Akibab Cuaca Ekstrim, Beberapa Ruas Jalan di Kabupaten Solok Dihantam Longsor

0
121

SOLOK, JN- Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, kembali mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Solok terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk selalu waspada akan bahaya longsor dan bencana lainnya.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan rawan bencana, untuk selalu waspada karena daerah kita rawan longsor, terutama pada saat hujan dan cuaca ekstrim seperti sekarang ini,” himbau Yulfadri Nurdin, disela-sela mengunjungi badan jalan yang longsor, di Jorong Air Batumbuk, Nagari Paninjawan, Kecamatan X Koto Diatas, pada Minggu (28/10).

Longsor di Jorong Aie Tawa, Kecamatan Danau Kembar

Disebutkan Wakil Bupati, karena Kabupaten Solok letaknya pada posisinya di kaki Bukit Barisan dan dekat dengan Gunung Talang serta mempunyai banyak wilayah perbukitan. “Musibah memang tidak kita kehendaki, namun kalau kita waspada kemungkinan korban jiwa bisa kita atasi. Selalu berkoordinasi dengan pemerintah nagari, Kecamatan dan Kabupaten bila merasa wilayah tempat tinggal kita ada tanda-tanda bahaya akan musibah longsor,” tambah jelas Yulfadri Nurdin.. Disebutkannya, bisasnya musibah longsor, gempa, banjir sering terjadi di Solok, apalagi ketika cuaca musim hujan dimana masyarakat yang tinggal di kaki bukit dan pinggiran sungai selalu ketakutan.

Seperti diketahui, beberapa ruas jalan di Kabupaten Solok, sejak Jum’at 26 Oktober 2018 lalu, terjadi longsor, baik tertimbun longsor atau badan jalan sendiri yang terbal atau mengalami longsor, seperti yang terjadi di Jorong Aie Tawa, Nagari Simpang Tanjung Nan Ampek, Kecamatan danau Kembar, dimana badan jalan tertutup timbunan longsor hingga 10 Meter dan dikerjakan secara manual oleh masyarakat setempat. Selain itu, di Ngari  Paninjawan, Jalan Provinsi juga mengalami nasib yang sama, dan juga sudah ditinjau Kepala Dinas Pekerjaan Provinsi Sumbar, Ir. Fhatol Bahri, MSc. (Eng)  pada Minggu lalu dan juga Wakil Bupati Solok. Selain di Paninjawan, beberapa titik longsor juga terjadi di Kecamatan Tigo Lurah seperti sehabis Nagari Sirukam. Sedangkan ruas jalan lain yang mengalami longsor adalah jalan yang menghubungkan nagari Rangkiang Luluih dan Nagari Batu Bajanjang, dimana terjadi longsor di Lubuak Ngarai, Jorong Koto Tuo, Nagari Batu Bajanjang, dimana badan jalan tertutup longsor sepanjang lebih kurang 30 meter. Sebelum itu titik longsor juga terjadi di Baso sebelum Aie Busuk, di Ladang Palih sebelum nagari Simanau di Lubuak Ngarai Jorong Koto Tuo Nagari Batu Bajanjang dan lainnya. Sementara titik longsor juga terjadi di jalan menuju nagari Sulit Air dan jalan menuju Kampuang Batu Dalam. “Saya sudah membuat laporan ke Bapak Camat dan tembusan ke Dinas PU, tetapi hingga saat ini belum datang alat berat,” jelas Walinagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Dahrul Asri.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Solok, Dasril, mengaku bahwa meski Kabupaten Solok daerah rawan bencana, namun pihaknya selalu berupaya memberikan sosialisasi, dan turun ke tempat-tempat yang rawan bencana. “Kita juga sudah membentuk kelompok siaga bencana, seperti Tigana dan lainnya, yang mereka megaku siap kapan saja membantu masyarakat bila ada musibah atau bencana alam,” jelas Dasril. Pihak BPBD juga telah proaktif dalam mengantisipasi bencana menyusul adanya pengakuan dari Badan Nasional Penanggulangan Benncana (BNPB) Nasional bahwa BPBD Kabupaten Solok dan Kabupaten Cianjur dinyatakan sebagai daerah percontohan sistem informasi kesiapsiagaan bencana (Sigap) di Indonesia. Namun saat ini Kabupaten Solok mengakui lembaga yang dipimpinnya itu masih kekurangan Sumber Daya Manusia.

Sementara untuk mengantisipasi itu BPBD Kabupaten Solok telah melakukan koordinasi dengan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di masing-masing kecamatan, sebab kelompok tersebut yang sangat membantu dalam penanganan bencana (wandy)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda