SOLOK, JN- Hujan deras yang turun tiada henti di Kabupaten Solok hampir dalam satu Minggu terakhir, mengakibabkan banjir dan longsor di beberapa nagari dan Kecamatan di daerah bumi penghasil bareh tanamo tersebut.
Diantara Kecamatan yang dilanda banjir antara lain Hiliran Gumanti, Payung Sekaki, IX Koto Sungai Lasi, Kubung, Gunung Talang, X Koto Singkarak, Lembang Jaya dan Kubung.

Banjir juga menghanyutkan beberapa buah jembatan dan jalan longsor
Meski begitu, hingga kini dikabarkan musibah banjir dan longsor tidak sampai mengakibabkan jatuhnya korban jiwa, namun ratusan warga di nagari yang mengalami musibah banjir terus dibuat cemas. Diantara Nagari yang ditimpa musibah banjir dan longsor pada Sabtu dan Minggu kemaren di Kabupaten Solok antara lain, Sungai Durian, Talang Babungo, Salayo dan Koto Baru di Kecamatan Kubung, Koto Sani dan Ujung Ladang di Kecamatan X Koto Singkarak, serta Koto Laweh dan Bukit Sileh di Kecamatan Lembang Jaya.
Berikutnya yang parah adalah di Salayo dan Koto Baru Kecamatan Kubung, Muara Panas di Kecamatan Bukit Sundi.

Di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Lembang, hingga air masuk ke permukiman warga, seperti di Badenah, Labong, Depan SMA 1 Kubung dan Saribulan. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 03,40.00 Wib, Sabtu dinihari. Ketinggian air berpariasi, mulai dari 20 Cm hingga 1 Meter.

Selain itu, beberapa sekolah seperti SMP 1 Kubung, SMP 1 Kubung, PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW dan lainnya Sementara jorong yang paling parah dilanda banjir adalah jorong Kapalo Koto , Galanggang Tangah, Rawang Sari, Tampunik di nagari Salayo.

Banjir juga telah berdampak pada terbannya badan jalan di daerah Aliran Sungai Batang Laweh di dekat jembatan Guguak Batu Balaco Jorong Lubuk Pulai Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki. Kejadian berawal sekitar jam 4.30 dini hari tadi. Akibat banjir di Sirukam tersebut, sedikitnya 2 ekor ternak Kerbau warga yang terbawa arus sungai. Area sawah terdampak sedang dlm pendataan.

Sementara di nagari Koto Baru yang paling parah adalah jorong Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan dan Lubuk Agung. Berdasarkan pantauan, sepanjang Sabtu, akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Seminggu terakhir, membuat Batang Lembang meluapkan airnya kedaratan.

Banjir yang melanda beberapa kawasan di Nagari Salayo dan Koto Baru di Kecamatan Kubung serta nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok sudah surut. Di jorong Balai Pinang Muaro Paneh, air yang semula sampai setinggi pinggang orang dewasa, dulaporkan sudah menyusut sejak pukul 10.00 Wib, Sabtu (8/2).

Petugas dari BPBD Kabupaten Solok, Dinas Sosial, PUPR, PMI dan Damkar serta kepolisian tiba di lokasi untuk antisipasi dampak bencana.

Petugas dari BPBD Kabupaten Solok, PMI dan Damkar serta kepolisian tiba di lokasi untuk antisipasi dampak bencana.

Kadis BPBD kabupaten Solok, Armen, AP yang didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabuoaten Solok, Un Khairul warga terdampak ada musibah banjir di Nagari Muaro Paneh sekitar 260 lebih Kepala Keluarga (KK).

“Yang terparah di kawasan Koto Panjang dan jorong Balai Pinang, banyak warga yang terjebak banjur. Tetapi Alhamdulillah sampai saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dan banjir sudah surut, ” sebut Armen AP.

Selain itu juga tampak petugas melakukan evakuasi terhadap terhadap seorang bayi dan keluarganya dari kepungan air yang menggenangi rumah. Keluarga di evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Menurut Armen, banjir dipicu hujan deras yang terjadi di kawasan Hulu Batang Lembang. “Dari informasi BMKG, daerah kita berpotensi hujan dengan intensitas tinggi hingga akhir Februari terus 2020 nanti, warga diharapkan terap waspada.

Sejauh ini, warga terlihat sudah membersihkan halaman rumah dan kawasan jalan menggunakan mesin pompa air, terutama material lumpur yang menutupi permukaan jalan.

Kendati demikian, warga masih was-was lantaran hujan deras masih mengguyur kawasan setempat. Diperkirakan, hujan juga terjadi di hulu aliran Batang Lembang.

Disebutkan Kepala BPBD Kabupaten Solok, Armen, hingga saat ini, sedikitnya ratusan rumah di Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, terdampak banjir seperti di Jorong Talang Timur sebnyak 146 unit, yang parah 2 unit rumah. Di jorong Talang Barat yang terdampak banjir sebnyak 23 rumah, yang parah sebanyak 3 buah rumah, Jorong Silanjai yang terdampak banjir 10 rumah, SD 2 buah, Puskesmas 1 unit.

Di Nagari Salayo, menurut Armen AP, juga puluhan rumah terendam banjir.

“Ya, air mulai masuk ke pemukiman dan rumah-rumah warga pada waktu menjelang Shubuh dan beruntung masyarakat sudah banyak yang berjaga-jaga karena Salayo memang rawan banjir,” jelas Armen. Selain Kepala BPBD, tampak pejabat yang meninjau lokasi banjir Kubung antara lain Camat Kubung Ricky Carnova, Kapolsek Kubung AKP Afdimon, Walinagari Koto Baru Afrizal K dan juga Walinagari Salayo Ronald Regen serta pejabat lainnya.

