiman terakhir warga untuk jarak tempuh awal sebelum ke TKP memakan waktu perjalanan 5 jam jalan kaki menempuh sungai, dan punggungan bukit yg cukup ekstrim.

Akan tetapi, pantauan akan tetap dilakukan pihak keluarga kedepannya
(wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here