SOLOK, JN- Setelah sekian lama membuat resah masyarakat petani di Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, akhirnya Satu dari Tiga ekor harimau Sumatera yang membuat panik tersebut berhasil ditangkap warga, Sabtu (13/6) siang.


Harimau tersebut diduga sudah lebih dari satu bulan berkeliaran di kawasan perkebunan warga di Nagari Gantung Ciri, dan juga sampai ke Nagari Jawi-Jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok akhir Ramadhan lalu.
“Ya, satu ekor harimau tersebut masuk ke perangkap yang di pasang warga sejak Rabu kemaren,” terang Buyung (49), warga Jorong Markio, Nagari Gantung Ciri, Sabtu (13/6).

Pihaknya menduga bahwa harimau tersebut merupakan kawanan dari tiga ekor harimau yang sebelumnya sering dijumpai oleh warga di kawasan perkebunan warga di Gantung Ciri. Dan diperkirakan masih ada dua ekor harimau lagi yang  masih berkeliaran di daerah itu.
Inyiak balang yang diperkirakan berusia antara 1,5 hingga 2 tahun tersebut, tiba di kantor Wali Nagari Gantung Ciri sekitar jam 19.00 Sabtu mapam dan dibaea dengan kerangkeng besi dan diangkut  menggunakan sebuah mobil milik pihak BKSDA Sumbar.


Saat harimau tersebut sampai di pusat nagari Gantung Ciri, ratusan masyarakat datang berbondong-bondong untuk menyaksikan makhluk jenis kucing besar tersebut

Menurutnya Wali Nagari Gantung Ciri, Hendry Yuda, usai terjebat perangkat yang dipasang warga, masyarakat menyerahkan harimau tersebut ke pihak Balai Konsevasi Sumbet Daya Alam (BKSDA) Sumbar. Informasi tertangkapnya siraja hutan itu, langsung menyebar ke masyarakat. “Dan secara spontan , saja, ratusan masyarakat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan serah terima harimau dari pihak Nagari Gantung Ciri kepada pihak BKSDA Sumbar,” terang Hendry Yuda.
Ditambahkan Wali Nagari, tertangkap harimau tersebut berawal dari pemasangan perangkap yang dilakukan oleh tim gabungan dari petugas BKSDA dan masyarakat.
“Sebelumnya kita sudah melakukan penghalauan kembali ke dalam hutan bersama tim gabungan, namun tidak membuahkan hasil dan harimau tetap berkeliaran di kawasan perladangan warga,” ungkap Hendry Yuda yang ditemani puluhan warga dan petugas kepolisian sektor Kubung.
Setelah menunggu sekitar dua hari, namun harimau belum juga masuk perangkap. Bahkan, warga dan petugas sempat menemukan seekor babi yang diduga usai diterkam harimau. Tim kemudian memasukkan sisa babi yang dimangsa harimau sebagai umpan.
“Dari petunjuk orang-orang yang mengerti dengan tabiat harimau, katanya harimau akan mencari lagi sisa makanan yang ditinggalkan untuk dimakan sampai habis, maka kita masukkan dalam perangkap sebagai umpan,” terang Walinagari.
Setelah menunggu sekitar satu hari pasca pemasangan umpan sisa makanan harimau, akhirnya upaya yang dilakukan tim gabungan bersama masyarakat membuahkan hasil, satu ekor harimau muda masuk perangkap.
“Diduga, ini adalah harimau yang kemarin ketemu dengan tim saat memasang umpan di perangkap, tertangkapnya siang tadi sekitar pukul 13.00 Wib di kawasan Cimoneng daerah Singo-Singo, Nagari Gantung Ciri, jenis kelaminnya betina,” terangnya.

 Menurut keterangan dari pihak BKSDA Sumbar yang disampaikan oleh perwakikan Resort Solok seksi konservasi wilayah III, Afrilius yang juga menjabat sebagai Kepala Resort Solok,  dan ditemani rekannya, Rully Permana dan Gusman Efendi serta Plh Kasi Wilayah III Sijunjung, Novtiwarman,  SP, Pasca tertangkapnya Harimau tersebut, pihak BKSDA meminta masyarakat untuk menahan diri sementara waktu agar tidak beraktivitas di kawasan perladangan yang diduga menjadi daerah berkeliarannya harimau.
“Kita minta warga untuk menahan diri dulu, sampai kondisi benar-benar aman terkendali. Sebab kawanan harimau yang belum tertangkap bisa saja mengamuk,” sebut Afrilius yang diamini rekannya Gusman Efendi serta Rully Permana.

Rencananya harimau tersebut akan dibawa ke Ka PRH SD (pusat rehabilitasi harimau Sumatera di Kabupaten Dhamasraya (wandy)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here