Meski musibah banjir tidak separah yang terjadi akhir Tahun 2014 dan 2017 silam yakni setinggi 1,5 Meter, dimana waktu itu banjir mengepung ratusan rumah warga, tempat ibadah berupa masjid dan Musalla, lahan persawahan dan perkantoran, namun datangnya banjir tetap membuat warga panik. Bahkan banjir awal tahun 2020 ini mengepung seluruh Kabupaten Solok.

“Musibah ini datang dari Tuhan, mungkin juga akibab ulah manusia yang sudah banyak tidak bersahabat dengan alam, seperti menggunduli hutan. Kita berharap saudara-saudara kita tetap tabah dalam menghadapi ujian ini” jelas Armen.

Selain Tim petugas BPBD tampak juga petugas dari tim gabungan seperti SAR dari Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, dan sejumlah tim relawan. “Kita menghimbau semua warga yang tinggal dibantaran sungai, terus waspada karena hujan di daerah hulu seperti Gunung Talang dan Lembang Jaya masih terus terjadi,” jelas Armen. Sekitar jam 08.00 Minggu pagi Wib, air mulai surut dan tampak beberapa warga sibuk membersihkan rumah mereka dari lumpur.

Sementara di Kecamatan X Koto Singkarak, seperti Nagari Koto Sani, juga terjadi banjir yang merusak puluhan hektare sawah dan ladang serta juga pemukiman warga.

Akibat banjir, sejumlah fasilitas umum seperti jalan, jembatan, hingga perumahan terkena dampak cukup parah di sejumlah titik. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Solok, Dinas Sosia, BPBD, langsung begerak cepat turun ke titik lokasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Syaiful, ST, MT, mengatakan jajarannya langsung turun ke lokasi untuk mengambil data kerusakan. Berkoordinasi dengan Badan Penanggilangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Ormas dan berbagai elemen masyarakat, personel PUPR juga ikut melakukan penangan awal bencana.

Dari data sementara, Syaiful menjelaskan sejumlah dampak banjir dan longsor di Kabupaten Solok. Di antaranya, jalan longsor sepanjang 200 meter di Sirukam, Jembatang di Nagari Sungai Durian sepanjang 15 meter dilaporkan hanyut. Akibatnya, sebanyak 75 jiwa di terisolasi dan terjebak.
“Nantinya, hasil ini akan kita laporkan kepada Bupati Solok. Yang jelas, objek vital dan keselamatan jiwa masyarakat menjadi prioritas utama penanganan musibah ini,” sebut Syaiful

Kadis Sosial, Yandra Prasat, juga tampak sibuk menyalurkan bantuan bersama Sekretaris Dinas, Yulidasmar ke beberapa titik bersama dinas lain.

Di nagari Kinari dan Muaro Paneh, di Kecamatan Bukit Sundi, banjir merendam areal pemukiman dan pertanian. Rumah warga, rumah ibadah dan sekolah terkena dampak cukup parah. Akses jalan dari Cupak ke Muaro Paneh dan Muaro Paneh ke Kotobaru terganggu, akibat genangan air mencapai 30 cm

Sementara banjir juga melanda Kecamatan Lembang Jaya, seperti di Nagari Batu Banyak dan Bukit Sileh yang mengakibabkan rumah rusak dan puluhan lahan pertanian warga juga dihancurkan bencana banjir.

Ditinjau Bupati Solok

Mengetahui terjadinya bencana banjir di sejumlah Kawasan di Kabupaten Solok, Bupati Solok, HGusmal langsung melakukan monitoring ke sejumlah titik terdampak banjir. Bupati langsung menginstruksikan dinas terkait agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan bantuan terhadap warga tedampak banjir.

Selain meninjau lokasi terdampak, orang nomor satu di Kabupaten Solok itu mengunjungi SMA Negeri 1 Kubung yan terpaksa meliburkan siswa dari kegiatan belajar mengajar dan lainnya.
Sementara kepada perantau, Wabub Bupati Gusmal meminta untuk tenang dan mendo’akan sanak famili di kampung halaman.
“Insyaallah bisa banjir bisa kita atasi karena sekarang air sudah surut dan mohon do’a sanak famili di rantau, ” sebut Gusmal.

Wagub Sumbar turun ke Sungai Durian

Mengetahui bencana banjir, Wakil Gubernur Sumbar, H. Nasrul Abit, bersama Wakil Bupati Solok, H. Yukfadri Nurdin, SH, juga turun ke lapangan melihat lokasi banjir di
Nagari Sungai Durian Kecamatan IX Koto Sungai Lasi untuk menyerahkan bantuan.
Tampak hadir dalam rombongan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Jon Pandu, Anggota DPRD kabupaten Solok, Jon Hendra, Dandim 0309 Solok, Kalaksa BPBD Prov. Sumbar, Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, PMI, Tagana, TNI Polri, RAPI, unsur Forkompimcam Sungai lasi.

Wakil Gubernur Sumbar, meminta masyarakat untuk bersabar menghadapi musibah ini dan selalu waspasa.
“Ini teguran dan ujian dari Allah. Semoga menjadi renungan bagi kita,” sebut Nasrul Abit.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Solok, bahwa musibah datang dari Allah dan masyarakat diminta untuk bersabar.

Ketua DPRD kabupaten Solok, Jon Pandu juga berpesan agar masyarakat yang kena musibah juga tetap harus bersabar dan bagi yang tidak tertampak banjir, diharapkan bisa membantu tetangga atau saudaranya yang terkena musibah banjir.

Dalam kunjungan ke Nagari Sungai Durian Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, rombongan menyerahkan bantuan kepada masyarakat berupa Logistik Bahan makanan serta bantuan untuk Membuat jembatan darurat (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here