Petugas Bina Marga Bekerja Hingga Dini Hari: Akses Jalan  Dari Muara Panas  Menuju Nagari Dilam Kembali Terbuka

0
39

SOLOK, JN- Musibah banjir dan longsor yang melanda kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok pada Jum’at lalu, telah membawa duka yang mendalam kepada masyarakat setempat. Banjir dan longsor, selain merusak rumah warga, juga merusak tanaman masyarakat, ratusan ternak berupa sapi, kambing dan itik hilang dibawa banjir bandang.

Sementara beberapa ruas jalan yang menghubungkan antar jorong dan antar nagari di Bukit Sundi, juga banyak yang terputus. Beruntung, petugas dari Dinas Jasa Marga Dinas PU beserta  Kasi Pemeliharaan Jembatan Kabupaten Solok bersama masyarakat, bekerja tanpa lelah hingga dini hari.

“Kita berharap agar musibah ini jangan bertambah lama menimpa masyarakat kita. Sebab mereka perlu kehidupan dan juga memerlukan akses jalan untuk kelancaran transportasi. Kita akan berusaha bekerja maksimal membantu masyarakat,” jelas Kabid Bina Marga, Dinas Pekrjaan Pekrjaan Umum Kabupaten Solok, Ir. Elfiandi Ibrahim, saat memimpin operasi pengerjaan jalan yang tertutup longsor dan pohon tumpang antara nagari Muara Panas dan Dilam, Sabtu (8/9). Elfiandi Ibrahim yang didampingi oleh Nopelius, ST dari Kasi Pembangunan dan Pemeliharaan Jembatan serta Yasril Rahim, ST Kasi Pemeliharaan Jalan.  Sementara Nopelius  juga menyebutkan bahwa akibab banjir bandang yang menimpa Kecamatan Bukit Sundi, banyak akses jalan  dan jembatan yang terputus akibab ditutup pohon besat dan timbunan matrial tanah.  Dinas PU terpaksa menurunkan beberapa alat berat berupa eskapator dan mesin pemotong kayu untuk mempercepat pengerjaan jalan. Selain itu, sebuah mobil water Canon juga dikerahkan dari Polresta Solok untuk membantu membersihkan akses jalan dan rumah warga.

 

Selain memperbaiki jalan, petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Solok juga langsung melakukan pendataan terhadap akses jalan dan jembatan yang rusak. Sejak siang hingga malam hari, nampak ketiganya tanpa lelah mengelilingi semua nagari di Payung Sekaki untuk melakukan pendataan.

“Banyak terdapat titik longsor, baik di Kinari, Di nagari Parambahan atau Muara Panas. Beruntung saat ini warga masyarakat secara bahu membahu ikut membersihkan titik longsor agar transportasi antar jorong atau antar nagari bisa berjallan dan masyarakat melakukan goro bersama petugas TNI dan Polri,” jelas Camat Payung Sekaki, Ahpi Gusta Tusri.

 

Hingga saat ini, akibab banjir yang terjadi Jum’at dini hari lalu,  di nagari Kinari terdapat  4 jorong dengan kondisi, Jorong Pamujan atalah yang terparah, jorong Tapi Aia masuk kategori parah sementara jorong Galanggang Tinggi dan Jorong Bungo Arum ringan.

Sementara jumlah rumah warga yang rusak akibab Banjir Kecamatan Bukit Sundi  terdapat lebih kutrang 500 rumah rusak, 1 buah rumah hanyut, kantor wali rusak parah,dan banjir juga merusak Puskesmas. Sementara Sekolah yang terkena banjir adalah SDN 08 Muara Panas, SDN 04 Muara Panas, PAUD Harapan Bangsa, Musalla Nurul Falah, 3 buah penggilingan padi, ternak sapi yang hanyut sebanyak 7 ekor, kambing 15 ekor dan  itik 800 ekor hanyut. Sementara  lebih kurang 800 hektar sawah rusak atau mengalami gagal panen.

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, banjir yang menerjang  Kecamatan Bukit Sundi dan menimpa Nagari Muaro Panas dan Nagari Kinari, Nagari Parambahan serta daerah lainnya, bersumber dari Sungai Batang Lembang yang meluap dan tidak bisa menampung debet air. Banjir  mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 20.20 Wib. Ketinggian air bervariasi, mulai setinggi lutut hingga mencapai  satu meter dengan membawa lumpur dan aneka sampah.

Setidaknya, sesuai data yang dihimpun dari BPBD dan Camat Bukit Sundi, banjir disertai lumpur dilaporkan sudah merendam 421 rumah yang dihuni lebih dari 3 ribu jiwa. Air baru surut sekitar 4 jam setelah banjir pertama menerjang atau sekitar pukul 03.00 WiB, Jumat dini hari.

 

Hingga berita ini dirilis,  sesuai data yang dihimpun dari kantor Kecamatan Bukit Sundi, sudah tercatat sebanyak 3.207 jiwa terkena dampak banjir yang melanda kecamatan Bukit Sundi. Jumlah ini tersebar pada delapan jorong dari tiga nagari yakni Muaro Paneh, Kinari dan Parambahan. Sementara 800 Hentare sawah gagal panen karena dihantam banjir yang tersebar di beberapa jorong. Selain itu sekitar 3 ton gabah hanyut, 20 warung rusak, 15 ekor kambing, 7 ekor sapi dan 800 itik juga ikut hanyut. Selain itu 20 buah motor dan 6 buah mobil juga menjadi korban akibab diahanyutkan oleh musibah banjir bandang. Berikutnya satu buah rumah warga hanyut, tiga penggilingan padi dan sekitar 500 rumah warga rusak berat. “Banjir juga sudah merusak bendungan atau irigasi Banda Halim jebol dan juga seluruh aktivitas warga terganggu dan hingga saat ini sebanyak 7 orang warga kita juga masih mendapat perawatan di Puskesmas  Muara Panas,” jelas Camat Bukit Sundi, Ahpi Gusta Tusri.

Sementara masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan  dermawan dan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah Air Bersih, Logistik, Pakaian, selimut, dan alas tidur (tikar), Obat-obatan, Peralatan sekolah dan lainnya (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda