Masalah Tambang dan Galian C di Paninggahan Kembali Dibahas

0
143

SOLOK, JN- Pemerintah Kabupaten Solok dan Provinsi Sumatera Barat, hari Rabu (13/3), membahas masalah pertambangan dan Galian C yang ada di nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.
Meski tambang dan galian C tersebut sudah mengantongi surat izin, namun beberapa tokoh masyarakat setempat melarang tambang dan galian C tersebut beroperasi karena dinilai mencemari lingkungan. Aksi penolakan itu, juga datang dari Tiga Nagari disekitarnya, yakni Saningbaka, Paninggahan dan Muaropingai,
Akhir 2016 silam, sekitar 500 warga Saningbaka, melakukan demo penolakan tambang dan galian C tersebut beroperasi di nagari mereka. Waktu itu aksi demo dinominasi oleh kaum perempuan dan anak-anak. Bahkan aksi demo tersebut sudah merupakan kesepakatan tertinggi dari masyarakat dalam rembuk Nagari Saniangbaka.
“Kami atas nama warga Saningbaka, meminta agar pihak tambang mengalihkan ke jalan lain atau bangun jalan baru. Bukan melintas ke nagari kami yang berdapak polusi dan jalan rusak berdebu,” jelas salah seorang warga Saningbaka, Asrita (44).
Dalam pembahasan pada hari Rabu kemaren yang bertempat di Ruang Rapat Danau Dibawah Kantor Bupati Solok dan dihadiri oleh Bupati Solok yang diwakili oleh Asisten Koordinasi Bidang Ekbangkesra, Aliber Mulyadi, Kepala Kesbangpol Kabupaten Solok, Junaidi, M. Ridwan Afif dari Biro Perekonomian Propinsi Sumbar, Azril A dari Dinas ESDM Propinsi Sumbar, Teguh A dari Dinas LH Propinsi Sumbar, Aswadi dari DPM PTSP Propinsi Sumbar serta Jajaran pejabat terkait di Lingkup pemerintah Kabupaten Solok, Camat Junjung Sirih , Herman dan X Koto Singkarak, Syahrial serta juga unsur Forkopimcam Kecamatan Junjung Sirih dan X Koto Singkarak.

Dalam pembahasan tersebut, diusulkan bahwa Rapat ini merupakantidak lanjut rapat yang telah dilaksanakan di propinsi dan Kabupaten sebelumnya dan merupakan pertemuan yang ke 4kalinya.
“Kami dari perwakilan Pemerintah Propinsi sendiri tidak keberatan dengan adanya proses tambang, asal tidak mengganggu proses bermasyarakat,” jelas Azril A dari Dinas ESDM Propinsi Sumbar. Dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai permasalahan yang timbul akibat adanya aktivitas tambang galian C di Nagari Paninggahan.
Meski sudah mengantongi izin dari pemerintah Propinsi dan Kabupaten, tetapi beberapa pihak masyarakat merasa terganggu akibat mobilitas kendaraan pertambangan yang melewati lingkungan masyarakat. Dalam rapat tersebut, juga dibahas mengenai masalah yang timbul, pemerintah akan mengkaji ulang mengenai izin yang dikeluarkan
“Saya sangat berharap tidak ada konflik berarti dalam masyarakat yang timbul akibat aktivitas pertambangan yang ada saat ini,” tutur Bupati Solok yang diwakili oleh Asisten Koordinasi Bidang Ekbangkesra, Aliber Mulyadi (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda