Jalan Menuju ke Tigo Lurah Longsor, Puluhan Masyarakat Terlantar

0
415

SOLOK,  JN- Curah hujan yang tinggi yang melanda Sumatera Barat dan Kabupaten Solok dalam beberapa Minggu terakhir,  telah mengakibatkan terjadinya beberapa bencana, baik longsor maupun bencana banjir di beberapa Nagari di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu. 
Salah satu titik longsor yang terjadi di Kabupaten Solok adalah akses Jalan menuju ke Kecamatan Tigo Lurah, tepatnya Air Busuk, perbatasan Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki dengan Nagari Simanau di Tigo Lurah.
Akibatnya, ratusan masyarakat yang hendak menuju Tigo Lurah dan sebaliknya, terjebak dalam bencana longsor.Musibah longsor terjadi pada Jum’at Shubuh (14/12), sekira jam 04.00 Wib. Masyarakat berharap agar Pemkab Solok khususnya Dinas PUPR, segera mengirim alat berat ke lokasi, agar material longsor bisa disingkirkan. “Kalau tidak segera dikirim bantuan alat berat, kasihan masyarakat harus terjebat di dalam hutan yang akan menuju Solok atau ke Tigo Lurah,” tutur Dahrul Asri, Walinagari Garabak Data, Jum’at, kepada Koran Padang di Lokasi longsor.Hal yang sama juga disampaikan Camat Tigo Lurah, Sarmaini bahwa diharapkan pihak Bina Marga Dinas PUPR Pemkab Solok, segera mengirim alat berat ke lokasi longsor.”Kita bersama para walinagari sudah menghubungi Dinas PUPR, namun sampai siang ini belum ada alat berat yang sampai ke lokasi,” tutur Sarmaini.Disebutkan Sarmaini, jika tidak segera diatasi, maka dipastikan seluruh Nagari di kecamatan Tigo Lurah akan terisolasi dari dunia luar, sebab hanya jalan dari Sirukam ini satu-satunya akses jalan menuju Tigo Lurah.
Sebelumnya, bencana longsor di Kabupaten Solok sudah terjadi sejak akhir November 2018 lalu,  hingga Jum’at (12/12) ini. Sementara Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Pemkab Solok, Ir. Elfiandi Ibrahim, ketika dihubungi Koran Padang mengaku belum mendapat laporan tentang adanya musibah longsor di Air Busuk tersebut.”Kalau longsor yang di Muaro Sabi Ayie nagari Garabak Data dengan Batu Bajanjang, sudah kita lihat. Tetapi yang di Air Busuk ini belum ada mendapat laporan, tetapi akan kita cek ke lokasi,” jelas Ir. Elfiandi Ibrahim yang diamini Kasi Jembatan, Nopelius.
Akhir  November 2018, terjadi bencana longsor di Nagari Paninjawan,  yang mengakibatkan puluhan hektar sawah siap panen milik warga dihantam banjir dan beberapa ekor sapi dan kerbau juga ikut hanyut. Selaun itu,  beberapa ruas jalan Kabupaten dan Provinsi di Paninjawan,  juga terkena longsor. 
Selanjutnya bencana longsor terjadi di Talang,  Batu Banyak,  Sungai Lasi,  Sariak Alahan Tigo dan terakhir di beberapa Nagari di Kecamatan Tigo Lurah,  seperti di Batu Bajanjang dan Garabak Data,  sehingga kendaraan roda Empat tidak bisa masuk dari Batu Bajanjang ke Tigo Lurah atau sebaliknya. Bahkan kendaraan roda dua juga harus berhati-hati mau masuk ke dua nagari tersebut. 
Musibah longsor di Tigo Lurah juga sudah ditinjau oleh orang Dinas PUPR kabupaten Solok,  pada Senin (10/12) lalu.  Namun pihak walinagari mempertanyakan kapan musibah longsor ini akan diperbaiki oleh Dinas yang bersangkutan.  Sebab jalan satu-satunya yang menghubungkan dua nagari ini terputus dan masyarakat di sana makin terisolir.  “Ditinjau sih sudah,  namun kami minta segera ada eksen dan penanganan,  jangan menunggu lama. Ini kan sifatnya darurat, ” jelas Pardinal,  Walinagari Garabak Data.
Beberapa titik longsor di Tigo Lurah,  hari Rabu lalu juga sudah dipantau oleh unsur Muspika setempat. Rabu 12 Desember,  giat Polsek Payung Sekaki,  Iptu Muklis dan Camat Tigo Lurah,  Sarmaini dan Danpos Tigo Lurah dan Babinsa Nagari Garabak Data, meninjau titik longsor  di Enam  titik dan tidak bisa ditempuh oleh Kendaraan Roda 4. “Kasihan masyarakat,  kendaraan tidak bisa masuk dan hanya Kendaraan roda Dua saja yang bisa melewati, dan itu harus sangat berhati-hati agar tidak ada korban, ” jelas Iptu Mukhlis yang diamini Camat Sarmaini. Selain itu, pembangkit Listrik PLTMH yang ada di Jorong Garabak, Nagari Garabak Data, juga hancur ditimpa pohon besar pada Minggu lalu.
Pihaknya juga berharap Pemda Solok dan Sumbar bisa mencarikan solusi agar penderitaan masyarakang mengakibatkan 98 KK di jorong tersebut kembali hudup pada malam hari dengan kegelapan. (wandy) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda