Gerombolan “Baruek” Masih Terus Teror Pengendara Di Kawasan Hutan Solok-Padang

0
1154

SOLOK, JN- Sudah hampir dua bulan lebih, para pengendara, terutama pengendara roda 2, mendapat teror dari segerombolan baruek atau monyet liar, di sepanjang hutan Sitinjau Lawik dan batas Kota Padang Solok.

Para pengendara yang hendak melintas di jalur lintas Sumatera Solok-Padang, atau tepatnya dari batas Kota Padang hingga Panorama Dua Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, sangat diresahkan dengan keberadaan puluhan ekor monyet liar alias “Baruak” tersebut.

Bahkan dalam sepekan ini, “Baruak” ganas yang di tinggal di area kawasan hutan itu sudah dua orang pengendara roda dua diketahui menjadi korban hingga menyebabkan kecelakaan.

“Saat menyerang, beruk-beruk itu berada diberbagai posisi, sampai ada yang berdiri ditengah jalan, hingga melompati kendaraan saya,”ungkap Adi Gilang S (34), salah seorang pengendara yang menjadi korban keganasan beruk itu, Senin, (19/08).

Menurut Adi, ia diserang oleh beruk pekan yang lalu, dimana saat itu ia hendak menuju Kota Padang. Adi diserang para beruk itu tepatnya ditikungan sebelum batas kota Solok-Padang, dengan mengendarai roda dua.

Akibat serangan beruk itu, Adi sempat dirawat, karena terpental beberapa meter dari motornya untuk menghindar serangan tersebut, bahkan ayah satu anak ini satu minggu lebih tidak bisa beraktifitas.

“Beruk-beruk itu kabur setelah saya terpental dari motor. Bahkan saya sudah pasrah, bila beruk itu kembali menyerang dalam kondisi saya sudah setengah sadar dengan kondisi luka-luka disekujur tubuh,” sebut Adi.

Lebih lanjut, Adi menyebutkan bila melintasi kawasan itu “baruak gadang” sama sekali tidak ada rasa takutnya dan menghindar, meskipun telah mengenakan klakson panjang. Bahkan dengan rasa takut dan kaget saya terpaksa harus menambah laju kendaraan agar terhindar dari serangan hewan berbulu itu.

Dari pantauan media ini Selasa siang (20/08), beruk-beruk itu terlihat berkeliaran, bahkan berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya, menyerang para pengendara, “si baruak gadang” tak segan pula mereka berdiri di pinggir jalan seperti sedang menunggu mangsa yang melintas.

Tindakan beruk itu memang membuat pengendara harus lebih waspada dan berhati-hati. Bukan hanya pengendara sepeda motor, terkadang juga berupaya menyerang mobil.

Menanggapi serangan beruk yang telah mengawatirkan bagi pengendara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar mengaku tidak bisa bertindak sebelum ada permintaan dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Hal itu karena beruk berada di kawasan Tahura (Taman Hutan Raya).

“Untuk pengamanan satwa itu kita bisa saja melumpuhkan tapi harus menunggu perintah dari Pemko Padang, karena kawasan iti berada di wilayah Tahura dalam pengelola di bawah Pemko Padang,” jelas Kasat Polisi Hutan BKSDA Sumbar, Joni Akbar saat dihubungi awak media Selasa via ponselnya.

Selain menunggu permintaan Pemko Padang, Joni mengatakan pihaknya juga tidak bisa bertindak sewenang-wenang kepada satwa di dalam kawasan hutan itu. Meskipun satwa tersebut tidak dilindungi.

“Kami tidak bisa bertindak secara langsung, apalagi melumpuhkan. Dan kami juga belum bisa mengatakan bahwa beruk itu termasuk hama. Kita tunggu aja permintaan Pemko Padang. Apakah dilumpuhkan atau dipindahkan,” jelasnya.

Penyerangan yang terjadi, sebut Joni diduga telah minimnya pasokan makanan di habitatnya. Maka dari itu mereka berupaya untuk keluar, ditambah dengan banyaknya para pedagang disepanjang kawasan itu.

“Dihabitanya kita duga makanan sudah berkurang. Makanya mereka berupaya keluar dan agresif dengan gerombolan mencarinya,” pungkas Joni

Reporter: Nofri G
Editor : ujang jarbat

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda