Banjir Bandang Hantam Lintau Buo, 4 Orang Warga Meninggal dan Puluhan Warga Luka-Luka

0
219
LINTAU BUO, JN– Banjir Bandang Jorong Piubuah Nagari Tanjung Bonai dan Longsor Kalo-kalo Jorong Mawar Nagari Lubuk Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara Kamis (11/10/2018) pukul 18.30 WIB menyisakan duka mendalam.
Data Posko Bencana Banjir Bandang di Mapolsek Lintau Buo Utara diinformasikan, longsor terjadi di Kalo-kalo Jorong Mawar Nagari Lubuak Jantan sempat menimbun 2 warga setempat, namun berhasil diselamatkan dan sekarang dirawat di Puskesmas Lintau Buo 1.
Di Lubuak Jantan juga akibatkan satu unit rumah warga rusak berat, menghanyutkan ternak warga dan merusak areal sawah dan ladang. Sampai saat ini, belum terdata jumlah sawah yang mengalami kerusakan tersebut.
Sementara itu, banjir bandang Tanjung Bonai, setidaknya menewaskan 4 orang, dimana 3 orang korban terdiri dari ibu dan dua anak serta seorang pengendara yang diketahui berprofesi sebagai tukang ojek 6 orang warga dirawat di puskesmas Lintau Buo Utara, dan satu orang dirawat di RSUD Hanafiah Batusangkar.
Korban tewas menimpa ibu dan 2 orang anaknya,  Rani (ibu) 30 th, Moch Steve Efendi (anak) 10 th, Aris (anak) 2,5 th dan Yusrizal Buyung (pengendara Ojek) 45 th. Sementara Korban selamat dan dirawat di RSUD Hanafiah dan Puskesmas H. Firdaus (65 th), Ermalius (50 th), Hendrita (46 th), Nurzahwani (8 th), Suyati (45 th) dan Rizki (17 th).
Kepala BPBD Tanah Datar Thamrin mengatakan, saat ini akan dibuka dapur umum dan posko pengaduan di kenagarian Tanjung Bonai sebagai kawasan terdampak bencana banjir bandang. “Korban selamat telah dievakuasi, sementara 6 bangunan hunian, kedai dan rice milling mengalami kerusakan berat dilanda banjir dan longsor,” sampainya.
Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi saat meninjau lokasi bencana Jum’at (12/10) menyampaikan ucapan duka kepada keluarga korban musibah. “Saya pribadi dan Pemerintah Daerah menyampaikan rasa duka mendalam kepada masyarakat kita yang ditimla musibah ini, dan yang terdampak sebaiknya diungsikan, karena hujan masih mengguyur,” ujarnya.
Irdinansyah menambahkan, pemerintah memberikan bantuan kepada korban berupa santunan spontan berupa santunan duka, biaya perawatan di rumah sakit dan puskesmas digratiskan, selanjutnya akan dilakukan pendataan secara detail untuk pemberian bantuan lanjutan. “Melihat kondisi cuaca dan iklim yang cukup ekstrim melanda daerah kita, dihimbau masyarakat untuk waspada menghadapi kemungkinan bencana yang akan terjadi,” himbaunya.
BUPATI TETAPKAN 7 HARI STATUS TANGGAP DARURAT
Melihat kondisi perkembangan iklim dan cuaca serta hasil rapat bersama pihak terkait, Bupati Irdinansyah Tarmizi menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari dimulai 11 Oktober 2018.
“Masa tanggap darurat bisa saja diperpanjang kalau sekiranya dibutuhkan. Dan saat ini prioritaskan untuk proses evakuasi dan mencari kemungkinan korban yang belum ditemukan, kemudian jalur transportasi diperlancar,” katanya.
Irdinansyah juga menghimbau kepada petugas untuk memanfaatkan potensi yang ada untuk mempercepat penanganan bencana. “Pemerintah bersama masyarakat dan relawan kebencanaan bekerjasama, bahu membahu membersihkan material yang terdampak musibah dan tentu saja yang bisa oleh tenaga manusia saja, yang lainnya akan berusaha dengan alat berat tersedia,” katanya. (damara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda