SOLOK, JN- Identiras sesosok mayat yang ditemukan warga mengambang di pinggir Danau Singkarak, akhirnya terkuak.

Sebelumnya pada Sabtu dinihari (25/1), sekira pukul 01.00 Wib, Warga nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabipaten Solok, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang ditemukan mengambang di pinggiran Danau Singkarak, tepatnya di Jalan Lintas Padang Panjang Solok, Jorong Biteh, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak , Kabupaten Solok. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 00.30, Sabtu (25/1) oleh warga setempat.

Usai penemuan mayat, warga langsung melaporkan ke jadian itu ke kator Mapolsek X Koto Singkarak. Selanjutnya mayat dilarikan ke RSUD M. Natsir Kota Solok.
“Usai penemuan olah TKP, petugas kita langsug membawa mayat ke Rumah Sakit untuk di otopsi,” jelas Kapolres Solok, AKBP Fery Suwandi, melalui Kapolsek Singkarak, Iptu Ahmad Ramadhan.

Adapun Ciri-ciri mayat adalah laki-laki, umur diperkirakan berusia antara 40 – 45 tahun. Kulit sawo matang dengan tinggi lebih kurang 165 cm. Rambut pendek, ikal, berkumis tipis dan berjengot pendek tipis. Selain itu, saat ditemukan mayat memakai kaos oblong warna ungu merek details’ jaket warna cokelat muda dan celana training warna hitam merek Reebok. Di saku jaket mayat ditemukan uang sebesar Rp360.000.

“Hingga hari belum ada keluarga korban yang datang dan sekarang mayat masih berada di kamar mayat RSU M. Natsir Kota Solok. Bagi yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri-ciri terssbut silahkan datang ke RSUD tersebut, ” teran Iptu Ahmad Ramadhan.

Namun pada Sabtu sorenya, identitas mayatpun diketahui, setelah keluarga korban mendatangi Polres Solok untuk menyatakan bahwa nayat tersebut adalah keluarga mereka.

Adapun identitas mayat bernam Ruli Okvinda alias Ruli (32), warga Perumnas BSD Sago Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan.
Alnarhum meninggalkan seorang isteri yang bernama Sri Wahyuni (31), pekerjaan Guru Honorer, dan tinggal di Jorong Asam Kamba Kenagarian Pasar Baru Kecamatan Bayang dan seorang anak yang baru berumur 1 bulan.

Menurut paman korban Junaidi (60) yang datang ke Mapolres Solok dan ke RSU M. Natsir Solok yang tinggal di Jl. Sijujung Rt. 01 Rw 10 Kel. Surau Gadang Kec. Nanggalo Padang, bahwa mayat terswbut adalah keluarga mereka. “Kami mengetahui identitas mayat dari media sosial dan kami langsung datang ke Solok, ” terang Junaidi.
Mereka datang ke Solok bersama 6 orang anggota keluarga.
Junaidi juga menyebutkan bahwa
Pada hari Senin tanggal 20 Januari 2020, korban menderita sakit tipus/panas tinggi dan paru-paru, lalu keluarga merujuk korban ke RSUP M. Jamil Padang.
Kemudian korban di rawat inap. Setelah dirawat, lalu pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 pukul 00.30 Wib, korban keluar ruangan inap RSU M. Jamil tanpa sepengetahuan keluarga yang menunggui/ termasuk pihak Rumah Sakit. Selanjutnya pihak keluarga baik dari Pesisir Selatan atau Padang, mencoba mencari keberadaan korban, namun tidak ketemu.
Lalu pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2020 siang hari, keluarga mendapat informasi dari medsos maupun dari personil Polsek X Koto Singkarak tentang penemuan mayat di danau Singkarak. Setelah itu pihak keluarga mendatangi RSU M. Natsir Solok unruk memastikan identitas korban.

“Dan ternyata itu benar keluarga kami. Kami menyampaikan terimakasih kepada Polresta Solok dan Poksek Singkarak serta semua pihak yang sudah membantu menemukan keluarga kami, meski sudah menjadi mayat, ” sebut Junaidi.

Salah seorang keluarga korban, yakni
Irfan Aulia (29) yang menjadi tenaga honorer di kantor Camat Padang Utara, bahwa pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 sekura pukul 19.00 Wib, bahwa dirinya bersama rombongan Camat Padang Utara pulang dari Bukit Tinggi menuju Padang, melalui Danau Singkarak. Saat itu dirinya melihat korban berjalan sendirian di pinggir danau Singkarak (dekat TKP) dengan kondisi sempoyongan dan memegang perut.

Namun karena saksi ragu bahwa itu korban atau saudaranya yang lari dari RSUP M. Jamil Padang, dan saksi tidak berhenti walaupun rombongan menyarankan utk putar balik untuk melihat korban.

Pihak keluargapun menerima dengan iklas keadaan mayat korban dan tidak bersedia di otopsi dgn membuat surat pernyataan.

Selanjutnya mayat korban di serahkan ke pihak keluarga utk dibawa ke Pesisir Selatan (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here