Irwan Prayitno: Kerugian Akibab Banjir Bukit Sundi Solok Mencapai Puluhan Milyar

0
295

SOLOK, JN- Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, meninjau korban banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Senin (10/9). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sumbar dan rombongan, didampingi oleh Bupati Solok, yang diwakilioleh Asisten II, Aliber Mulyadi, Camat Bukit Sundi, Unsur Muspika Kecamatan Bukit Sundi dan  Walinagari di Kecamatan Bukit Sundi.

Seperti diketahui, musibah banjir bandang , kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, terjadi Kamis tanggal 6 September lalu. Banjir bandang yang disebabkan hujan deras yang turun sejak sore hari, mengakibabkan ratusan  unit rumah warga rusak berat, termasuk fasilitas umum, seperti sekolah, tempat ibadah berupa masjid dan mushalla, kantor Walinagari, lahan persawahan yang siap panen dan jalan raya atau juga jembatan dan juga puluhan pohon bertumbangan termasuk satu pohon kelapa di Jorong Galagah Tanah Kuniang. Bahkan satu orang warga dikabarkan meninggal dunia, akibab terkejut dengan datangnya banjir bandeng yang datang secara tiba-tiba. Koraban yang meninggal adalah atas nama Amik (60), warga Balai Pinang, Nagari Muara Panas. Bahkan hingga berita ini dirilis,  sesuai data yang dihimpun dari kantor Kecamatan Bukit Sundi, sudah tercatat sebanyak 3.207 jiwa terkena dampak banjir yang melanda kecamatan Bukit Sundi. Jumlah ini tersebar pada delapan jorong dari tiga nagari yakni Muaro Paneh, Kinari dan Parambahan. Sementara 800 Hentare sawah gagal panen karena dihantam banjir yang tersebar di beberapa jorong. Selain itu sekitar 3 ton gabah hanyut, 20 warung rusak, 15 ekor kambing, 7 ekor sapi dan 800 itik juga ikut hanyut. Selain itu 20 buah motor dan 6 buah mobil juga menjadi korban akibab diahanyutkan oleh musibah banjir bandang. Berikutnya satu buah rumah warga hanyut, tiga penggilingan padi dan sekitar 500 rumah warga rusak berat.

“Banjir juga sudah merusak bendungan atau irigasi Banda Halim jebol dan juga seluruh aktivitas warga terganggu dan hingga saat ini sebanyak 7 orang warga kita juga masih mendapat perawatan di Puskesmas  Muara Panas,” jelas Camat Bukit Sundi, Ahpi Gusta Tusri. Banjir juga mengakibabkan  terbannya tebing sungai sepanjang 750 meter di Nagari Kinari, jebolnya irigasi Bandar Halim sepanjang 15 meter, dan jebolnya irigasi Bandar Lolo 75 meter, jebolnya irigasi sepanjang 100 meter, irigasi Bandar Rao-rao jebol sepanjang 50 meter di Dilam dan Irigasi Bandar Sawah Tangah rusaknya sepanjang 150 meter, Irigasi Bandar Batu Kijang rusak sepanjang 200 meter, irigasi Bandar sawah Gadang dan Rawang rusak 50 meter serta Irigasi Bandar Kandang Badia, Pincuran Karo, dan Bandar Angku Labuang jebol sepanjang 50 meter.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sumatera,  Irwan Prayitno menyebutkan bahwa Sungai Batang Lembang harus dinormalisasi agar tidak terjadi kembali banjir bandang yang mengakibabkan kerugian puluhan Milyar dan juga kerugian jiwa. “Dalam waktu dekat kita di Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok akan mengadakan rapat untuk membahas normalisasi Sungai Batang Lembang, dimana nanti akan kami anggarkan dan bahas lebih lanjut pelaksanaannya dan apa saja yang mendesak terlebih dahulu dibenahi dan  baru mengambil langkah berikutnya,” jelas Irwan Prayitno, disela-sela kunjungannya, saat meninjau korban banjir bandang di kantor Wali Nagari Muara Panas.

Pada kesempatan itu, Gubernur Irwan Prayitno juga menyerahkan berbagai bantuan seperti dari Dinas Sosial  Provinsi Sumbar, dari BNI, BRI, BNPB Sumbar, Baznas dan instansi lainnya. Bantuan berbagai jenis mulai dari makanan siap saji, uang tunai dan juga pakaian.

Gubernur juga menyebutkan bahwa musibah banjir selain disebabkan gejala alam, juga akibab ulah manusia yang mengunduli hutan dan juga membuat perumahan dibantaran kali, sehingga aliran sungai tidak lancar. “Sungai Batang Lembang harus segera di normalisasi, sebab diharapkan setelah normalisasi, akan mencukupi kapasitas penyaluran air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi.

Sementara Bupati Solok yang diwakili Asisten II, Aliber Mulyadi, banjir telah merusak ratusan unit rumah dan juga kerugian harta dan jiwa. Bahkan banjir Bukit Sundi telah merusak tanaman padi, fasilitas umum dan lainnya. “Terimakasih atas kunjungan Bapak Gubernur dan kita berharap agar musibah ini bisa kita atasi secara bersama-sama,” jelas Aliber Mulyadi (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda