SOLOK, JN- Usai meneror warga Gantung Ciri Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok pada Kamis malam tanggal 14 Februari 2020 lalu, kini giliran petani warga Pinang Sinawa dan Tangah Padang, Nagari Jawi-Jawi Guguk yang ditetror oleh kawanan binatang buas berupa harimau atau Inyiak Balang  tersebut. 
Menurut informasi yang dihimpun dari Walinagari Jawi-Jawi Guguak, Laswir Malin Putieh, warga yang diteror tersebut merupakan pasangan suami isteri yakni Uwin (50) dan isterinya asal Jorong Tangah Padang, yang  hendak pulang dari ladangnya kawasan Rimbo Batu Laweh, Jorong Pinang Sinawa, Nagari Jawi-Jawi Guguak.
Namun tiba-tiba di jalan, warga tersebut melihat 3 ekor harimau sedang beristirahat di tengah jalan setapak tempat puluhan warga biasannya pergi ke ladang. Tiga harimau yang mereka lihat merupakan dua ekor harimau muda dan satu ekor induk.


“Karena melihat harimau, maka pasangan suami isteri ini berbalik arah dan mencari pondok warga untuk menyelamatkan diri. Dan dipondok tersebut juga ada satu orang warga Pinang Sinawa yang bernama Mawan (51)  yang juga hendak balik je rumah karena mengejar waktu berbuka puasa,” sebut Laswir.
Kemudian tiga orang warga tersebut menghubungi keluarganya dan dilanjutkan ke Walijorong dan Pinang Sinawa, Anwar dan Jorong Tangah Padang Asral Ujang. 
Selanjutnya usai berbuka, ratusan warga Jawi-Jawi Guguak, berkumpul di Pinang Sinawa, bersama Bhabinkantibmas dan Babinsa Nagari Jawi-Jawi Guguak beserta pihak BKSDA untuk berusaha menyelamatkan tiga warga yang kena teror tersebut.

Warga Pinang Sinawa Warga Pinang Jawi-Jawi Guguk, Kecamatan Gunung Talang yang ditetror Inyiak Balang, saat sudah berhasil diselamatkan warga setempat, Senin malam (18/5/2020)

 Hingga pukul 19. 40 Wib Senin malam (18/5/2020) atau saat berita ini ditayangkan, tiga orang warga tersebut sudah bisa diselamatkan warga bersama kepala Jorong.
Namun beredar isu, setelah tiga orang warga ini berhasil dievakuasi, kabarnya masih ada satu orang warga lain yang juga terjebak di hutan kawasan Manggih, atau tidak jauh dari tempat warga kena teror pertama. Saat berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Sektor Gunung Talang dan TNI bersama aparat pemerintah nagari Jawi-Jawi Guguak dan ratusan warga, masih berupaya menyelamatkan warga yang tersendera oleh inyiak balang tersebut.Mereka berencana akan naik ke hutan yang berjarak Sekitar  6  KM dari Tangah Padang atau sekitar 3 KM dari Pinang Sinawa.
Diyakini, tiga ekor harimau tersebut masih harimau yang sempat meneror warga di Gantung Ciri pada empat hari sebelumnya. Sebab jarak Gantung Ciri dan Pinang Sinawa tidak terlalu jauh.
Sebelumnya pada Kamis malan lalu, Masyarakat Jorong Baringin Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung,  Kabupaten Solok, digemparkan dengan terjebaknya 6 orang warga, karena diteror oleh Hariamau liar di perkebun masyarakat di kawasan  Gantung Ciri, Kamis malam (14/5).
Menurut Walinagari Gantung Ciri, Drs. Hendry Yudha,  bahwa  Informasi adanya masyarakat yang terjebak karena diteror harimau adalah benar.
Mereka yang terjebak sebanyak 6 orang dan bisa selamat karena naik ke pohon alpokat dan juga ada yang sembunyi di pondok kawasan perkebunan warga di Jorong Baringin. karena diteror ileh tiga ekor harimau liar.
“Mereka para warga menyelamatkan diri di pohon dan juga di pondok perkebunan dari ancaman inyiak balang tersebut,” tutur  Hendry Yudha, Jum’at (15/5)
Ke Enam warga tersebut tertahan pada sebatang pohon pokat  dan sebuah pondok ladang masyarakat. “Mereka terpaksa menyelamatkan diri dari ancaman 3 ekor Harimau yang menghadang mereka saat hendak pulang kerumah mereka,” tutur Hendry Yudha.
Harimau yang mengancam tersebut adalah satu ekor induk dan dua ekor anaknya.
Ke enam warga yang tertahan tersebut adalah Cimot (35) jorong Baringin, Alex (37) jorong Baringin, Yuh (34 ), Rolek Panggilan Celuk (25) , Hanif panggilan Dukun (30) dan Aipda Riko Saputra Kanit Buser Polres Solok

Dikisahkan Walinagari, sebelumnya hanya ada 4 orang warga yang terjebak yakni Alex, Rolek pgl Celuk, Yuh, dan Cimul.  Sebagaimana halnnya hari biasa, ke empat orang warga tersebut pergi ke Ladangnya. Namun setelah sore hari sewaktu mereka mau pulang, sekitar pukul 15.30 Wib, saudara Alex menelfon ke orang tuanya yang menyebutkan  bahwa dia terkurung dan berada diatas Pohon untuk menghindari 3 ekor Harimau di kawasan perkebunan yang dekat kawasan hutan.
Saat mendengar informasi keluarganya tertahan oleh harimau, keluarga Alek langsung memberitahu salah seorang anggota kepolisian dari Polres Solok Kota, yakni Aipda Riko Saputra. Selanjutnya Aipda Riko Saputra bergi keladang tempat warga terjebak dengan mengajak warga setempat yang bernama Hanif Dukun. yang warga setempat berangkat ke Ladang itu dengan tujuan untuk menjemput mereka berempat.”Namun bukannya bisa pulang, harimau tersebut malah mengancam mereka. Sehingga jumlah warga yang terjebak jadi enam orang,” terang Hendri Yudha.

Namun hingga waktu berbuka, anggota Polisi yang menyusul,  tidak kunjung kembali, maka setelah magrib Ketua Pemuda dengan warga sekitar 40 orang turun ke lokasi untuk menjemput keenam orang tersebut.

Dengan bersama-sama sekitar pukul 22.00 WIB malam mereka yang terjebak dari sore hari oleh harimau dapat dievakuasi dengan selamat dengan dibantu anggota Polsek Kubung dan unsur lainnya,” sebut Camat Kubung, Ricky Carnova.
Setelah warga mengadakan pertemuan bersama pihak kapolsek Kubung, akhirnya mereka sepakat untuk menghubungi pihak Balai Kinservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Resort Solok Seksi Konservasi Wilayah III, yang diketuai oleh Afrilius yang merupakan Kepala Resort Solok dan anggota  Rully permana dan Gusman Efendi.

Dengan kejadian tersebut, warga dan pihak pemerintah nagari, kecamatan serta BKSDA sepakat akan melakukan penghalauan satwa liar tersebut untuk kembali ke habitatnya di hutan.
“Kita serahkan hal itu kepada pihak BKSDA. Mereka adalah ahlinya,” terang Jon Piliang (53) salah seorang warga setempat.
“Kita akan mulai kegiatan ini pada hari ini Jum’at sore oleh dan dibantu oleh warga masyarakat sebagai pemandu,” sebut Afrilius, Seksi Konservasi Wilayah III, Solok.

Pihaknya meminta agar masyarakat tidak diperbolehkan dulu ke Ladang mereka selama beberapa hari kedepan hingga menunggu keadaan normal dan harimau kembali ke habitatnya.
Pihaknya meminta kepada warga sekitar, agar tidak cemas pula karena dalam kegiatan pengusiran tersebut akan ada letupan letupan yang akan menimbulkan suara yang keras.
“Intinya masyarakat nanti kalau mau kekebun atau ke ladang, agar tetap lebih berhati-hati dan disarankan kalau ke Ladang sebaik nya jangan sendiri sendiri dulu untuk menjaga-jaga keselamatan,” sebut Afrilius, yang diamini rekannya Gusman Efendi.
Sebelumnya sekitar satu bulan yang lalu, inyiak balang juga mengusik ketenangan warga di Nagari Bukik Tandang, Kecamatan Bukit Sundi dan juga sudah mendatangkan petugas dari pihak BKSDA Sumbar untuk mengusir harimau tersebut (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here