Musibah Banjir dan Longsor Kembali Melanda Kabupaten Solok, 275 Kepala Keluarga  di Nagari Salayo Terdampak Banjir

0
654

SOLOK, JN- Hujan deras yang turun tiada henti di Kabupaten Solok hampir dalam sebulan terakhir, mengakibabkan banjir dan longsor di beberapa nagari di daerah bumi penghasil bareh tanamo tersebut.

 

Meski  hingga kini dikabarkan musibah banjir dan longsor tidak smpai mengakibabkan jatuhnya korban jiwa, namun ratusan warga di nagari yang mengalami musibah banjir terus dibuat cemas. Diantara Nagari yang ditimpa musibah banjir dan longsor pada Minggu kemaren di Kabupaten Solok antara lain, Salayo dan Koto Baru di Kecamatan Kubung, Koto Sani dan Ujung Ladang di Kecamatan X Koto Singkarak, serta Koto Laeh dan Bukit Sileh di Kecamatan Lembang Jaya.

Di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Lembang, hingga air masuk ke permukiman warga, seperti di  Badenah, Labong, Depan SMP 1 Kubung dan Saribulan. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul  03,40.00 Wib, Minggu dinihari. Ketinggian air berpariasi, mulai dari 20 Cm hingga 1 Meter.

Selain itu, beberapa sekolah seperti SMP 1 Kubung, SMA 1 Kubung, PAUD, SD 10 Simpang, Kubung, SD 28 Lubuk Agung, SD 20 Galanggang Tangah, SD 09 Rawang Sari, SD Negeri 05 Kapalo Koto, SMK ABW dan lainnya Sementara jorong yang paling parah dilanda banjir adalah jorong Kapalo Koto , Galanggang Tangah, Rawang Sari, Tampunik di nagari Salayo. Sementara di nagari Koto Baru yang paling parah adalah jorong  Simpang, Kayu Samuik, Pabatungan dan  Lubuk Agung. Berdasarkan pantauan, sepanjang Minggu, akibat  hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok sejak Seminggu terakhir, membuat Batang Lembang meluapkan airnya kedaratan.

Banjir di Salayo

Kepala BPBD Kabupaten Solok, H. Dasril, kepada KORAN PADANG, Minggu (4/11) menyebutkan bahwa hingga saat ini, sedikitnya 275 Kepala Keluarga  di Nagari Salayo sudah terkena dampak banjir. “Ya, air mulai masuk ke pemukiman dan rumah-rumah warga pada waktu menjelang Shubuh dan beruntung masyarakat sudah banyak yang berjaga-jaga karena Salayo memang rawan banjir,” jelas H.  Dasril. Selain Kepala BPBD, tampak pejabat yang meninjau lokasi banjir Kubung antara lain Camat Kubung Ahpi Gusta Tusri, Kapolsek Kubung AKP Afdimon, Walinagari Koto Baru Afrizal K dan juga Walinagari Salayo serta pejabat lainnya.

 

Meski musibah banjir tidak separah yang terjadi akhir Tahun 2014 silam yakni setinggi 1,5 Meter, dimana waktu itu banjir mengepung ratusan rumah warga, tempat ibadah berupa masjid dan Musalla, lahan persawahan dan perkantoran, namun datangnya banjir tetap membuat warga panik

“Musibah ini datang dari Tuhan, mungkin juga akibab ulah manusia yang sudah banyak tidak bersahabat dengan alam, seperti menggunduli hutan. Kita berharap saudara-saudara kita tetap tabah dalam menghadapi ujian ini”  jelas Dasril.

Selain Tim petugas BPBD,  tampak juga petugas dari tim gabungan seperti SAR dari Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, PMI, dan sejumlah tim relawan. “Kita menghimbau semua warga yang tinggal dibantaran sungai, terus waspada karena hujan di daeraha hulu seperti Gunung Talang dan Lembang Jaya masih terus terjadi,” jelas Dasril. Sekitar jam 08.00  Minggu pagi Wib, air mulai surut dan tampak beberapa warga sibuk membersihkan rumah mereka dari lumpur.

 

Selain di Selayo, banjir juga terjadi di Kecamatan Bukit Sundi seperti di Galagah Muara Panas, meski tidak separah yang di Salayo.  Sementara di Kecamatan X Koto Singkarak, seperti Nagari Koto Sani, juga terjadi banjir yang merusak puluhan hektare sawah dan ladang serta juga pemukiman warga. Banjir juga mengakibabkan longsor yang memutus akses Koto Sani ke Ujung Ladang dan sekitarnya. “Akibab longsor, masyarakat di Jorong Ujung Ladang belum bisa keluar membawa kendaraan karena jalan tertutup longsor,” jelas Camat X Koto Singkarak, Syahrial. Hingga berita ini diturunkan, puluhan anggota Polri dan TNI tampak turun membantu warga  Koto Sani.

 

Sementara banjir juga melanda Kecamatan Lembang Jaya, seperti di Nagari Batu Banyak dan Bukit Sileh yang mengakibabkan rumah rusak dan puluhan lahan pertanian warga juga dihancurkan bencana banjir.

Sementara di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, sebuah rumah milik warga dihantam longsor hingga mengakibabkan rumah rusak berat dan beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Sewaktu musibah longsor terjadi, penghuni rumah sedang berada di depan. Jadi alhamdulillah semua selamat,” jelas Camat IX Koto Sungai Lasi, Reflidon  (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda