Kapolres Solok Sebutkan Bahwa Ajudan Wakil Bupati Solok Meninggal Karena Sakit

0
2577

SOLOK, JN-  Teki-teki penyebab meninggalnya ajudan Wakil Bupati Solok, Yonha Herman, SH,yang ditemukan meninggal tergeletak di sebuah ruangan disebelah ruangan Dinas Wakil Bupati Solok di lantai II kantor Bupati Solok pada Rabu dinihari (26/9) sekira jam 02.45 Wib sudah terjawab yakni almarhum meninggal karena sakit.

Hal itu disampaikan Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan, SI.K, kepada KORAN PADANG di ruang kerjanya, Rabu malam. “Hasil pemeriksaan dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Diduga almarhum meninggal akibab kelelahan atau karena sakit, sebab almarhum sering berkeluh pusing kepada rekan kerjanya,” jelas Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan, SI.K, Rabu malam. Namun, meski demikian, jajaran Sat Reskrim Polres Solok, akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkkait penemuan almarhum.

Mayat Yonha Herman, pertama kali ditemukan oleh penjaga kantor Bupati Solok, Si Jek, sekira pukul 02. 45 Wib, pada Rabu Dinihari. Awalnya, Sijek mendapat telepon dari kakaknya, dimana isteri almarhum Yonha, menghubungi kakak Si Jek beberapa kali dan menanyakan suaminya hingga larut malam belum pulang ke rumah. Selanjutnya kakak Si Jek meminta agar Si Jek memeriksa ruangan Sekpri Wakil Bupati, mana tau almarhum masih mengerjakan tugas. Saat ditelepon Sijek sedang tidur pulas dan dirinya terbangun karena suara deringan teepon dari kakaknya yang meminta memeriksa ruang kerja almarhum mana tau masih berada di kantor.

“Saat saya mencoba memeriksa ruang kerja almarhum di lantai II, saya tidak menemukan apa-apa dan lampu juga mati. Namun saat saya mencoba ke ruangan sebelah yang dulunya bekas ruangan Staf Ahli Bupati yang sering digunakan untuk tempat shalat, saya  menemukan almarhum dalam keadaan tertelungkup dan muka almarhum terlihat agak kehitaman. Saya mencoba memanggil almarhum, dan tau-tau badannya sudah dingin dan saya langsung berlari mencari petugas Satpol PP yang piket untuk minta pertolongan,” ujar Si Jek dengan nada sedih.

Karena yakin almarhum Yonha sudah tidak bernyawa, maka Sijek dan anggota Satpol PP yang piket, langsung menghubungi kantor polisi di Lubuk Selasih. Selanjutnya petugas kepolisian datang dan langsung melakukan pemeriksaan. Usai dilakukan pemeriksaan,  almarhum dilarikan ke RSUD Arosuka untuk dilakukan Visum, sementara ruangan tersebut langsung dipasang garis polisi atau police line.

Almarhum lahir di Nagari Sariak Alahan Tigo, pada 15 Januari 1979 dan memulai karirnya menjadi PNS pada kantor DPPKA dan selanjutnya di Dinas Pelayanan Satu Pintu atau  Dinas Penanaman Modal PTSP Naker Kabupaten Solok, sebelum diangkat menjadi Ajudan atau Sekretaris Pribadi  Wakil Bupati Solok.  Saat ini almarhum adalah PNS pada Golongan III C dan akan dianikan pangkat anumerta satu tingkat, karena almarhum meninggal dalam dinas. Dikalangan teman-temannya, almarhum juga dikenal baik dan pandai bergaul serta suka menyapa.

 

“Saya terakhir dihubungi almarhum pada Selasa kemaren sekira pukul 15.43 Wib, saat itu saya  sedang berada di Jakarta. Tetapi karena HP lagi saya Cas, saya tidak angkat telepon dari almarhum,” jelas  teman satu kantor almarhum, Toyon. Pihaknya merasa sangat terkejut mendengar kepergian korban sepat itu. Dia rekan kerja yang baik dan tidak banyak omong dan kita benar-benar kehilangan salah seorang rekan kerja yang baik,” jelas Toyon diujung teleponnya. Usai mendengar kabar sahabatnya meninggal, Toyon langsung terbang ke Padang untuk selanjutnya mendatangi rumah almarhum di Nagari Sariak Alahan Tigo.

Hal yang sama juga disampaikan rekan kerja korban, Aria Tiawardana dan Eky Ardinal bahwa pada Selasa sore sekira jam 15.40, almarhum menghubunginya, namun karena sedang berada di Mushalla dan mau Shalat, Aria tidak mengangkat HP. Setelah itu sekitar 20 menit kemudian, Aria balik menghubungi Handphone almarhum, namun tidak diangkatnya. “Saya sampai tiga kali menghubungi almarhum, tetapi tidak ada balasan,” tambah Aria Tiawardana.

Usai dilakukan visum di RSUD Arosuka yang dilakukan sejak dinihari, sekitar jam 9.00 Wib Rabu pagi, jenazah almarhum dibawa ke kampung halamnnya di Sariak Alahan Tigo. Tampak puluhan pegawai dan rekan-rekan kerja korban ikut mengantar jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Alamrhum dimakamkan Rabu siang, di TPU milik keluarga di Jorong Taratak Teliang, Nagari Sariak. Almarhum meninggalkan satu orang isteri yang berdinas di RSUD Arosuka dan dua orang anak perempuan yang masih berusia Balita  (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda