Akibat Maraknya Illegal Logging: Bahaya Longsor dan Banjir Ancam Kabupaten Solok

0
101
SOLOK,  JN-    Wakil Bupati Solok,  H. Yulfadri Nurdin menghimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Solok, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor, untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewadpadaan, karena saat ini sedang musim hujan dan rentan terhadap bahaya banjir dan longsor.
“Kita harapkan masyarakat kita yang bermukim di kawasan rendah agar selalu waspada terhadap ancaman banjir. Dan bagi yang tinggal di daerah perbukitan agar selalu waspada terhadap ancaman longsor, ” himbau H.  Yulfadri Nurdin,  Kamis (8/11).
Disebutkan Wabup Solok,  sedikitnya sekitar 30 ribu jiwa warga Kabupaten Solok masih tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, karena kondisi alam Kabupaten Solok yang berada di perbukitan dan sebahagian di dataran rendah. Oleh karena kondisi alam kita yang demikuan,  maka kita ingatkan melalui pemerintah Kecamatan,  nagari dan jorong, untuk mengingatkan masyarakat agar terus berhati-hati terhadap bahaya longsor, karena saat ini sedang musim penghujan,” terang H.  Yulfadri Nurdin.
Sementara Bupati Solok,  H.  Gusmal menjelaskan Bahwa karena Kabupaten Solok memang termasuk salah satu daerah di Sumatera Barat yang rentan terhadap bahaya longsor. “Selain wailayah kita masuk daerah perbukitan, penduduk Kabupaten Solok juga  banyak yang tinggal dan mendiami lembah dan dataran Bukit Barisan. Selain itu, curah hujan yang intensitasnya masih tinggi, bisa saja menimbulkan bahaya longsor yang sewaktu-waktu bisa menimpa. Untuk itu semua pihak dihimbau harus tetap waspada,” tutur Gusmal.
Pemkab Solok menurut Gusmal,  tidak pernah bosan dan henti-hentinya menyerukan serta menghimbau agar warga terus waspada. Beberapa wilayah yang rawan longsor di Kabupaten Solok adalah kawasan jorong Bungo Tanjung Saok Laweh, Sungai Lasi,  Ujuang Ladang,  Aie Dingin di Lembah Gumanti, Lolo, Surian, Sulit Air, Bukit Sileh, Koto Anau, Sirukam, Batang Barus, Cupak, Kawasan Bukit Putus di Arosuka dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Solok.
Sebelumnya Kepala BPBD Kabupaten Solok, H.  Dasril, juga berharap hal yang sama, bahwa kondisi alam yang berada di perbukitan, membuat daerah penghasil bareh tanamo itu rawan bencana. “Kita hanya bisa mengingatkan agar masyarakat terus waspada dan kita juga sudah membentuk kelompok siaga bencana di setiap nagari untuk mengantisipasi bahaya longsor ini,” tutur H.  Dasril.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Solok, H.  Hardinalis Kobal,  SE,  MM, juga berharap agar BPBD Kabupaten Solok memberi penyuluhan kepada warga yang tinggal di lokasi rawan bencana longsor seperti di Surian, Sungai Lasi,  Batang Barus dan nagari lainnya.
Hardinalis juga menyebutkan bahwa musibah longsor dan banjir yang sering terjadi di Kabupaten Solok lebih dipicu akibab maraknya illegal loghing dalam beberapa tahun terakhir,  sehingga resapan air sudah jauh berkurang.
Tokoh masyarakat Kayu Aro,  Syafri Anton,  juga meminta Pemkab Solok dan Pemerintah Nagari agar mensosialisasikan tentang bahaya longsor ini di tempat-tempat ibadah dan warung-warung agar semua masyarakat memahami tentang bahaya longsor.
“Minimal harus ada surat edaran dan ditempel di warung-warung atau diserukan di tempat ibadah agar masyarakat memahami tentang bahaya longsor, ” ucap Syafri Anton  (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda