Masyarakat Dihimbau Untuk Selalu Wapada Terhadap Bencana

0
125

SOLOK, JN-  Seperti tidak bosan-bosannya, Ketua DPRDKabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, kembali menghimbau agar masyarakat Kabupaten Solok yang tinggal di lokasi rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan, karena sebagian wilayah Kabupaten Solok memang berada pada perbukitan dan rawan bencana.

“Kita mengingatkan dan menghimbau agar masyarakat kita yang bermukim di daerah perbukitan atau daerah rawan longsor, agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, karena daerah kita sangat rentan terhadap bahaya longsor,” jelas H. Hardinlais Kobal, SE, MM, Senin (6/8).

Dijelaskan H. Hardinalis, sejak 2016, 2017 dan akhir Juli 2018, musibah seakan tak henti melanda bumi bareh Solok. Dicontohkannya, tahun 2016 lalu, terjadi korban longsor yang merengut nyawa satu keluarga di Lubuk Selasih. Kemudian musibah gempa Juli lalu, juga mengakibabkan satu korban jiwa.
“Kita memang menyadari, musibah itu datang tidak mengenal waktu, tetapi kita harus tetap waspada, karena masyarakat Kabupaten Solok banyak yang tinggal di daerah rawan bencana. Bukan berarti kita bisa menangkis bencana,” jelas, H. Hardinalis Kobal.

Dinas BPBD Kabupaten Solok melalui Kasi Kedaruratan Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Irianda, juga berharap yang sama dengan Ketua DPRD, bahwa waspada itu perlu sebelum bencana terjadi. “Ya, tidak bisa dipungkiri, bahwa sebahagian daerah kita memang berada pada perbukitan dan rawan bencana. Jadi diperlukan kewaspadaan setiap saat, ” jelas Irianda. Pihaknya juga mengingatkan agar seluruh masyarakat Kabupaten Solok untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bencana longsor, terutama mereka yang tinggal di daerah perbukitan tadi.
“Kabupaten Solok, termasuk salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang rentan terhadap bahaya longsor. Selain wailayahnya masuk daerah perbukitan, penduduk Kabupaten Solok juga banyak yang tinggal dan mendiami lembah dan dataran Bukit Barisan. Selain itu, curah hujan yang intensitasnya masih tinggi, bisa asaja menimbulkan bahaya longsor yang sewaktu-waktu bisa menimpa,” jelas Irianda. Ditambahkannya, BPBD telah melakukan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan pemahamannya mengenai bencana serta telah membuat sistem komunikasi saat terjadi bencana. Bahkan beberapa nagari sudah memiliki pemuda siaga benacana, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi musibah. Bahkan akibab gempa Juli kemaren, kerugian ditaksir mencapai Rp 2 Milyar.

Sebelumnya Bupati Solok, H. Gusmal, juga sudah mewanti-wanti agar masyarakat Kabupaten Solok terus waspada terhadapa bahaya longsor, banjir dan bencana lainnya, terutama pada saat musim hujan seperti sekarang. Beberapa wilayah yang rawan longsor di Kabupaten Solok adalah kawasan jorong Bungo Tanjung Saok Laweh, Aie Dingin di Lembah Gumanti, Lolo, Surian, Sulit Air, Bukit Sileh, Koto Anau, Sirukam, Batang Barus, Cupak dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Solok (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda